Aku membutuhkan belaian Anda, setiap hari,
Ya, aku membutuhkan cinta manis itu, setiap menit,
Aku akan datang kembali untuk Anda lalu bertekuk lutut suatu hari,
Aku tahu, aku telah melakukan kesalahan walau hanya sekali,
di mata Anda, yang telah menangis karena aku,
Aku akan mencari pengampunan, di sana.
Aku akan mencium bibir Anda sebagai tanda cinta,
Dan mencari kehangatan, yang bisa Anda beri untukku,
Aku membutuhkan belaian itu, setiap hari,
Ya, aku ingin sebuah keabadian cinta, setiap menit.
Aku tidak pernah menyentuh Anda,
Aku tidak pernah merasakan bibir Anda,
Aku tidak pernah memegang tangan Anda terlalu erat,
dan Anda tidak pernah menatapku kembali lebih baik,
Tapi aku merasa cinta yang mendalam tentang Anda jauh di dalam hati ini,
Suara Anda yang benar adalah begitu baik,
tubuh Anda yang benar adalah membuat aku gila,
wajah Anda yang benar adalah cukup cantik,
untuk aku lihat di sepanjang malam dan hari – hari lainnya,
tapi itu bukan alasan bahwa aku sangat mencintaimu,
Namun aku sangat mencintainya karena Anda !
Puisi indah yang aku buat pada malam bulan purnama, di bawah rindangnya pohon berdaun aneka warna yang banyak terdapat di belakang vila sederhana keluarga kami. Sekali waktu, ayah saya mempunyai seorang teman gadis yang sangat ia kasihi seperti halnya putrinya sendiri. Tapi mereka hanyalah berteman biasa saja. Dia tahu bahwa gadis itu sudah memiliki seorang kekasih, laki - laki sangat tampan yang ingin segera melamar dia untuk melakukan sebuah pernikahan. Tapi ayah saya dan dia selalu menjaga perasaan dan berbicara satu sama lain sebanyak yang mereka bisa lakukan tanpa mengusik sedikit pun perasaan pribadi kami masing - masing.
Namun kadang - kadang mereka berdua sering bertemu dan jalan – jalan di taman kota sambil saling berbagi cerita menarik, hal - hal buruk tentang tunangannya, kadang - kadang ia mengeluh, “ Aku menyesal tentang tunangan saya, saya merasa sangat menyesal tentang diriku sendiri, aku seharusnya tidak mencintainya terlalu dalam, tapi aku tidak bisa berbuat apa - apa tentang ini saat ini, sudah begitu terlambat. “
Jadi ... ayah saya hanya bisa mendengarkan cerita - cerita sedih itu dan tidak pernah memintanya untuk menyerah pada keadaan yang terburuk sekali pun, tidak pernah meminta alasan kenapa dia tidak bisa mencintai kekasihnya lagi atau alasan tentang sebuah penyesalan. Dia selalu tetap tenang dan senang berada di dekat gadis itu, seperti setitik glacier. Meskipun saya tahu bahwa kadang – kadang keharuan telah menghanyutkan perasaannya secara berlebihan sehingga dia terlihat seperti ingin menangis dalam hati setiap kali gadis itu berbicara dan mengeluh kepadanya.
Atau di suatu kesempatan yang sangat indah, liburan musim panas misalnya, mereka berdua dengan diantar oleh sopir keluarga kami, Jacob driver selalu dengan riang hati merencanakan untuk berjalan – jalan ke salah satu kawasan wisata yang ada di kota ini. Seperti sekarang, mereka berencana akan pergi ke istana atau kastil Neuschawanstein terletak di desa Schwangau, kota Füssen dalam perbatasan dengan Austria. Sebuah kastil kuno yang dibangun oleh Raja Ludwig II karena kecintaan beliau yang begitu dalam menyukai bidang seni.
Desa Schwangau terletak 100 km dari arah Munich. Perjalanan dimulai dengan melalui kota -Â Â Â kota kecil dan beberapa desa di kiri kanan jalan raya utama. Disamping itu hampir sepanjang jalan mereka menjumpai dataran hijau perkebunan anggur, apel, peaches, plums dan pears. Juga diselingi oleh padang rumput berwarna hijau tempat beberapa keluarga kaya raya membuka usaha peternakan sapi dan kuda. Tidak jauh dari area perkebunan dan peternakan tersebut, banyak dijumpai rumah - rumah kecil dan unik arsitektur khas Eropa merupakan tempat tinggal penduduk asli di daerah ini.
Hampir 2 jam menempuh perjalanan dengan mobil mereka, pemandangan semakin hijau sungguh mempesona mata melihat. Kemudian di kejauhan, mereka mulai menemukan sebuah titik putih tepatnya dibawah kaki gunung yang memiliki puncak berkilau karena tertutup salju tebal. Beberapa menit selanjutnya, sebuah kastil berwarna putih pucat tampak berdiri dengan megah tidak jauh dari mereka. Gadis itu benar – benar seperti berada dalam negeri dongeng Hans Christian Andersen.
To be continue !Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.