article

Teknik Dan Tips Jitu Memancing Ikan Patin

Teknik Dan Tips Jitu Memancing Ikan Patin

Pertama - tama adalah ikatan pancing ke nikelin / kenur pandu sepanjang 5 - 7 cm, kemudian nikelin atau kenur pandu tersebut (kedua-duanya) diikatkan ke kili - kili. Sebelumnya kili - kili diikatkan ke senar utama dan pastikan anda masukkan timah pemberat di kenur utama. Timah pemberat yang digunakan adalah jenis yang bolong di tengah (timah melinjo) sehingga timah pemberat ini dapat bergerak leluasa di senar utama saat anda lempar ke tengah laut.

Setelah timah dimasukkan, ikatkan senar utama ke kili - kili yang tersambung dengan mata kail. Setelah rangkaian pancing siap digunakan maka perhatikan karet stopper di senar utama sebagai penjaga agar timah pemberat tidak berjalan terlalu jauh dari kili - kili. Jarak 5 cm biasanya sudah cukup memadai bagi anda untuk siap mancing.

Setelah umpan yang terpasang dilempar , pastikan senar berada pada garis lurus antara pemancing dan umpan. Tidak perlu anda menarik senar sehingga tegang, justru dengan membiarkannya agak kendor sehingga senar bisa terlihat terapung ringan di atas air akan membentuk satu garis. Apakah ikan akan menyambar, maka pemancing akan melihat garis yang terbentuk dari senar di atas air tersebut bergerak dengan lambat lalu cepat dan seterusnya.

ads

Ikan patin tidak akan tertari dengan umpan dalam satu kali sentakan, dimana begitu senar bergerak beberapa saat maka cepat - cepat sentak joran anda. Telat menyentak akan mengakibatkan umpan tersebut dilepehkan oleh ikan dan terlepas ke laut.

Ikan patin akan terasa jinak dan mengasikkan untuk dijadikan sebagai objek pancingan apabila dipancing dengan senar kecil. Untuk pemula disarankan memakai senar berukuran 8 - 12 lbs, bagi yang menyukai teknik fight “tarik - ulur” disarankan menggunakan senar berukuran 2 – 6 lbs.

Lakukan juga cara setelan drag yang disesuaikan dengan ukuran senar. Hentakan pertama tidak akan membuat ikan patin berukuran besar dapat melawan dengan kuat, sehingga anda yang berada di pinggir pantai biasanya akan merasa berat, tetapi semakin ke pinggir maka ikan akan mulai “mengamuk” dimana di sinilah anda harus kuat memegang pancing.

Hati - hati, sentakan mendadak dari patin terhadap senar kecil anda dapat memutuskan tali senar. Saat ikan sudah dekat dan siap untuk diangkat, siapkan serokan untuk mengangkat ikan. Ingat jangan memegang tali pancing apabila ingin mengangkat ikan untuk diserok. Apabila menggunakan kenur kecil, maka ikan patin yang hendak diserok tersebut biasanya akan melawan dengan keras dan kemungkinan besar bisa putus.

Pegasius yang biasa disebut ikan patin / jambal merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang senang bermain di dasar perairan. Untuk pemancing jenis ikan ini, perlu mengetahui tentang beberapa teknik, tips dan trik memancing ikan ini. Rangkaian pancing ikan patin bisa menggunakan pelampung atau tidak (glosor). Rangkaian ikan pancing pada umumnya terdiri dari 1 atau 2 mata kail ukuran kecil sampai sedang. Kondisi ini dikarenakan ikan pegasius tidak mempunyai mulut yang terlalu besar. Gunakan kawat nikelin kecil dan lemas atau kenur pandu / lider, kili - kili dan timah pemberat ukuran kecil. Yang harus diingat adalah apabila anda lebih suka pada pelampung maka jaga jarak kail jangan sampai pelampung terombang – ambing sepanjang kedalaman sungai atau kolam dan mempersulit umpan dapat menyentuh dasar.

Ikan Patin Dapat Dibudidayakan Di Kolam Terpal

Budidaya ikan patin tersebut di atas sangat mudah untuk dilakukan dan tidak begitu membutuhkan perlakuan khusus, bisa dibilang sama seperti pada budidaya ikan air tawar lainnya. Seiring dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat pada konsumsi ikan patin semakin membesar, budidaya ikan patin saat ini mulai berkembang dan dilirik oleh sebagian besar petani ikan karena mudah menjual di pasar tradisional hingga mall - mall.

Menurut Deni Rusmawan, salah seorang pembudidaya ikan patin asal Sukabumi, Jawa Barat, menjelaskan bahwa budidaya ikan patin terbagi dalam tiga tahap. Yaitu, tahap pembenihan, pendederan dan pembesaran. Di tahap pembenihan, pebudidaya harus fokus pada usaha penetasan telur ikan patin hingga menjadi benih unggulan. Menurut Deni, proses pembenihan ini akan memakan waktu sekitar 20 hari hingga benih patin mencapai panjang 1 inci. “Kalau sudah 1 inci, benih ikan patin siap dijual,” ujar Deni. Sedangkan pendederan adalah tahap pembesaran benih hingga panjangnya mencapai sekitar 3 inci. Ikan patin dengan ukuran ini bagus dijadikan bibit. Pendederan ini bagus untuk memenuhi permintaan pelanggan yang rata – rata menghendaki benih ikan patin siap tebar di kolam. Tahap pendederan membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan. Pada proses pembesaran, ikan patin digemukkan hingga mencapai berat yang mereka inginkan. “Biasanya sampai beratnya 0,5 kilogram (kg) atau 1 kg,” jelas Deni. Dari panjang 3 inci hingga berhasil mencapai berat 1 kg, para petani tersebut memerlukan waktu sekitar empat bulan. Untuk pemberian pakan, gunakan pelet ikan apa saja. Asalkan  ukuran pakan disesuaikan dengan diameter mulut ikan patin.

Apabila dalam satu kolam menampung 5.000 ekor patin dan ingin menghasilkan total bobot 100 kg, maka pemberian pakannya dapat mencapai sekitar 10% dari total target berat hasil panenan.

Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat !

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads