Bunga cempaka atau biasa disebut dengan nama populer bunga kantil telah lama dikenal di Indonesia yang merupakan tanaman hias mahal dimana mampu tumbuh subur di seluruh pulau Jawa dan khususnya di daerah Jawa Tengah. Untuk saat ini, pada tanaman kantil ini telah banyak dibudidayakan secara komersial di daerah pedesaan dan sebagian besar melalui cara - cara tradisional saja.
Teknik Tanam Kantil Di Dalam Pot
Pertama - tama pada pot diisi dengan tanah, pasir dan kemudian pupuk kandang yang telah matang dengan memakai perbandingan 1:1:1. Pada pot media tanam diisikan secukupnya saja agar tidak tumpah sewaktu bibit kantil akan ditanam, kira - kira disisakan setinggi 15 cm saja. Sabut pembungkus bibit baik itu berupa cangkokan maupun polibag stek dilepas dengan perlahan - lahan agar tidak merusak akar baru / tidak mengganggu akarnya.
Berikutnya, pada bibit yang akan ditanam di dalam pot disarankan untuk diletakkan di tempat yang teduh, untuk sementara waktu. Lalu setiap satu tahun sekali 1/3 bagian tanah dalam pot wajib diganti dengan tanah yang baru dan sudah dicampur pupuk kandang.
Menanam Kantil Di Pekarangan Rumah
Dalam penanaman dengan membuat lubang - lubang tanam dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm, masing - masing lubang diisi dengan memiliki perbandingan 3:1 lalu bibit ditanam satu per satu dan kemudian diberi air dan bisa dipagari pada bagian pinggirnya.
Perawatan
Penyiraman
Pada tanaman yang masih muda perlu memperoleh perawatan yang intensif berupa penyiraman yang dilakukan secara teratur terutama di musim kemarau, sedangkan pada tanaman dewasa tidak dibutuhkan penyiraman terkecuali terjadi tanda - tanda kekurangan air pada tanaman tersebut.
Pemupukan
Untuk waktu pemupukan yang tepat adalah pada awal musim hujan dan menjelang musim kemarau, untuk pedoman dalam pemberian pupuk ialah sebagai berikut : untuk hama, penyakit maupun parasit, kelompok hama yang menyerang adalah pada buah atau penggerek buah dikenal dengan nama hama dari jenis ulat batik ( phyllocnites sp ), penggerak daun ( leaf blotch miners ) ialah sejenis ulat daun ( papilo memron ), kumbang, walang sangit ( leptocorisa acuta ), semut dan kutu serta berbagai penyakit lainnya dengan tanda - tanda awal yakni bercak coklat yang disertai tumbuhnya banyak parasit / benalu.
Waktu Panen
Pada tanaman kantil yang sudah berusia dewasa yaitu sekitar 1 tahun sudah bisa dipanen bunganya. Untuk cara penen yang benar adalah dengan cara memetik dengan memakai tangan atau bisa dapat pula dengan menggunakan galah. Untuk pemetikan disesuaikan dengan keadaan pasar atau permintaan dari pembeli dimana disarankan yang paling bagus ialah pada waktu sore hari.
Dalam pemasaran terhadap bunga kantil bisa dilakukan dengan cara tradisional yakni dipasar tradisional pasar bunga / pasar kembang, pasar tanaman hias atau ditepi jalan yang strategis hingga kepada para pengumpul bunga kantil.
Demikianlah pembahasan singkat dari kami semoga bermanfaat !
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.