(Macrobrachium rosenbergii) merupakan salah satu tehnik atau cara budidaya udang galah yang saat ini sudah banyak diaplikasikan oleh petani pemula untuk tujuan memperoleh benih udang galah dengan tujuan pemakaian sendiri atau untuk dijual secara komersil. Bahan - bahan atau peralatan yang wajib disediakan adalah tangki induk, tangki asuhan, artemia, kastad telur, dan botol yang telah dipotong tapaknya, jaring dan juga tali. Udang galah pada umumnya menjalani proses pembiakan secara mudah dimana pembenihan udang galah (macrobrachium rosenbergii) dilakukan dengan menerapkan kemahiran khusus yang bisa dengan mudah dipelajari melalui kursus - kursus yang dianjurkan oleh pihak pemerintah atau swasta dan individu yang ahli dibidang ini. Cara ini dilakukan dengan meletakkan induk jantan dan betina dalam satu tangki simen dengan nisbah 1 : 2 (seekor jantan dengan dua ekor betina). Induk jantan mudah dikenal dengan cara memeriksa saiz penyepitnya yang lebih panjang dan berwarna kebiruan. Kadang -kadang terdapat juga penyepit kecil diantara kaki - kaki di badannya. Apabila induk betina yang matang mulai menghasilkan telur berwarna kuning jingga maka induk tersebut dapat diasingkan dan diletakkan di bawah pengawasan khusus untuk pembiakan.
Teknik Pembenihan Udang Galah
Induk betina yang memiliki telur berwarna jingga - coklat perlu untuk ditangkap dan dimasukkan ke dalam botol yang memiliki jaring dibagian ujungnya. Botol – botol ini kemudian akan dimasukkan ke dalam tangki simen berukuran 4m x 4m x 1.5m lalu diberi pengudaraan secukupnya dengan memanfaatkan aerator. Botol tersebut diikat dengan tali erat – erat diujungnya untuk memudahkan melalui proses pemberian makanan kepada induk.
Kemasinan (salinity) untuk masing – masing tangki pembiakan ini ialah antara 15 - 20 ppt. Saliniti akan diukur dengan mengaplikasikan tehnik refraktometer (hanna instrument). Setiap hari, induk akan diberi makan berupa hati ayam atau kastad telur untuk memastikan mereka akan mendapatkan protein dalam jumlah yang mencukupi sehingga menghasilkan benih yang berkualitas. Induk akan diperiksa setiap hari untuk memastikan mereka sudah melepaskan telurnya. Apabila induk betina telah melepaskan telurnya maka ia akan diangkat dan dimasukkan kembali ke dalam tangki induk. Selepas 3 hari, rega udang galah akan diberi makan nauplii artemia secukupnya. Jumlah artemia yang akan diberi makan adalah berdasarkan anggaran dimana waktu yang tepat memberi makan artemia adalah pagi dan petang. Pada peringkat ini, saliniti air dikekalkan pada 17 ppt. Pastikan jumlah artemia yang diberi makan dalam jumlah mencukupi dengan memeriksa rega udang galah. Apabila artemia yang diberi adalah mencukupi, maka rega udang galah akan berwarna kemerahan pada bagian dalam kepalanya. Jika kurang mencukupi,rega udang galah akan berwarna lutsinar (kami rangkum dari berbagai sumber).
Selepas 2 minggu, proses penukaran makanan bisa dimulai dengan menukarkan artemia dengan kastad telur. Pada waktu ini disarankan untuk memberi kastad telur kepada artemia di waktu pagi dan petang. Selepas 3 hari, kastad telur diberi makan sepenuhnya di waktu pagi dan petang. Selepas 30 hari, rega udang galah akan bertukar menjadi pasca larva (post larvae, PL). Kondisi ini mulai bisa dikenali jika anak - anak udang ini mulai berenang ke permukaan air dan suka melekat di dinding tangki. Apabila sudah sampai ke peringkat ini, maka saliniti air akan diubah kepada 0 ppt secara berselang – seling untuk memberikan kejutan kepada anak – anak udang sehingga mereka mau ke permukaan air.Â
Pengurusan udang galah meliputi tehnik pengurusan larva karena benih udang rata – rata sangat sensitif terhadap lingkungan di sekitarnya yang kadang – kadang terjadi proses kanibalisme.
Perlu diketahui bahwa seekor induk mungkin akan mampu menghasilkan beribu - ribu anak benih tetapi jika pengurusan anak benih adalah teruk yaitu hasil unggul yang diperoleh dengan cara tersebut di atas. Induk yang dikurung di dalam botol – botol ini biasanya rentan mengalami stres karena berada dalam tempat – tempat yang kecil. Perlu melakukan cara pemerikasaan secara harian untuk melihat 2 ekor induk yang dikurung bersamaan dan akan memakan rakannya jika makanan yang diberikan kurang mencukupi. Jumlah anak benih yang berhasil mencapai peringkat PL atau pasca larva adalah sedikit berbanding jumlah semula yang berhasil menetas. Kondisi ini disebabkan oleh makanan yang tidak mencukupi, kualitas air yang tidak menentu dan persekitaran yang rentan terserang penyakit dan tekanan. Benih udang galah yang sesuai dan unggul untuk dimasukkan ke dalam kolam haruslah seperti disebutkan di atas dan umur sesuai.
Erat kaitannya dengan penjelasan dari kami tersebut di atas, udang galah merupakan sejenis hewan laut yang memiliki ciri fisik adalah rumit dengan bentuk penjepitnya yang panjang dan beruas. Udang galah ini merupakan keluarga palaemonidae yaitu sekumpulan udang kecil.
Lazimnya udang galah di seluruh dunia sangat diminati oleh semua orang karena daging udang ini sangat lezat dan gurih, ia mendapat nama sebagai 'udang galah' disebabkan karena sepasang penyepit atau seperti kaki untuk berjalan menopang tubuh dimana keduanya memanjang melebihi ukuran badannya 'seperti galah panjang'. Bentuk fisik inilah yang membuat udang galah mudah dikenali, bahkan mudah dibedakan daripada spesies udang air tawar lainnya.
Merujuk kepada beberapa peneliti, mereka telah menemukan beberapa peringkat pengkelasan tentang bagaimana cara mengenal dengan mudah spesies udang galah diantara jenis udang yang lainnya. Ada sembilan peringkat pengkelasan udang galah yang meliputi kelas alam hingga spesies.
Udang galah atau nama ilmiahnya adalah macrobrachium rosenbergii dapat dijumpai dengan mudah dalam kawasan sungai air tawar dan payau. Habitat udang galah biasanya berubah – ubah terutama pada peringkat larva, juvenil atau pun poslarva hingga dewasa. Fenomena migrasi mereka untuk mencari habitat dan kebutuhan biologi sangat penting untuk diketahui bagi pemula budidaya udang galah untuk keberhasilan mengembangkan generasi pada bibit udang galah. Maka dari itu, generasi udang galah mudah ditemukan di sekitaran sungai beriar jernih dan agak dalam walaupun populasinya mulai berkurang saat ini.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.