article

Cara Budidaya Tanaman Bunga Melati -- 2

Cara Budidaya Tanaman Bunga Melati -- 2

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Pengendalian hama bisa anda lakukan dengan cara pengendalian hayati, dengan memaksimalkan ekosistem pertanian maupun dengan menggunakan pestisida. Pengendalian hayati dilakukan dengan cara memasukkan, memelihara atau memperbanyak musuh - musuh alami serta bisa dengan cara memanfaatkan pestisida selektif. Pengendalian dengan cara ini terbukti ampuh untuk menghindari atau mengurangi penggunaan pestisida yang berspektrum luas. Pengendalian hama dengan memaksimalkan ekosistem pertanian bisa dilakukan dengan menggunakan bibit unggul, melakukan sanitasi kebun, pemupukan yang dilakukan berimbang, pergiliran tanaman serta penggunaan tanaman perangkap.

Beberapa hama yang banyak menyerang tanaman melati diantaranya adalah :

ads

  • Palpita unionalis hubn. Hama ini suka menyerang daun tanaman sebagai ulat papita, yang menyerang tanaman melati saat mereka berada dalam bentuk larva (ulat). Pengendalian hama bisa anda lakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang dan menyemprotkan insektisida seperti Decis 2,5 EC atau Perfekthion 400 E.

  • Hendecasis suplifascialis. Hama ini dapat menyerang tanaman melati dengan cara menggerek / melubangi bunga sehingga gagal mekar dan terinfeksi sehingga kuntum bunga dalam satu tudung bisa membusuk dan rusak. Pengendalian dilakukan dengan cara menggunakan insektisida seperti Desic 2,5E, Cascade 50 EC atau Lannate L.

  • Thrips sp. Hama ini merupakan salah satu hama yang suka menyerang berbagai jenis tanaman dengan mengisap cairan permukaan daun saat daun masih muda. Untuk pengendaliannya dilakukan dengan cara mengurangi keragaman tanaman inang di sekitar kebun tanaman melati. Pengendalian dengan insektisida bisa dilakukan dengan menggunakan Mesurol 50 WP, Pegasus 500 SC atau Dicarzol 25 SP.

  • Dialeurodes citri. Hama ini hidup dengan cara bergerombol dan menempel pada cabang ranting maupun pucuk. Hama akan mengisap cairan dalam sel sehingga dapat mengganggu proses metabolisme tanaman terutama mereka akan mengganggu proses fotosintesis. Pengendalian hama bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti Perfekthion 400 EC / Decis 2,5 EC.

Selain hama, beberapa penyakit juga kerap menyerang dan merusak produksi bunga pada tanaman bunga melati. Penyakit dapat disebabkan oleh jamur maupun parasit. Beberapa contoh penyakit yang mudah menyerang tanaman melati diantaranya adalah :

Hawar daun, disebabkan oleh jamur rhizcotonia solani kuhn. Penyakit ini mampu menyerang daun yang terletak dekat dengan permukaan tanah. Hawar benang (thread blight), disebabkan oleh jamur marasmiellus scandens mass, yang kerap menyerang pada bagian cabang tanaman. Hawar bunga (flower blight), disebabkan ole jamur culvularia sp, fusarium sp, juga phoma sp. Penyakit ini ditandai dengan tudung bunga yang membusuk, berwarna cokelat muda dan terkadang disertai gugurnya bunga sebelum mekar. Bercak daun, disebabkan oleh jamur pestaloita sp, dimana bercak - bercak berwarna coklat hingga kehitaman akan muncul pada permukaan daun. Karat daun, disebabkan oleh cephaleuros virescens kunze, merupakan ganggang hijau parasit. Penyakit ini terutama suka menyerang daun - daun yang sudah tua, ditandai dengan munculnya bercak - bercak kemerah - merahan dan berbulu pada daun yang terserang penyakit. Jamur upas, disebabkan oleh jamur capnodium salminicolor, suka menyerang batang dan cabang tanaman juga daun berwarna hitam oleh kapang jelaga yang berwarna hitam.

Pemanenan

Untuk menentukan apakah bunga melati sudah bisa dipanen, dapat dilihat dari beberapa ciri fisik bunga. Salah satunya adalah dengan ditandai oleh ukuran kuntum bunga yang sudah besar dan masih kuncup atau setengah mekar. Tanaman melati mulai berbunga pada usia tanaman 7 - 12 bulan. Pemanenan bisa dilakukan hingga tanaman berumur 5 – 10 tahun dan dapat dilakukan pada sepanjang tahun selama berkali - kali. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik bunga, sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari saat matahari sudah tidak terlalu terik dan cuaca tidak terlalu panas. Hasil panen tertinggi biasanya mampu dicapai pada 1 – 2 minggu awal, kemudian akan mulai menurun dan meningkat kembali 2 bulan setelahnya. Setiap tahun, masa berbunga tanaman melati akan berlangsung hingga 3 bulan. Setelah dipetik atau dipanen, untuk dapat mempertahankan bunga tetap segar dan tidak mudah layu, bunga bisa dihamparkan pada wadah beralas plastik dan disimpan pada suhu dingin antara 0 – 5ºC.

Cara Meningkatkan Produksi Bunga (Pembungaan)

Untuk semakin dapat meningkatkan produkstivitas tanaman bunga melati dapat diberikan pupuk dengan kandungan fosfor (P) dalam jumlah yang lebih tinggi seperti dengan pupuk gandasil B (6 – 20 - 30) maupun dengan hyponex biru (10 – 40 - 15) dengan dosis yang dianjurkan sesuai dengan tertulis pada kemasan. Selain pupuk, zat perangsang tumbuh (ZPT) juga sangat bermanfaat untuk pertumbuhan, ZPT yang dibutuhkan terutama adalah cycocel (chloromiguat) untuk bisa meningkatkan dan mempertahankan kemunculan kuntum – kuntum bunga melati. Bisa juga dengan memberikan / menyemprotkan cycocel dengan konsentrasi 5.000 ppm sebanyak 1.45 kg per tanaman.

Demikian kami menjelaskan, semoga bermanfaat !  

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads