Pada usia 2 minggu, benih akan berkecambah. Jika memasuki usia lebih dari 1 benih dari 1 anakan, akan menyisakan satu pohon yang benar - benar kuat dan baik. Bibit di kotak pembibitan harus dilakukan pemindahan ke polybag jika telah mencapai ketinggian sekitar 25 cm - 30 cm. Pemilihan bibit dilakukan pada usia 4 bulan, bibit yang lemah dan tumbuh abnormal harus dibuang. Selanjutnya lakukan pindah tanam apabila bibit sudah berumur 6 bulan.
Lakukan persiapan, penentuan area untuk perkebunan mangga harus memperhitungkan kemudahan transportasi dan sumber air yang mencukupi.
Pembukaan Lahan.
Langkah pertama adalah dengan membongkar tanaman yang tidak dibutuhkan dan mematikan alang - alang serta menghilangkan rumput - rumput liar dan perdu dari areal tanam bibit mangga. Kemudian membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan – bongkahan tanah yang terlalu besar.
Pengolahan Media Tanam :
Okulasi.
Perbanyakan terbaik dari tanaman buah mangga adalah dengan cara okulasi (penempelan tunas dari batang atas yang memiliki buah dengan kualitas bagus ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya kuat). Batang bawah adalah untuk okulasi bibit terhadap tanaman buah mangga pada persemaian yang telah berumur 9 - 12 bulan. Setelah penempelan, tunggul (tanaman okulasi) dipindahkan ke kebun pada usia bibit sekitar 1,5 tahun. Okulasi sebaiknya dilakukan pada musim kemarau sehingga bagian dari batang yang ditempel tidak mudah busuk.
Pencangkokan.
Batang yang akan dicangkok mempunyai diameter 2,5 cm dan berasal dari tanaman berumur 1 tahun. Panjang sayatan cangkok adalah 5 cm. Setelah sayatan dibersihkan dan diberi tanah dicampur dengan pupuk kandang (1:1), lalu dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa.
Pengaturan Jarak Tanam.
Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur, jarak tanam lebih direnggangkan. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara : segi tiga sama kaki, diagonal dan bujur sangkar (segi empat).
Teknik Penanaman.
Pembuatan lubang tanaman dilakukan dengan panjang, lebar dan kedalaman sekitar 100 cm. Pada saat penggalian, lakukan dengan kedalaman sekitar 50 cm dan dipisahkan oleh penggalian dengan kedalaman sekitar 50 - 100 cm. Tanah galian dalam dicampur dengan pupuk kandang dan dikeringkan selama beberapa hari. Masukkan tanah galian atas, diikuti tanah galian bawah. Pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.
Cara Penanaman.
Lakukan penggalian kembali lubang tanam yang telah ditimbun dengan ukuran panjang dan lebar sekitar 60 cm pada kedalaman 30 cm, lalu taburi lubang dengan furadan 10 - 25 gram. Polibag bibit digunting dengan hati – hati hingga ke bawah, masukkan bibit beserta tanahnya lalu timbun kembali dengan tanah galian hingga membentuk guludan. Tekan tanah di sekitar batang dan pasang kayu penyangga tanaman.
Pemupukan.
Pupuk organik :
-
Umur tanaman 1 - 2 tahun : 10 kg pupuk kandang, 5 kg pupuk kandang.
-
Umur tanaman 2,5 - 8 tahun : 0,5 kg tepung tulang, 2,5 kg abu.
-
Umur tanaman 9 tahun : tepung tulang dapat diganti pupuk kimia SP - 36, 50 kg pupuk kandang, 15 kg abu.
-
Umur tanaman > 10 tahun : 100 kg pupuk kandang, 50 kg tepung tulang, 15 kg abu.
-
Pupuk kandang yang dipakai adalah pupuk yang dicampur dengan tanah. Pemberian pupuk dilakukan di dalam parit yang dikeliling pohon sedalam setengah mata cangkul (sekitar 5 cm).
Pupuk anorganik :
-
Umur tanaman 1 - 2 bulan : NPK (10 – 10 - 20) 100 gram / tanaman.
-
Umur tanaman 1,5 - 2 tahun : NPK (10 – 10 - 20) 1.000 kg / tanaman.
-
Tanaman sebelum berbunga : ZA 1.750 gram / tanaman, KCl 1.080 gram / tanaman.
-
Tanaman waktu berbunga : ZA 1.380 gram / tanaman, Di kalsium fosfat 970A gram / tanaman, KCl 970 gram / tanaman.
-
Tanaman setelah panen : ZA 2700 gram / tanaman, Di kalsium fosfat 1.940 gram / tanaman, KCl 1.940 gram / tanaman.
Pemeliharaan Tanaman :
Penyiangan.
Lakukan penyiangan yaitu dengan membersihkan rumput / gulma yang banyak tumbuh subur di sekitar kebun, penyiangan biasa dilakukan pada waktu penggemburan dan pemupukan.
Penggemburan / Pembubunan.
Tanah yang padat dan bersih dari gulma / rumput di sekitar pangkal batang perlu digemburkan, biasanya dilakukan pada awal musim hujan. Disarankan penggemburan tanah di kebun mangga cangkokan dilakukan dengan kedalaman hingga mencapai akar.
Perempelan / Pemangkasan.
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi dan meningkatkan produksi. Saat tanaman telah mulai bertunas, perlu dilakukan pemangkasan tunas agar dalam satu cabang hanya tumbuh 3 - 4 tunas yang sehat saja. Hindari memilih tunas yang terletak sama tinggi dan berada pada sisi yang berbeda.
Tunas dipelihara sekitar 1 tahun saat tunas - tunas baru tumbuh kembali. Ketika melakukan pemangkasan kedua kali, disarankan meninggalkan 2 - 3 tunas. Pemangkasan ketiga, dilakukan 1 tahun kemudian, dengan cara yang sama yaitu seperti pemangkasan ke - 2.
Gulma.
Benalu memberikan kerusakan pada kebun pohon mangga anda hanya dalam waktu pendek karena gulma dan rumput liar akan menyebabkan makanan tidak diserap oleh tanaman secara sempurna. Pengendalian dilakukan dengan cara memotong cabang yang terserang gulma yaitu  menebang cabang yang diserang benalu dalam jumlah besar.
Panen :
Ciri Dan Umur Panen.
Mangga cangkokan akan mulai berbuah pada umur 4 tahun, mangga okulasi pada usia 5 - 6 tahun. Jumlah panen pertama biasanya sekitar 10 - 15 buah, pada tahun ke 10, jumlah tersebut bisa mencapai 300 - 500 buah / pohon. Panen besar biasanya terjadi pada bulan September - Oktober. Sebuah tanda bahwa buah mangga bisa dipanen adalah beberapa biji dari buah mangga yang masak di pohon akan jatuh di sekitar pohon, atau pohon buah mangga arumanis yang matang di pohon akan berwarna hijau kekuningan, buah mangga manalagi berubah menjadi gelap hijau kebiruan, warna mangga marionette / gedok berubah menjadi kuning kemerahan dimana petani sudah boleh memetiknya meskipun masih keras.
Peningkatan Kuantitas Buah.
Dilihat dari sejumlah bunga yang muncul pada pucuk – pucuk dahan, hanya 0,3 % saja yang bisa menjadi buah dan dapat dipetik. Untuk meningkatkan persentase pembungaan dan pembuahan, dapat disemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti oleh pemberian 300 ppm hormon giberelin. Dengan cara ini, persentase pembentukan buah yang bagus saat dipanen dapat meningkat menjadi 1,3 %.
Penanaman Pohon Pelindung.
Pohon pelindung ditanam untuk tujuan menahan hembusan angin yang kuat. Jenis yang biasa dimanfaatkan adalah pohon asam atau trembesi.
Demikian ulasan kami, semoga bermanfaat !
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.