Beternak lebah madu secara mudah dan alami bisa anda lakukan meskipun baru pada tahap coba – coba saja, yang terbaik adalah lebah dari jenis lebah hutan (apis dorsata), lebah lokal (apis cerana), dan lebah unggul (apis mellifera). Lebah unggul, sesuai dengan namanya, yang paling disenangi oleh pengkonsumsi dimana jenis ini lebih produktif dibandingkan lebah lokal dan mereka rata – rata adalah lebih jinak. Racun pada sengatannya sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai pengobatan berbagai penyakit. Lebah yang dibudidayakan oleh kebanyakan peternak lebah baik itu yang profesional hingga pemula di dunia ini terutama di Indonesia, awalnya adalah berasal dari daratan Eropa. Lebah atau bahasa yang lebih populer di kampung – kampung adalah tawon merupakan lebah model jenis ini dapat menghasilkan madu dalam jumlah yang sangat banyak sekali, namun mereka akan menghasilkan panen tergantung dari musim dan jenis lebah madu yang layak dibudidayakan.
Cara Ternak Lebah Madu Yang Alami
Modal yang dibutuhkan dalam beternak lebah madu adalah pengetahuan dasar dalam beternak lebah madu. Adapun investasi modal yang harus anda butuhkan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode secara permanen adalah alat - alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak atau idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.
Pemilihan Bibit Lebah Madu Jenis Unggul
Ciri - Ciri Bibit Lebah Madu Kualitas Super
1. Mempunyai ratu lebah yang, secara fisik adalah sehat, bagus dan berusia antara 3 bulan sampai 1 tahun.
2. Jumlah dan kualitas telur yang dihasilkan oleh ratu lebah, banyak.
3. Hasil panen lebih banyak, baik itu hasil madu, bee pollen, royal jelly, dan propolis.
4. Larva lebah yang dihasilkan lebih segar.
5. Lebah biasanya lebih agresif.
Memperbanyak Koloni Lebah Madu
Untuk mendapatkan hasil berupa madu berkualitas yang menguntungkan, maka dalam beternak lebah madu perlu memperhatikan bagaimana seorang peternak lebah madu harus mempunyai, minimal 100 kotak koloni lebah madu.
Langkah - langkah untuk meningkatkan jumlah koloni lebah madu adalah sebagai berikut :
-
Gembalakan lebah madu pada lokasi dimana tersedia pakan dalam jumlah cukup banyak. Dengan tersedianya pakan yang cukup maka diharapkan ratu lebah akan lebih banyak menghasilkan telur dan lebah pekerja yang lebih giat membuat sarang baru.
-
Menyiapkan calon ratu lebah madu untuk tujuan ditempatkan dalam koloni lebah madu yang baru.
-
Memisahkan koloni lebah madu yang telah padat ke dalam kotak koloni lebah madu yang baru, selanjutnya menempatkan calon ratu lebah baru atau ratu lain yang sudah jadi.
-
Ambil larva lebah madu yang baru menetas usia 1 hari.
-
Masukkan ke dalam satu potong frame royal jelly.
-
Frame royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu anda tempatkan pada kotak super (kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu, minimal 2 tingkat).
-
Sekat / pisahkan kotak super lebah madu tersebut, ratu lebah berada di kotak bawah, dan frame royal jelly calon ratu lebah madu ditempatkan pada kotak atasnya. Dengan demikian, ratu lebah madu tidak akan bisa mendekati calon ratu lebah madu.
-
Diamkan selama 11 hari hingga calon ratu lebah menjadi kepompong.
-
Setelah sebelas hari lewat maka calon ratu lebah dipindahkan ke kotak lebah yang terdapat koloni lebah tanpa ada ratunya.
-
Lewat 13 hari, calon ratu lebah keluar kepompong dan anda bisa langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut.
-
Pada umumnya, setelah seminggu, ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru di sarang yang telah anda persiapkan tersebut.
-
Kotak lebah merupakan tempat koloni lebah madu yang terbuat dari kayu suren atau mahoni.
-
Alat pengasap untuk menjinakkan lebah madu yang agresif.
-
Masker pelindung serangan lebah madu.
-
Pengungkit sisiran.
-
Sikat sisiran lebah madu.
-
Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan di tengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu.
-
Pollen trap untuk panen bee pollen.
-
Frame royal jelly untuk panen royal jelly dan membuat calon ratu lebah.
-
Ekstraktor untuk panen madu.
Antara bulan Mei hingga September merupakan masa peternak lebah untuk menggembalakan lebah madunya ke perkebunan - perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu dalam jumlah banyak. Peternak lebah madu di Pulau Jawa misalnya, akan menggembalakan lebah madu ke perkebunan karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, kopi, dan duwet, sehingga diharapkan mereka akan menghasilkan madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga. Antara bulan Mei hinga September inilah saat terbaik bagi peternak lebah madu untuk dapat menikmati "manisnya" pendapatan dari hasil lebah madu, seperti madu dari berbagai jenis bunga, bee pollen, dan royal jelly. Setelah bulan September, peternak lebah madu mulai mengalami masa paceklik karena musim madu telah lewat. Maka untuk bisa menutupi biaya perawatan lebah madu, pada umumnya peternak menggembalakan lebahnya ke perkebunan – perkebunan jagung. Di sini, peternak lebah madu akan menghasilkan bee pollen jagung dan royal jelly.
-
Hama yang sering mengganggu lebah antara lain : burung, merupakan hewan yang juga pemakan serangga dan menjadikan lebah sebagai salah satu makanannya.
-
Kadal dan katak, gangguan yang ditimbulkan sama dengan yang dilakukan oleh burung.
-
Semut, membangun sarang dalam stup lalu merampas makanan lebah.
-
Kupu - kupu, telur kupu - kupu yang akan menetas dalam sisiran menjadi ulat yang dapat merusak sisiran.
-
Tikus, merampas madu dan merusak sisiran.
Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat !
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.