Tanaman mangga merupakan tanaman buah tahunan yaitu berupa pohon yang berasal dari negara India. Tanaman ini disebarkan ke wilayah negara – negara di Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia. Buah mangga adalah buah yang memiliki cita rasa manis pada daging buahnya yang ranum dan banyak memiliki manfaat untuk kesehatan. Tanaman buah mangga jika dibudidayakan dengan cara yang benar akan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan anda sebagai pelaku bisnis usaha berjualan buah – buahan segar dalam skala menengah dan besar.
Buah mangga yang matang di pohon merupakan buah meja yang populer saat ini di Indonesia sehingga banyak memiliki penggemar. Mangga yang masih muda pun dapat diawetkan dengan beragam cara dimana kadar gula tinggi di dalamnya menjadikan buah mangga muda bagus untuk manisan baik itu dalam bentuk basah atau kering atau campuran asinan dan bumbu masakan seafood.
Bagi anda yang berminat membudidayakan tanaman buah mangga sebagai usaha skala besar, berikut kami berikan beberapa tips tentang teknik budidaya tanaman mangga :
Perhatikan Syarat Tumbuh :
Iklim.
Tanaman mangga sangat cocok ditanam pada daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Masa kering dibutuhkan sebelum dan sewaktu berbunga untuk pertama kalinya. Jika ditanam di daerah basah, tanaman mangga akan mudah mengalami serangan hama dan penyakit serta gugur bunga / buah yang masih muda jika bunga kebetulan muncul pada saat hujan.
Media Tanam.
Tanah dalam kondisi baik untuk budidaya mangga adalah tanah yang gembur dan banyak mengandung pasir dan tanah lempung dalam jumlah yang seimbang. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang tepat adalah 5.5 - 7.5. Jika pH di bawah 5,5 disarankan tanah diberi kapur dengan dolomit secukupnya.
Tempat Ketinggian.
Mangga yang ditanam pada dataran rendah dan menengah dengan ketinggian sekitar 0 - 500 m dpl akan menghasilkan buah yang lebih bermutu dengan rasa manis dan jumlahnya lebih banyak daripada di dataran tinggi.
Pembibitan :
Perbanyakan Dengan Biji.
Pilihlah bibit dengan kualitas tanaman yang sehat, kuat dan buah yang bagus. Buah terlebih dahulu dikeringkan dan kulit buah dibuang.
Siapkan kotak persemaian ukuran 100 cm x 50 cm x 20 cm dengan media tanah dan pupuk kandang (1:1), biji ditanam pada jarak 10 cm - 20 cm. Mangga dapat ditanam dalam kebun dengan jarak tanam 30 cm x 40 cm atau 40 cm x 40 cm di atas tanah yang gembur. Persemaian diberi naungan berupa plastik / bedengan dari daun kelapa dan sisa - sisa tanaman, tetapi jangan sampai udara pada persemaian menjadi terlalu lembab. Benih ditanam dengan perut ke bawah sehingga akar mereka tidak bengkok. Selama pembibitan, disarankan bibit tidak boleh kekurangan air.
Pada usia 2 minggu, benih akan berkecambah. Jika memasuki usia lebih dari 1 benih dari 1 anakan, akan menyisakan satu pohon yang benar - benar kuat dan baik. Bibit di kotak pembibitan harus dilakukan pemindahan ke polybag jika telah mencapai ketinggian sekitar 25 cm - 30 cm. Pemilihan bibit dilakukan pada usia 4 bulan, bibit yang lemah dan tumbuh abnormal harus dibuang. Selanjutnya lakukan pindah tanam apabila bibit sudah berumur 6 bulan.
Lakukan persiapan, penentuan area untuk perkebunan mangga harus memperhitungkan kemudahan transportasi dan sumber air yang mencukupi.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.