article

Membudidayakan Tanaman Buah Sawo - 2

Membudidayakan Tanaman Buah Sawo - 2

Tanaman buah sawo berdasarkan sawo komersil bisa dibudidayakan : berdasarkan bentuk dari buahnya masing - masing dibedakan atas dua jenis, yaitu tersebut di bawah ini :

1). Sawo Manilas : buah sawo Manila berbentuk lonjong, daging buahnya tebal, banyak mengandung air dan rasanya sangat manis. Termasuk dalam kelompok sawo Manila antara lain adalah : sawo kulon, sawo betawi, sawo karat, sawo Malaysia, sawo maja dan sawo alkesa.

2). Sawo Apel : sawo apel dicirikan oleh buahnya yang berbentuk bulat atau bulat telur mirip dengan buah apel, berukuran kecil sampai agak besar, dan besar sekali serta bergetah banyak. Termasuk dalam kelompok sawo apel adalah : sawo apel kelapa, sawo apel lilin dan sawo duren.

ads

Syarat Tumbuh.

 Perhatikan iklimnya :

  1. Tanaman ini optimal dibudidayakan pada daerah – daerah yang beriklim basah sampai kering.

  2. Curah hujan yang dikehendaki adalah 12 bulan basah atau 10 bulan basah dengan 2 bulan kering atau 9 bulan basah dengan 3 bulan kering atau 7 bulan basah dengan 5 bulan kering dan 5 bulan basah dengan 7 bulan kering atau membutuhkan curah hujan sekitar 2.000 sampai 3.000 mm / tahun.

  3. Tanaman sawo mampu berkembang baik dengan cukup mendapatkan sinar matahari namun toleran terhadap keadaan teduh ( naungan ).

  4. Tanaman sawo mampu berkembang baik pada suhu antara 22 - 32 derajat C.

Perhatikan media tanamnya :

  1. Jenis tanah yang paling baik untuk pengembangan tanaman sawo adalah tanah lempung berpasir ( latosol ) yang subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik. Tetapi hampir semua jenis tanah yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian cocok untuk ditanami tanaman sawo, seperti jenis tanah andosol ( pada daerah vulkan ), alluvial loams (daerah aliran sungai), dan loamy soils (tanah berlempung).

  2. Derajat keasaman tanah ( pH tanah ) yang cocok untuk perkembangan tanaman sawo adalah sekitar 6 – 7.

  3. Kedalaman air tanah yang cocok untuk perkembangan tanaman sawo adalah antara 50 cm sampai 200 cm.

Perhatikan ketinggian tempat untuk menanam :

Tanaman sawo mampu hidup baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi hingga mencapai ketinggian 1.200 m dpl. Tetapi pada daerah - daerah yang cocok untuk budidaya tanaman buah – buahan sehingga bisa berkembang dan berproduksi dengan baik yaitu kisaran dataran rendah sampai dengan ketinggian 700 m dpl.

Perhatikan pembibitannya :

1). Persyaratan bibit : tanaman sawo dapat dikembangkan dalam dua tempat, yaitu di kebun dan di dalam pot. Bibit yang dipilih sebaiknya memakai bibit yang berasal dari cangkok atau sambung, sebab bibit yang berasal dari biji diketahui sangat lambat dalam menghasilkan buah. Bibit dipilih dalam kondisi sehat dengan daun yang kelihatan hijau segar, mengkilap dan mengembang sempurna serta bebas dari hama dan penyakit. Bibit dari cangkok dipilih yang mempunyai cabang atau ranting bagus dan sehat.

2). Penyiapan bibit : untuk memperoleh bibit tanaman sawo yang bagus, ada beberapa cara, misalnya dari biji, sambung, dan cangkok. Pembenihan biji : perbanyakan tanaman sawo dengan cara generatif dengan biji adalah lebih banyak memiliki keunggulan daripada kelemahan. Bibit yang berasal dari biji mempunyai perakaran yang kuat dan dalam. Perbanyakan secara generatif dapat memberikan keturunan yang berbeda – beda dengan induknya karena terdapat pencampuran sifat antara pohon induk atau terjadi proses segregasi genetis. Tanaman sawo yang dikembangkan dari biji akan berbuah pada umur ± 7 tahun. Teknik pembibitan tanaman sawo dari biji bisa dilalui dari tahap per tahap sebagai berikut :

Pemilihan buah : pilih buah tua yang matang di pohon, sehat, bentuknya normal dan berasal dari pohon induk varietas unggul yang telah berbuah.

Pengambilan biji : belah buah menjadi beberapa bagian. Ambil dan kumpulkan biji - biji sawo dalam kondisi bagus, lalu tampung dalam wadah bersih. Cuci dalam air yang mengalir atau air yang disemprotkan hingga dirasa biji benar - benar bersih. Keringkan biji selama 3 hari sampai 7 hari agar kadar air dalam biji berkisar antara 12 - 14%. Masukkan biji ke dalam wadah tertutup rapat untuk selanjutnya disimpan beberapa waktu.

3). Pengecambahan benih. Siapkan bak – bak pengecambahan yang sudah diisi media pasir bersih setebal 10 – 15 cm. Sebarkan biji sawo pada permukaan media, lalu tutup dengan pasir setebal 1 – 2 cm. Siram media dalam bak pengecambahan secara rutin dengan air bersih hingga cukup basah. Tutup permukaan bak pengecambahan dengan memakai lembaran plastik bening (tembus cahaya) untuk menjaga agar kestabilan kelembaban media normal. Tempatkan biji kecambah di tempat yang teduh sekitar 7 hari sampai 15 hari. Biji sawo yang sudah berkecambah atau keluar akar sepanjang 2 - 5 mm segera dipindahsemikan.

4). Pemeliharaan tanaman. Penyiangan : dilakukan satu bulan hingga dua bulan tanam untuk membersihkan rumput dan gulma yang menggangu bibit tanaman sawo. Apabila tanaman telah mampu tumbuh besar maka gangguan gulma sebenarnya tidak berarti lagi, tetapi jika usia tanaman masih muda maka keberadaan mereka dalam jumlah besar sangatlah mengganggu karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman sawo. Gangguan tumbuhan parasit seperti benalu juga harus anda hilangkan. Jika terdapat benalu pada ranting pohon sawo atau parasit, maka segera dibersihkan dengan cara memotong ranting – ranting tersebut sebagai tempat benalu menempel. Pemotongan dilakukan sebelum benalu tumbuh besar dan berbunga. Lakukan juga pemberantasan benalu pada pohon – pohon lainnya di dekat tanaman sawo guna mencegah penularan.

Pembubunan : ketika anda akan melakukan penyiangan tanaman sawo, sekalian bisa melakukan pembubunan tanah di sekitar tanaman sawo. Pembubunan dilakukan bertujuan untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman sawo usia remaja dan untuk memperkokoh batang tumbuhnya.

Pemupukan : pedoman pemupukan bisa diberikan 250 - 500 gram pupuk urea / pohon / tahun sebelum tanaman sawo berbuah. Pemupukan dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun, karena urea adalah sumber N yang mampu berfungsi untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun menjadi lebih cepat. Apabila tanaman telah waktunya berbuah yaitu sekitar 4 tahun, lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk majemuk NPK (10 – 20 - 15) yang kandungan fosfor (P) dan kaliumnya (K) cukup tinggi, sebanyak 500 gram / pohon, tiap tahun.

Bila tidak tersedia pupuk NPK, bisa diganti dengan pupuk urea, DS, dan KCl sebanyak 108 gram, 277 gram, dan 144 gram. Unsur P bagi tanaman berfungsi agar proses pembungaan menjadi cepat, sedangkan unsur K berfungsi untuk menjaga bunga dan buah yang masih muda tidak mudah gugur. Jumlah pupuk diberikan secara bertahap, ditingkatkan sampai 2 kg / pohon tiap tahun untuk tanaman sawo yang sudah berumur 15 tahun. Selain memberikan urea dan NPK, perlu juga diberikan pupuk kandang sebanyak 10 kg / pohon untuk memperbaiki struktur tanah. Pemberian pupuk dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Dosis yang diberikan setengah dari yang disebutkan di atas. Cara pemberian pupuk adalah dengan menaburkan pupuk ke dalam parit yang digali di bawah pohon, mengelilingi lingkaran tajuk dengan lebar dan kedalaman ± 10 cm. Aatau ditanam pada empat lubang di bawah tajuk pohon dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm untuk masing – masing lubang.

Penyiraman : pada awal tanaman sawo memperlihatkan kehidupannya, perlu dilakukan penyiraman yaitu dua minggu sekali jika sedang tidak ada hujan. Pemberian air pada tanaman sawo penting dilakukan sampai tanaman berusia sekitar 3 - 4 tahun. Semakin tua tanaman, maka semakin tahan terhadap kekeringan. Kekurangan air pada waktu tanaman sawo sudah mulai berbunga atau berbuah akan menyebabkan bunga atau buah yang masih muda mudah gugur. Pemberian air secara teratur akan menghasilkan buah dalam jumlah besar dengan kualitas yang baik.

Waktu penyemprotan pestisida : disarankan melakukan penyemprotan dengan pestisida atau insektisida secara rutin, jika pada tanaman sawo anda terdapat hama dan penyakit yang menyerangnya, yaitu : penyemprotan dengan insektisida jenis Agrothion 50 EC dengan dosis 3 - 4 cc / liter air untuk membunuh lalat buah ( ceratitis capitata atau dacus sp. ). Penyemprotan dengan insektisida jenis Diasinon 60 EC dengan dosis 1 - 2 cc / liter air atau Basudin 50 EC dengan dosis 2 cc / liter air untuk membunuh kutu hijau ( lecanium viridis atau coccus viridis ) dan kutu coklat ( saissetia nigra ) yang menyerang ranting muda dan daun - daun tanaman sawo sehingga menyebabkan ranting dan daun mengkerut, layu, kering, dan terhambat pertumbuhannya. Penyemprotan dengan fungisida Cuspravit OB 21 dengan dosis 4 gram / liter air setiap tiga minggu sekali bertujuan untuk mengatasi dan mencegah serangan jamur upas yang disebabkan oleh jamur corticium salmonicolor.

Penyemprotan dengan fungisida Antracol 70 WP dengan dosis 2 gram / liter air atau Dithane M - 45 80 WP dengan dosis 1,8 - 2,4 gram / liter air untuk mengatasi penyakit jamur jelaga yang disebabkan oleh jamur capnodium sp. Penyemprotan dengan fungisida Dithane M - 45 80 WP dengan dosis 1,8 - 2,4 gram / liter air untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh jamur phytopthora valmivora butl sehingga membuat busuk buah sawo.

Demikian ulasan singkat tentang cara praktis membudidayakan tanaman buah sawo.

Semoga bermanfaat !

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads