article

Tata Cara Makan Sushi Yang Benar Menurut Orang Jepang Di Luar Negeri

Tata Cara Makan Sushi Yang Benar Menurut Orang Jepang Di Luar Negeri

Seperti peraturan lainnya yang ada di Jepang, sebenarnya ada tata cara khusus yang perlu mendapat perhatian khusus apabila seseorang yaitu turis asing sedang berkunjung ke sana buat mengenal beragam budaya yang berlaku seperti yang paling murah adalah memperhatikan dalam memakan sushi. Apabila anda tidak mau dianggap ketinggalan jaman atau kurang sopan dan kampungan, maka sebaiknya perhatikan artikel kami di bawah ini yaitu cara yang tepat memakan sushi ! Langsung simak :

1. Pastikan deretan sushi anda datang bersama cuka

Sushi berasal dari kata ‘shu‘, yang artinya ‘cuka’, dan ‘meshi‘, yang berarti nasi. Jadi, pada dasarnya sushi merupakan nasi yang dibumbui cuka. Nah, kalau suatu hari anda menemukan sushi yang tidak menggunakan cuka, maka proteslah ke si pembuat sushi tersebut. Makanan yang disajikan ke anda tersebut mungkin belum memenuhi hakikat untuk disebut sushi.

ads

2. Kenali dengan baik berbagai jenis sushi yang ada

Sushi jenis ini merupakan yang paling umum ditemui di Jepang. Nigirizushi terdiri dari shari nasi yang telah dikepalkan dan menyerupai balok atau neta, dimana sajian ini banyak mengandung protein sebagai pelengkap gizi dalam menu. Jenis neta yang paling sering ditemui adalah sashimi alias potongan ikan laut mentah seperti tuna / salmon dan udang. Selain sashimi, neta matang seperti potongan udang, gurita, cumi - cumi, dan telur juga bisa anda manfaatkan. Pada nigirizushi, parutan wasabi – adalah sejenis tanaman lobak pedas – akan diletakkan diantara shari dan neta yang sudah diberi bumbu khusus.

3. Makizushi (Sushi Roll)

Kalau ide dasar nigirizushi adalah meletakkan protein di atas nasi, maka makizushi alias sushi roll akan menggulung nasi bersama proteinnya. Sushi ini dilengkapi dengan nori atau rumput laut. Sushi jenis ini masih bisa dibedakan dengan mudah dan menjadi beberapa jenis yaitu menunjukkan futomaki, alias sushi yang lembaran norinya menyelimuti nasi. Nah, kalau uramaki, sushi yang pertama kali lahir di ‘Little Tokyo’, Los Angeles. Berbeda dari futomaki, nori pada uramaki berada didalam gulungan. Namun orang Amerika kurang suka nori. Ada juga sushi temaki, sushi dengan rumput laut yang dibentuk menyerupai corong.

4. Sudah Mulai Menyantap Sushi Anda ? Jaga Supaya Nasinya Tetap Kering !

Ini adalah peraturan yang kadang – kadang masih sering dilanggar oleh para penikmat sushi. Ketika anda akan memakan makanan ini, jangan pernah mencelupkan — apalagi merendam — nasinya ke dalam cocolan kecap asin di atas meja. Jagalah agar nasi tersebut tetap kering dan tak berwarna kecokelatan. Jika anda akan menyantap nigirizushi, celupkanlah sushi secara terbalik sehingga hanya sebagian saja yang akan menyentuh kecap, bukan nasinya. Sedangkan kalau anda memakan makizushi, anda bisa mencelupkan bagian bawah makanan. Tapi jangan berlebihan ! Jangan sampai rumput laut dan nasinya menjadi tercampur dan lembek atau terlalu asin sehingga cita rasa bahan lainnya hilang.

5. Pertimbangkan Sebentar : Pakai Sumpit Atau Tangan ?

Kubu Pertama : Pakai Tangan !

Dengan apa anda harus menyantap sushi sebenarnya hingga saat ini masih didebatkan di Jepang sendiri. Kalau menurut elit master - master sushi di Jepang, penggunaan tangan dianggap bermanfaat dan lebih disukai. Menggunakan tangan akan memudahkan anda memakan sushi. Terutama kalau anda sedang memakan nigirizushi. yang harus dibalik dulu jika anda ingin mencelupkannya ke saus kecap. Selain itu, sushi yang baik adalah berbentuk balok dimana nasinya tidak terlalu padat atau renggang. Memakan dengan sumpit akan menyebabkan kepalan nasi mudah berubah bentuk, atau bahkan pecah.

Kubu Kedua : Pakai Sumpit, Biar Sopan !

Pendapat lain menjelaskan bahwa penggunaan tangan untuk makan sushi terlihat tidak sopan, juga hanya para ahli yang benar - benar mengerti bisa memegang sushi dengan benar. Tapi jangan salah, penggunaan sumpit untuk makan sushi tidak boleh sembarangan. Pertama, anda hanya boleh menggerakkan sumpit mendekati makanan ketika sudah benar - benar yakin sushi mana yang akan anda ambil. Jika ujung sumpit anda telah menyentuh salah satu sushi, anda harus memakan sushi itu segera. Jangan dibalikkan lagi ke sabuk conveyor atau piring ! Anda juga tidak boleh membersihkan sumpit anda selama anda masih makan. Kalau mau istirahat sebentar dari mengunyah, maka taruhlah sumpit anda di atas hashioki, semacam balok kayu atau keramik khusus untuk wadah / menempatkan sumpit.

Jika anda ingin berbagi sushi dengan orang lain, maka jangan pernah menggunakan sumpit untuk memberikan sushi pada teman anda. Perbuatan tersebut dilarang keras, karena seperti tindakan memindahkan abu kremasi dalam pemakaman tradisional orang Jepang. Sebaiknya, berikan sushi bersama piringnya sekaligus kepada teman anda. Jika sudah selesai makan maka jangan geletakkan sumpit anda begitu saja di meja atau piring. ‘Istirahatkan’ sumpit anda dengan rapi di atas cawan saus kecap.

7. Jangan Campurkan Wasabi Dengan Kecap Asin

Ketika makan sushi, jangan campurkan parutan wasabi dengan celupan saus kecap. Jika anda ingin memakan wasabi, taruhlah parutan wasabi itu langsung di atas sushi sedikit saja. Hati - hati, walaupun warnanya hijau dan tampak segar, wasabi ini pedas sekali.

8. Jangan Meminta Tambahan Wasabi Atau Saus Kecap Pada Master Sushi

Meminta tambahan wasabi atau saus kecap di restoran sushi di Jepang merupakan tindakan yang kasar, terutama di mata chef atau master sushi. Mereka beranggapan bahwa racikan mereka adalah termasuk jumlah wasabi dan saus yang dipersiapkan untuk masing – masing pelanggan, adalah ukuran yang paling sempurna agar cita rasa sushi itu terjaga. Nah, jika anda meminta tambahan, sama saja anda mengatakan bahwa sushi mereka tidak enak.

9. Makanlah Sushi Yang ‘Berselimut’ Lebih Dahulu

Jika anda memesan berbagai jenis sushi, usahakan untuk selalu mulai dengan makizushi atau sushi roll. Jangan sampai rumput laut yang membungkus sushi ini jadi lembek dan sulit untuk digigit karena terlalu dibiarkan melekat dengan nasi.

10. Jangan Makan Potongan Atau Asinan Jahe Berbarengan Dengan Sushi

Potongan atau asinan jahe yang umumnya tersedia di restoran sushi itu sebenarnya harus dimakan secara terpisah : diantara atau diakhir makanan anda. Tapi, banyak orang justru menaruhnya di atas sushi dan memakannya bersamaan dengan sushi itu. Padahal fungsi utama dari jahe tersebut adalah untuk menetralkan rasa atau membersihkan kembali indera perasa anda agar rasa potongan sushi selanjutnya tidak tercampur dengan potongan sebelumnya.

11. Makanlah Sushi Anda Dalam Satu Lahap

Sushi merupakan salah satu makanan yang sudah dirancang khusus untuk dapat anda nikmati dalam satu gigitan saja. Jika meninggalkan setengah gigitan, sushi akan mudah pecah dan sulit untuk dimakan kembali. Jadi, usahakanlah untuk selalu bisa menghabiskan sushi dalam gigitan pertama sekali lahap.

Nah, apakah tips - tips tersebut di atas sudah lebih membantu anda untuk mengenal sushi ? Sekarang anda bisa makan sushi layaknya sensei - sensei Jepang !

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads