Tradisi unik dan menarik khas orang Jepang terhadap tata cara menyantap aneka sajian khas Jepang adalah biasanya dibuat dengan cara tersendiri dengan memakai bahan - bahan makanan seadanya saja yang berasal dari Jepang saja. Ada pula masakan jenis lainnya yang belum dikenal di luar negeri dimana para turis mancanegara yang melancong kesana bisa menikmati masakan tradisionalnya di restoran khusus sembari belajar memahami orang Jepang dari berbagai macam sudut terutama masakan tradisional mereka.

Salah satu prinsip makanan orang Jepang yang terkenal hingga mancanegara adalah karena mempertahankan cita rasa alami dengan meminimalisir proses memasak. Begitu juga terhadap sajian sashimi yang hanya dicelupkan ke kecap Jepang (soyu) lalu disantap, cita rasa alami dari ikan laut segar tersebut akan masih terasa hingga anda menyantap dessert untuk penyeimbang.
Lain halnya dengan kondisi tanah air Indonesia yang tidak sebagus Jepang. Hal ini lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan warga yang menyantap sajian ikan laut, idealnya harus diolah dulu agar tidak terjadi hal - hal yang kurang diinginkan.
Komagata Dozeu, Restoran Khusus Ikan Loach (Sejenis Belut Kecil) Di Asakusa
Sebuah restoran khusus yang hanya menyajikan masakan tradisional Jepang yaitu masakan berbahan ikan loach yang merupakan makanan rakyat jelata sejak zaman Edo dulu dimana pada awalnya nama restoran ini tertulis dalam 4 huruf hiragana saja yaitu 'do-ji-ya-u' dimana sang pendiri pertama restoran ini memiliki pertimbangan bahwa angka 4 merupakan angka yang buruk, maka namanya selanjutnya diganti menjadi 'dozeu'. Ikan loach dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang kaya akan kandungan kalsium dan zat besi serta kolagen. Ikan tersebut banyak dikenal sejak zaman Edo yang lebih enak dimasak secara tradisional. Dozeu nabe (dijual seporsi 1.890 yen) ini menjadi menu utama, adalah ikan loach pilihan yang dimatangkan dengan sake, lalu dibumbui sup miso yang dibuat dari miso manis – manis pedas dan dicampur saus tare, kemudian direbus hingga lunak. Suasana restoran di luar maupun di dalam terasa klasik menjadikannya cukup menarik untuk dikunjungi.

Komakata Dojo, address 1 – 7 - 2, Komagata, Taio - ku, Tokyo, 111 - 0043, Japan.
Hyotan, Restoran Monja Yang Populer
Monjayaki adalah makanan khas Tokyo, bahan – bahannya terdiri dari kubis yang diiris tipis -tipis kemudian dicampur dengan adonan tepung terigu setengah encer, dan dimasak sederhana di atas hotplate dihadapan tamu restoran dengan cara profesional dan apik. Di sini disajikan makanan monja yang orisinal dan spesial (satu porsi dinilai 1.674 yen) yang diberi rasa miso. Selain monja, tersedia juga menu - menu kebanggaan seperti okonomiyaki, yakisoba, yakiudon dan sebagainya. Lokasi berjualan sangat bagus dan strategis, dekat dari jalan Nakamise - dori yang berlanjut ke Kuil Sensoji, dan selalu ramai dikunjungi banyak orang terutama pada waktu akhir pekan.
Edo - monja Hyotan, address 1 – 37 - 4, Asakusa, Taito - ku, Tokyo, 111 -0032, Japan.
Tamahide, Restoran Populer Khusus Masakan Ayam Jago
Restoran khusus masakan ayam jago khas masakan tradisional Jepang ini didirikan pada tahun 1760 oleh Yamada Tetsuemon, yang bertugas di masa Pemerintahan Edo sebagai seorang pemburu binatang. Daging ayam yang digunakan adalah daging merek "Tokyo Shamo", yakni daging unggulan ayam jago yang pertama kali masuk ke Jepang sejak awal zaman Edo. Shamo nabe (seporsi dihargai 16.200 JPY) ini menggunakan bahan utama ayam jago dengan bumbu dasar miso pekat merupakan salah satu bentuk asal muasalnya tercipta masakan sukiyaki. Kemudian, restoran ini semakin terkenal sebagai pencetus oyakodon (seporsi dinilai 1.500 JPY) yang memasak telur dengan menggunakan bumbu dasar yang sama sehingga banyak disukai oleh pelanggan dengan rela mengantre untuk bisa membeli oyakodon adalah sebuah tradisi kuno di Nihombashi. Restoran ini terkenal sejak zaman Edo yang hanya menyajikan rasa masakan ayam tradisional saja.
Tamahide, address 1 – 17 - 10, Nihonbashi - Ningyochou, Chuou - ku, Tokyo, 103 -0013, Japan.
Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat bagi anda yang menyukai masakan tradisional Jepang di Kota Tokyo.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.