Indonesia merupakan salah satu negeri yang dikaruniai sumber daya alam nan berlimpah, salah satunya adalah berupa rempah - rempah (spices) yang bermanfaat guna menambah cita rasa dan aroma pada masakan yang anda buat. Seiring berkembangnya teknologi dan kegunaan pada rempah - rempah semakin berkembang pesat maka saat ini rempah - rempah juga digunakan dalam bidang farmasi dan kecantikan. Selain diekspor dalam bentuk bahan baku, juga dapat diekspor dalam bentuk olahan / bubuk rempah - rempah dalam kemasan menarik.
Yang banyak beredar saat ini adalah tepung maupun minyak atsiri. Di negara - negara yang mengenal 4 musim seperti di Eropa, Amerika dan beberapa negara di Asia, rempah - rempah digunakan untuk menghangatkan badan.
Berikut beberapa rempah - rempah Indonesia yang telah mendunia :
Pala
Menurut pendapat para ahli, pala adalah salah satu tanaman asli Indonesia yang berasal dari Malaise Ar Chipel yaitu gugusan kepulauan Banda dan Maluku. Kemudian menyebar dan berkembang cukup pesat ke pulau - pulau lain yang berada di sekitarnya, bahkan sekarang penyebarannya sudah mencapai Aceh, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, Jawa Barat, Sumatera Barat dan beberapa daerah lainnya yang mulai menggalakkan untuk menanam pala.
Sebagai tanaman rempah - rempah, pala mampu menghasilkan minyak etheris dan lemak khusus yang berasal dari biji dan fuli. Biji pala menghasilkan 2 sampai 15 % minyak etheris dan 30 - 40 % lemak, sedangkan fuli menghasilkan 7 - 18 % minyak etheris dan 20 - 30 % lemak (fuli adalah arie yang berwarna merah tua dan merupakan selaput jala berfungsi buat membungkus biji).
Daging buah pala dapat digunakan sebagai manisan atau asinan, biji dan fulinya bermanfaat dalam industri pembuatan sosis daging babi, makanan kaleng, pengawetan ikan laut dan lain - lainnya. Disamping itu minyak pala dari hasil penyulingan bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri sabun, parfum, obat - obatan dan sebagainya. Ekspor pala pada bulan Januari - Agustus 2015 sebesar 10.663 ton senilai US$ 67.769.071 atau meningkat 17,30% dibanding tahun 2014. Ekspor pala 2014 sebesar 9.091 ton, di Vietnam menyerap pala Indonesia paling banyak pada tahun 2015 sebesar 41%, pala dari Sulawesi diekspor ke Vietnam sebesar 4.411 ton atau senilai US$ 11.438.80. Pala Indonesia saat ini berhasil menguasai 80% pasar Uni Eropa. Selain Vietnam, pala Indonesia juga diserap oleh pasar Amerika Serikat, Jepang, India, dan Belanda hingga Afrika.
Cengkeh (Clove)
Cengkeh (syzygium aromaticum, syn. eugenia aromaticum), dalam bahasa Inggris disebut cloves merupakan tanaman cengkeh dari keluarga pohon myrtaceae. Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara - negara Eropa, dan sebagai bahan utama membuat rokok kretek khas Indonesia. Juga tanaman cengkeh dapat dijadikan sebagai minyak atsiri dengan menyuling daun kering untuk digunakan dalam bidang farmasi.
Berdasarkan data produksi cengkah perkebunan rakyat, rata - rata tahun 2009 - 2013 terdapat 8 provinsi yang menjadi sentra produksi dan khusus berkontribusi kumulatif hingga mencapai 77,31% dari produksi cengkeh Indonesia. Sebagian besar cengkeh Indonesia adalah berasal dari Sulawesi. Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi sentra terbesar dengan dengan rata - rata produksi sebesar 11,99 ribu ton atau berkontribusi sebesar 13,51% terhadap total produksi cengkah Indonesia. Provinsi Maluku, Sulawesi Utara dan Jawa Timur merupakan provinsi sentra berikut yang berkontribusi sebesar 12,48%, 11,52% dan 10,65%. Sementara provinsi Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat memberikan kontribusi sekitar 10%.
Nilai ekspor komoditas cengkeh Indonesia pada tahun 2013 menurut BPS adalah sebanyak 4.711,421 ton senilai USD. 22.895.330. Cengkeh Indonesia di ekspor ke seluruh dunia, adapun negara terbanyak yang melakukan impor cengkeh dari Indonesia dan sukses adalah Vietnam 1.147,634 ton, Belanda 480,039 ton, Singapura 459,726 ton, Amerika Serikat 414,083 ton, India 314,362 ton, Pakistan 224,837 ton, Malaysia 212,082 ton, Mesir 197,928 ton, Thailand 158,180 ton, Turki 103 ton, Jerman 59,015 ton, Prsncis 50 ton , dan Brasil 50,450 ton.
Kayu Manis (Cinnamon)
Satu lagi komoditas rempah - rempah khas Indonesia yang sukses di mancanegara yaitu kayu manis atau biasa dalam perdagangan disebut cinnamon. Di dunia ada 4 (empat) jenis kayu manis yang cukup terkenal dan diperdagangkan di pasar lokal ataupun ekspor, yaitu : cinnamomum burmanni, cinnamomum zeylanicum, cinnamomum cassia, dan cinnamomum cullilawan.
Cinnamomum burmanii berasal dari Indonesia. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik pada ketinggian sekitar 600 â 1500 mdpl yang menyebar di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, dan Bengkulu dengan tinggi tanaman bisa mencapai 15 m.
Cinnamomum verum (true cinnamon, Sri Lanka cinnamon atau ceylon cinnamon) memiliki 3 kelompok besar yaitu :.
- Cinnamon burmannii (korintje, casiavera, atau Indonesian cinnamon).
- Cinnamon loureiroi (saigon cinnamon atau Vietnamese cinnamon).
- Cinnamon aromaticum (cassia atau Chinese cinnamon).
Kebutuhan akan kayu manis di dunia setiap tahun terus meningkat, dimana diketahui bahwa kebutuhan impor kayu manis dunia rata - rata 100.000 ton per tahun. AS masih sebagai importir terbesar, disusul India, Uni Emirat Arab, Meksiko, Belanda, negara - negara Timur Tengah, Singapura, Korea, Brasil, dan Jepang.
Pada tahun 2014, Indonesia memiliki pangsa pasar 24,33% dalam perdagangan kayu manis di dunia. Keunggulan kayu manis Indonesia adalah kaya akan aroma rempah yang menyengat pada masakan yang anda buat dan kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi, memiliki warna yang spesifik. Umumnya kayu manis dimanfaatkan untuk bumbu makanan, minuman, industri parfum dan farmasi / medis. Dalam tiga bulan pertama tahun 2015, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kayu manis berada dalam tempat ketiga dari berbagai rempah - rempah yang diekspor dari Indonesia, setelah lada dan pala. Nilai ekspor kayu manis terbesar adalah berbentuk serbuk atau telah dihancurkan (crushed), dimana sebagian kayu manis di Indonesia diekspor ke Amerika Serikat dengan nilai USD 10.900.000 dengan pangsa pasar 41,88% diikuti oleh Belanda di tempat kedua dengan nilai ekspor USD 2,2 juta atau pangsa pasar 8,66%. Thailand dengan USD 1,2 juta (4,48%), Republik Dominika USD 1 juta (4,03%) dan Brasil USD 974.000 (3,74%) .
Saat ini ekspor kayu manis dari Indonesia terus mengalami peningkatan yang cukup tajam setiap tahun, dari 2010 senilai USD 48,4 juta, pada tahun 2010 menjadi USD 107,1 juta dan pada tahun 2014 usaha kayu manis terus berkembang dan banyak yang membutuhkan.
Itulah beberapa rempah - rempah Indonesia yang mendunia dimana komoditas tersebut dapat dikatakan mendominasi pasar rempah internasional, sehingga tidak diragukan lagi usaha di bidang rempah - rempah memiliki peluang yang bagus dimasa sekarang maupun dimasa datang.
Semoga bermanfaat.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.