Burung merpati merupakan salah satu dari dua jenis burung dara / merpati pertama yang secara spesifik disebutkan dalam al kitab sebagai burung dengan banyak manfaat, sedangkan dalam Bahasa Indonesia, burung merpati atau bisa disebut juga dengan nama burung dara ini adalah burung yang menyerupai dengan burung elang namun dengan postur tubuh yang lebih kecil, paruh dan cakar di kakinya tidaklah setajam burung elang. Burung merpati atau terkenal dengan nama populer adalah burung dara ini sekarang banyak diternakkan dalam skala besar untuk diambil dagingnya dari keturunan yang berkualitas sebagai salah satu sajian menarik yang saat ini banyak memiliki penggemar atau untuk laga di pertandingan. burung merpati balap yang sangat dicari - cari oleh para penghobi burng merpati sebagai jagoan balapan mereka dengan memasang hadiah yang cukup menggiurkan.
Ada beberapa tips praktis  yang perlu anda perhatikan saat akan memilih burung merpati atau burung dara untuk diternakkan, tentunya untuk anda yang mau menekuninya sebagai hewan ternak sekala besar, simak ulasan singkat dari kami di bawah ini :
1. Tentu saja burung yang akan anda beli itu harus sehat. Ciri burung merpati yang sehat adalah mempunyai bulu yang bagus. Bagian ujung sayapnya tidak melor alias turun dan bila ditangkap dengan tangan biasa akan mengeluarkan reaksi/perlawanan besar sehingga menjauh.
2. Usahakan jangan membeli burung merpati yang sudah berusia tua, karena ini tidak bagus bagi anda yang sekedar membeli untuk disembelih maupun untuk diternak. Ciri - ciri burung merpati yang telah berusia tua adalah sebagai berikut, daging di sekitar paruh kelihatan tebal. bagian lubang hidungnya juga terlihat ada kerutan daging agak tebal dan bila dicermati paruhnya sudah tidak terurus atau kurang mengkilat.
3. Â Saat anda akan memilih diantara sekian banyak burung yang ada dalam satu sangkar, hindari terlalu dekat dengan sangkarnya, ambil beberapa langkah ke belakang dan cermati perilaku si burung merpati dari kejauhan saja. Yang perlu anda perhatikan adalah burung yang menjadi raja di dalam sangkar, atau yang memiliki sifat paling domininan
4. Pelajari ciri - ciri antara induk pejantan dan induk betina, induk pejantan biasanya mempunyai paruh yang lebih tebal, lehar lebih besar, kepala yang lebih panjang dan besar. Bulu di sekitar lebih mengkilap. bila didekatkan terhadap burung lain maka pejantan / betina yang lainnya, mereka akan bekur (berkutut).
Itulah gambaran singkat tentang cara menternakan merpati yang ternyata gampang - gampang susah sebenarnya dilakukan oleh pemula.
Dikenal ada dua metode yang bisa anda lakukan sebagai seorang pebisnis awal, yang pertama adalah sistim kurung adalah burung – burung merpati tersebut jangan pernah dilepas atau keluar dari sangkarnya dimana cara ini tidak begitu maksimal dalam menghasilkan burung yang diinginkan bila dipilih dalam menternakkan burung merpati. karena burung merpati adalah burung yang suka bersosialisai dengan cara terbang dan mondar – mandir. Metode ternak seperti ini dipilih apabila anda memiliki pekarangan yang sangat luas, maka usahakan sangkarnya diperbesar saja. Sistem lepas kandang merupakan cara kedua, bagi anda yang baru membeli burungnya dari pasar burung maka tidak boleh langsung dilepas begitu saja, kurung dan kasih makan burungnya selama beberapa hari di dalam kandang. Selanjutnya sayap burung disalasiban / dilakban / di lem isolasi, maka barulah burung dilepas dalam keadaan sayap dilem ( usahakan jangan sampai merusak bulu sayapnya saat anda melem maupun akan membuka lemnya ). Biarkan burung merpati tersebut keluar sendiri dari sangkar dimana untuk pertama kalinya mereka diijinkan keluar dari sangkar. Pada saat malam tiba, biasanya si burung sudah mengerti cara pulang sendiri ke rumah, ini berarti ada kemajuan.Â
Biarkan mereka melakukan kejadian tersebut di atas secara berulang - ulang selama beberapa hari hingga memungkinkan mereka benar – benar mampu untuk dilepas ( tips yg paling aman adalah saat burung dara sudah bertelur dan mengerami baru bisa dilepas ).
Selanjutnya adalah tahapan menjodohkan burung merpati, pilih burung merpati yang akan anda jodohkan, tentu saja harus bisa memastikan apakah yang jantan dan betina, tetapi terkadang burung sesama sejenispun bisa berjodoh, tapi sangat jarang bisa berhasil. Kemudian kandangkan burung jantan dan betina dalam satu kandang berukuran besar. Lebih bagusnya tutup kandang (gupon) pada malam hari setelah semua burung masuk. Pada pagi hari, mandikan burung dan jemur pada sinar matahari pagi sedang terik – teriknya bersinar. Lebih bagus lagi jika burung jantan dan betina dipisahkan, tetapi masih dalam satu kandang. Setelah kering masukkan burung dara ke dalam kandang lagi dan beri makan secukupnya saja. Ulangi lagi dari tahapan di atas, kurang lebih 3 hari maka burung akan berjodah dan bisa dikembangkan, jika sudah jodoh (templek) maka burung jantan harus dilepas bersama dengan yang betina, yang jantan akan mencari betinanya (itu yang namanya burung sedang 'templek' ( dalam Bahasa Jawa ), hingga akhirnya burung – burung betina bertelur pada sarang di dalam kandang.
Demikian kami menjelaskan, semoga bermanfaat !
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.