Kastuba merupakan salah satu jenis tanaman perdu dengan tinggi maksimal mencapai 4 meter, daunnya berbentuk oval berwarna hijau tua, panjangnya sekitar 7 – 15 cm. Bunga pada tanaman kastuba disebut cyathia memiliki bentuk cantik nan bergerombol pada bagian ujung batang dan tersusun dalam satu rangkaian serta tidak mempunyai mahkota, tapi di bawah gerombolan bunga terdapat daun bagian atas (disebut braktea) yang berwarna merah tua, merah jambu, atau berwarna putih. Daun muda pada bagian atas yang berwarna dominan inilah disebut sebagai bunga.
Di Indonesia sendiri, tanaman ini biasa tumbuh alami di kawasan dataran tinggi, Cianjur, lereng Bromo, Kota Batu malang dan beberapa tempat lainnya di Indonesia yng berada di kawasan dataran tinggi. Di daerah - daerah tersebut bunga kastuba sering ditemukan di pinggir - pinggir jalan atau di wilayah pemakaman.
Kastuba atau poinsettia adalah tanaman hias yang mampu tumbuh subur pada iklim subtropis (dingin), Bunga ini berasal dari negara Meksiko dan identik sebagai tanaman hias untuk hari Natal di Meksiko karena memiliki warna daun merah dibagian atasnya sesuai dengan warna - warni hiasan di hari Natal. Di negara - negara beriklim subtropik, tanaman ini biasa digunakan sebagai alternatif pengganti tanaman hias yang sulit tumbuh di daerah tersebut. Dalam bahasa Náhuatl, tanaman ini disebut cuitlaxochitl (bunga kotoran), karena biji bunga kadang – kadang tumbuh di atas kotoran burung yang telah memakan biji - biji bunga tersebut. Beberapa sebutan berbeda dimiliki oleh si bunga Natal ini misalnya di Spanyol disebut flor de pascua (bunga Paskah), flor de nochebuena (bunga malam Natal), atau arbolito de navidad (tanaman Natal). Beberepa sebutan tersebut diberikan karena kastuba sering dipakai saat hari Natal.
Tanaman ini juga mempunyai julukan yang berbeda - beda di setiap daerah di Indonesia, antara lain :
Sumatera : bunga denok atau puring benggala.
Jawa : kastuba, godong racun, wit racun, racunan atau pohon merah.
Sunda : ki geulis.
Bali : racun atau kedapa.
Cara menanam tanaman kastuba adalah dengan cara stek batang. Cara ini merupakan cara pembudidayaan bunga kastuba yang cukup sederhana, cepat tumbuh namun tetap menghasilkan tunas keturunan yang sama baiknya dengan induknya. Untuk melakukan stek pada bunga kastuba, pilihlah tanaman induk yang sehat dan bebas dari serangan hama penyakit, berikut kami berikan langkah - langkah pembudidayaannya.
Langkah - Langkah Budidaya
Alat dan bahan :
- Induk bunga kastuba.
- Media tanam (tanah kompos dalam polybag sedang).
- Perangsang akar (rooten).
- Gunting.
- Air dan gembor.
Tata Cara Stek
Pertama - tama pilih induk tanaman yang bercabang banyak dan sehat, kemudian pilih dan potong beberapa batang yang tua berukuran masing - masing 15 cm. Setelah batang yang akan di stek sudah siap maka anda larutkan sedikit serbuk rooten dengan air secukupnya (1 sendok teh rooten untuk 2 sendok makan air), lalu oles atau celupkan pangkal tunas batang yang akan di stek dan tanam pada media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya yaitu tanah kompos dalam polybag, jangan lupa di setiap batang yang di stek sisakan beberapa helai daun muda sebagai tanda apakah anda akan berhasil stek, jangan dibuang semua supaya anda bisa mengontrol kondisi tunas stek dari kekurangan asupan air dan sinar matahari. Selanjutnya siram tunas - tunas stek tersebut secara berkala dan rutin 2 X sehari dan pastikan mendapat cukup asupan sinar matahari. Hindari pemakaian pupuk kimia jika tidak ada masalah pada prtumbuhan tanaman.
Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat !
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.