Salah satu yang membuat sepakbola itu indah adalah ketidakpastian hasilnya. Sepanjang 90 menit mustahil untuk memastikan hasilnya bahkan di satu menit terakhirpun. Pada pertandingan sepakbola satu menit bisa mengubah pertandingan secara drastis.
Sudah banyak kita lihat bagaimana gol-gol mengubah jalannya pertandingan dan membuat pertandingan tersebut masuk dalam buku sejarah sepakbola. Berikut kami sajikan lima gol yang mengubah jalannya pertandingan.
5. Gol Dejan Lovren untuk Liverpool melawan Borussia Dortmund (2016)

Tampaknya mustahil bercerita tentang comeback di sepakbola tanpa membahas Liverpool karena mereka sudah banyak mencatatkan sejarah comeback yang luar biasa.
Ini terjadi pada perempat final Liga Europa pada musim 2015-2016 melawan Borussia Dortmund. Pada leg pertama The Reds di Signal Iduna Park mereka bermain imbang 1-1. Dan pada leg kedua semuanya tampak suram, dalam sembilan menit Dortmund unggul 0-2, Divoc Origi sempat memperkecil ketertinggalan tetapi gol Marco Reus seperti mengakhiri harapan Liverpool.
Tetapi, Coutinho mencetak gol di menit 66 diikuti dengan sundulan Sakho 11 menit kemudian dan terakhir gol Lovren di injury time yang memastikan Liverpool lolos ke babak semi final.
4. Gol Troy Deeney untuk Watford melawan Leicester City (2013)

Babak play-off Championship merupakan pertandingan yang sangat penting bagi klub kasta kedua Liga Inggris karena akan menentukan mereka akan bermain di Premier League atau tidak. Pada musim 2012-2013 Watford dan Leicester bertemu di babak play-off semi final.
Pada leg pertama The Foxes unggul 1-0 di Kin Power berkat gol David Nugent dan mereka percaya diri bisa melewati ini pada leg kedua. Namun, leg kedua jauh dari harapan mereka gol Vydra di menit 15 bisa dibalas Nugent empat menit kemudian. Vydra kemudian menggandakan golnya pada menit 65 dan skor bertahan 2-1 hingga Injury time. 2-1 berarti Leicester yang lolos ke babak final play-off, tetapi dengan injury time yang sampai 7 menit Deeney mencetak gol yang memastikan mereka lolos ke babak final beberapa detik sebelum wasit meniup peluit.
3. Gol Sergio Ramos melawan Atletico Madrid (2014)

Setelah Atletico Madrid membungkus gelar ke -10 La Liga mereka pada musim 2013-2014, Real Madrid mengincar trofi Liga Champions ke -10 mereka. Terakhir kali Los Blancos memenangkan ini pada musim 2001/2002. Ini tampak seperti menunggu seperti satu dekade dan jalan mereka terancam untuk meraih ini setelah gol Diego Godin pada menit 36.
Gol Godin bertahan hingga 90 menit, tetapi pada menit 93 Sergio Ramos berhasil menyamakan kedudukan setelah mengkonversi umpan dari Luka Modric. Pertandingan pun menuju babak extra time dan Gareth Bale membawa mereka unggul pada menit 110 ditambah Marcelo delan menit kemudian dan penalti Cristiano Ronaldo dua menit kemudian. Ini memastikan Real Madrid mendapatkan la Decima.
2. Gol Edin Dzeko dan Sergio Aguero untuk Manchester City melawan QPR (2012)

Manchester City meraih empat gelar Premier League sejauh ini, dua dari itu datang lima tahun terakhir. Yang pertama dari dua tersebut pada musim 2011/2012 setelah menunggu 44 tahun. Ini mungkin gelar yang sulit untuk dilupakan fans Manchester City.
Pada pertandingan terakhir Manchester City dan Manchester United memiliki poin yang sama, hanya selisih gol saja. Pada pertandingan terakhir City bertemu dengan QPR, laga yang paling mendebarkan bagi fans City. Mereka memang unggul 1-0 di babak pertama, tetapi di babak kedua Djibril Cisse dan Jamie Mackie membuat mimpi mereka buram. Keunggulan QPR bertahan hingga 90 menit dan seperti tidak ada harapan lagi, tetapi Aguero cs tak menyerah, Dzeko menyamakan kedudukan pada menit 92 dan Aguero memastikan gelar Premier League mereka dua menit kemudian usai menerima umpan dari Balotelli.
Manchester United menang 1-0 melawan Sunderland, bila Aguero gagal mencetak gol pada saat itu otomatis gelar Premier League akan jatuh ke tangan rival sekotanya.
1. Gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solsskejaer untuk Manchester United melawan Bayern Munich (1999)

Tiga menit injury time menjadi penentu siapa yang akan memenangkan Liga Champions pada musim 1998/1999 di Camp Nou. Semua penonton menahan nafas melihat tiga menit terakhir laga final antara Manchester United dan Bayern Munich.
Bayern unggul pada menit6 lewat tendangan bebas dan ini bertahan sampai waktu normal 90 menit. Pada menit 91 tendangan bebas David Beckham gagal diamankan Bayern dan jatuh ke Ryan Giggs, bola kemudian disodorkan ke Teddy Sheringham dan membuat skor 1-1.
Tampaknya pertandingan akan berakhir dengan adu penalti, tetapi pada menit 93 lagi-lagi tendangan sudut Beckham jadi bencana. Bola mengarah ke Sheringham dan menyundulnya ke arah Solskjaer yang bereaksi dengan cepat. Bayern pun harus tertunduk melihat dua gol injury time Manchester United.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.