article

Panduan Lengkap : Cara Budidaya Nanas Yang Berkualitas Tinggi - 2

Panduan Lengkap : Cara Budidaya Nanas Yang Berkualitas Tinggi - 2

Ketika tanaman memasuki usia dewasa maka akan membutuhkan air dalam jumlah mencukupi untuk pertumbuhan tanaman nanas hingga saatnya berbuah, dimana air berfungsi untuk penyerapan nutrisi yang bisa larut di dalamnya. Tetapi kadar air tanah biasanya tidak terlalu banyak, hindarilah kondisi becek (menggenang di atas permukaan). Hal ini perlu menjadi perhatian anda yaitu aerasi dan drainase harus baik, karena tanaman nanas yang terendam akan rentan membusuk terutama pada akarnya.

Kemiringan tanah tidak memiliki pengaruh besar dalam penanamannya, namun harus benar - benar seperti apabila anda menanam tanaman nanas dalam kondisi tanah sedikit miring, sehingga ada air yang melimpah tetapi akan menjadi lebih cepat terserap ke dalam tanah lalu menjadi kering.

Ketahui Kondisi Iklim

ads

Tanaman nanas mampu tumbuh subur pada kondisi iklim basah atau kering, dimana kedua jenis iklim tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : iklim A, B, C atau D, E, dan F. Tipe A adalah iklim daerah yang sangat basah, B ( area basah ), C ( daerah yang agak basah ), D ( daerah menjadi ), E ( daerah yang agak kering ) dan F ( daerah kering ). Pada umumnya, tanaman nanas adalah toleran terhadap kekeringan dan mempunyai beberapa macam curah hujan yaitu sekitar 1000 - 1500 mm/tahun. Tapi, tanaman nanas kurang toleran terhadap salju karena suhu udara menjadi sangat rendah. Tanaman nanas mampu tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari yang berkisar rata - rata 33 - 71% kontinuitas maksimal, dengan tingkat tahunan rata - rata sekitar 2.000 / jam. Sesuai dengan suhu normal budidaya nanas adalah 23 - 32°C, tanaman nanas mampu tumbuh subur di daerah yang bersuhu rendah hingga 10°C.

Perlu juga mengetahui tentang derajat kemasaman tanah harus sesuai untuk tanaman nanas adalah 4,5 - 6,5. Pengapuran tanah dapat anda lakukan dengan cara Calcit atau Dolomit dan Zeagro atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan di atasnya secara merata lalu dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama untuk tanah - tanah yang bereaksi asam ( pH sekitar dibawah 4,5 ).

Dosis kapur disesuaikan dengan kandungan pH tanah, pada umumnya berkisar antara 2 - 4 ton/ha. Jika kondisi sedang tidak turun hujan, maka setelah anda melakukan pengapuran, segeralah dilakukan pengairan tanah supaya zat kapur yang anda tabur di atasnya cepat melarut dan meresap ke dalam tanah.

Tahap - Tahap Budidaya Nanas Yang Terpenting

Pembibitan Dan Penyiapan Benih

Keberhasilan para petani buah dalam penanaman tanaman nanas sangat tergantung oleh kualitas bibit. Nanas akan mampu dikembangbiakan dengan dua cara yaitu vegetatif dan generatif. Cara vegetatif adalah bermanfaat untuk tunas akar, tunas batang, tunas buah, mahkota buah dan stek batang. Sedangkan cara generatif dilakukan dengan biji yang ditumbuhkan dengan cara persemaian namun saat ini sudah jarang digunakan. Kualitas bibit pilihlah yang baik dan harus berasal dari tanaman sumber yang memiliki kemampuan pertumbuhan yang normal, sehat serta telah dinyatakan bebas dari hama dan penyakit. Benih nanas dari biji ( generatif ) saat ini jarang diterapkan oleh petani buah skala kecil karena cara ini memerlukan teknik khusus dan beberapa jenis tanaman buah nanas sudah jarang melakukan penyerbukan sendiri karena jarang menghasilkan biji.

Persyaratan Benih

Bibit yang bagus adalah harus memiliki daun - daun yang tebal dan penuh berisi, bebas hama dan penyakit, mudah diperoleh dalam jumlah besar, pertumbuhan relatif seragam serta mudah untuk pengangkutan terutama terhadap bibit stek batang dan tunas batang.

Cara perbanyakan secara vegetatif ( tunas akar ) adalah memiliki ciri - ciri khusus :

  • Tunas yang tumbuh adalah dari bagian batang yang terletak di dalam tanah,

  • Jumlah tunas akar per rumpun tanaman nanas relatif sedikit dan memiliki bentuk daun yang lebih langsing,

  • Masa remaja tunas akar adalah relatif pendek.

Ciri khusus dari cara vegetatif ( tunas batang ) adalah memiliki tunas yang tumbuh melalui batang dan masing – masing jumlah tunas per rumpunnya adalah relatif sedikit. Tunas batang memiliki ciri - ciri tunas yang mampu tumbuh subur pada tangkai buah di bawah tangkai buah dan di atas tunas batang dengan jumlah tunas buah per tanaman adalah relatif banyak sehingga akan mencapai 10 tunas dengan ukuran tunas yang bervariasi, tergantung dari kualitas pertumbuhan tanaman. Untuk cara vegetatif ini ditandai dengan melihat mahkota buahnya, ciri -cirinya adalah tunas yang ditumbuhkan dari mata tunas yang sifatnya non - aktif pada batang, kemudian disemaikan dalam media yang telah steril dengan memperlakukan cara – cara khusus serta jumlah bibit yang dihasilkan adalah banyak, seragam, dan mudah untuk pengangkutan. Penyiapan benih ( bibit ) harus dibedakan antara bibit tunas batang dan bibit nanas dari stek.

Penyiapan bibit tunas batang :

  • Mempunyai tunas batang pada pohon induk yang dalam kondisi berbuah / setelah panen.

  • Tunas batang yang mudah berkembang adalah memiliki panjang sekitar 30 - 35 cm.

  • Daun - daun yang berdekatan dengan pangkal pohon sebaiknya dipotong saja dengan tujuan untuk mengurangi penguapan dan mempermudah pengangkutan sari makanan, lalu biarkan mengering selama beberapa hari pada tempat teduh, selanjutnya bibit siap diangkut ke tempat penanaman langsung untuk segera ditanam.

Teknik penyemaian :

Bibit nanas yang telah anda kumpulkan adalah memerlukan perawatan khusus. Adapun beberapa langkah terpenting untuk mempersiapkan media semai di dalam bak pembibitan persemaian adalah tepung (misalnya rootone) disebar pada permukaan tanah yang berada di sekitar batang bawah dengan tujuan untuk mempercepat proses pertumbuhan akar. Batang pohon pada persemaian ditanam dalam bak berukuran 1,5 – 2,5 cm dengan jarak 5 - 10 cm. Perhatikan kondisi media persemaian, harus dijaga supaya tetap lembab dan sirkulasi udara mengalir dengan lancar, kemudian tutup bak pembibitan dengan memakai selembar plastik tembus ( transparan ). Media baru untuk pembibitan akan dipupuk dengan mengaplikasikan pupuk kandang yang sebelumnya sudah anda siapkan. Campurkan media lainnya berupa tanah halus, pasir dan pupuk kandang halus dengan perbandingan ( 1 : 1 : 1 ) atau pasir halus dengan pupuk kandang ( 1 : 1 ). Langkah terakhir adalah pindahkan bibit nanas dari pembibitan untuk melakukan pembibitan perkecambahan biji pembesaran.

Pemeliharan pembibitan :

Pemeliharaan pembibitan / persemaian adalah dengan melakukan penyiraman secara berkala dan jaga supaya kondisi media tanam selalu dalam kondisi lembab serta tidak terlalu kering agar bibit tidak mati setelahnya. Lakukan pemupukan dengan cara memberikan pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang telah ditentukan. Penjarangan dan pemberian pestisida bisa anda lakukan apabila diperlukan. Selanjutnya lakukan pemindahan bibit apabila ukuran tinggi bibit telah mencapai 25 - 30 cm atau berumur 3 - 5 bulan.

Pengolahan Media Tanam

Persiapan :

Pembudidayaan tanaman nanas bisa dilakukan pada lahan tegalan atau ladang. Siapkan dengan baik waktu dan pembukaan lahan yang tepat adalah saat musim kemarau tiba, sebelumnya buanglah pepohonan yang kurang bermanfaat. Pengolahan tanah bisa anda lakukan pada awal musim hujan. Ukur derajat keasaman tanah dan perhatikan lebih teliti karena tanaman nanas hanya bisa tumbuh dengan subur pada pH sekitar 5,5. Jumlah bibit yang dibutuhkan untuk sebuah lahan tergantung dari jenis tanaman nanas yang dipilih, tingkat kesuburan tanah dan ekologi pertumbuhan tanaman.

Pembukaan Lahan dan Pembentukan Bedengan :

Untuk membuka sebuah lahan baru, anda membutuhkan : untuk membuang dan membersihkan pohon - pohon lainnya yang kurang bermanfaat atau batu - batuan dari sekitar lahan yang akan djadikan kebun nanas. Olahlah tanah dengan cara dicangkul / dibajak dengan memakai traktor sedalam 30 - 40 cm hingga tanah benar – benar gembur. Lalu biarkan tanah dalam kondisi kering minimal selama 15 hari supaya tanah benar - benar sehat dan matang untuk selanjutnya ditanami. Pembentukan bedengan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah agar sesuai dengan sistem tanam yang akan diaplikasikan nanti. Sistem petakan dilakukan dengan cara meratakan tanah, kemudian di sekililingnya bisa ditambahkan dengan pembuatan saluran pemasukan dan pembuangan air. Lakukan sistem bedengan dengan cara membuat dan menyediakan bedengan - bedengan selebar 80 - 120 cm, jaga jarak antar bedengan sekitar 90 - 150 cm atau variasi lainnya sesuai dengan sistem tanam yang akan anda aplikasikan. Tinggi petakan atau bedengan sekitar 30 - 40 cm.

Pemupukan :

Dalam penanaman nanas skala besar, perlu dilakukan pemberian pupuk kandang secara rutin dengan memakai dosis sekitar 20 ton per hektar. Cara pemberiannya adalah : dicampurkan secara merata dengan memperhatikan lapisan tanah atas dimasukkan per lubang tanam. Gunakan pupuk anorganik NPK dan urea atau nitrogen (N) untuk pertumbuhan tanaman menjadi dewasa, fosfor dibutuhkan selama beberapa bulan terutama pada awal pertumbuhan sedangkan kalium bermanfaat untuk perkembangan bakal buah hingga buah ranum. Pupuk urea akan lebih berguna jika dikombinasikan dengan pupuk lain sebagai perangsang pembungaan.

Pemeliharaan Tanaman Nanas

Penjarangan Dan Penyulaman, Penyiangan

Penjarangan nanas tidak perlu dilakukan karena tanaman nanas memiliki spesifik tanaman yang tidak berbentuk pohon. Kegiatan penyulaman nanas sangat dibutuhkan, karena ceding - ceding bibit nanas tidak akan tumbuh subur karena adanya kesalahan teknis penanaman atau faktor pembibitan lainnya.

Penyiangan

Penyiangan bermanfaat untuk membersihkan kebun nanas anda dari rumput liar atau gulma sebagai pesaing tanaman nanas dalam penyerapan air, unsur hara dan sinar matahari. Rumput liar adalah sumber penyakit, maka dari itu harus dilakukan penyiangan, sediakan waktunya tergantung dari cepat / lambatnya pertumbuhan rumput liar pada kebun buah anda, lakukan bersamaan dengan waktu pemupukan. Cara penyiangan adalah dilakukan dengan mencabut rumput – rumput tersebut dengan tangan / kored / cangkul. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada bagian pangkal batang nanas sehingga akan membentuk guludan.

Pembubunan, Pengairan dan Penyiraman

Pembubunan dibutuhkan pada masa – masa awal penanaman nanas, lakukanlah pada tepi bedengan yang kerap longsor saat diairi. Pembubunan yang benar adalah dengan mengambil tanah dari selokan atau parit di sekitar bedengan, supaya bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam, sehingga akan terbentuk drainase yang normal. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar baru di permukaan tanah agar tertutup kembali sehingga tanaman nanas nantinya berkembang kuat. Meskipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering, tetapi untuk pertumbuhan tanaman selanjutnya yang optimal akan dibutuhkan air yang cukup. Pengairan / penyiraman dilakukan 1 - 2 kali seminggu atau tergantung kondisi cuaca saat itu. Tanaman nanas dewasa membutuhkan pengairan untuk mampu merangsang pembungaan dan pembuahan menjadi lebih optimal. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. Tanah ladang / kebun yang terlalu kering akan menyebabkan pertumbuhan nanas menjadi kerdil dan buahnya kecil - kecil. Waktu pengairan yang tepat adalah sore dan pagi hari dengan cara memakai mesin penyemprot atau embrat.

Gulma dan Masa Panen

Penurunan produksi buah nanas biasanya disebabkan oleh gulma karena pemberian mulsa yang kurang tepat sehingga pertumbuhan rumput menjadi lebih subur.

Sedangkan untuk masa panen, ketahuilah ciri – ciri dan umur panen, buah nanas dilakukan setelah nanas berumur sekitar 12 - 24 bulan, tergantung dari jenis bibit yang anda pilih. Bibit yang berasal dari mahkota bunga biasanya akan berbuah ketika berumur 24 bulan, hingga panen buah setelah berusia 24 bulan. Tanaman yang berasal dari tunas batang biasanya dipanen setelah umur 18 bulan, sedangkan tunas akar setelah buah berumur 12 bulan. Ciri - ciri buah nanas yang telah siap dipanen :

  • Mahkota buah terbuka.

  • Tangkai buah mengkerut.

  • Mata buah lebih mendatar, besar dan bentuknya bulat.

  • Warna bagian dasar buah kuning.

  • Timbul aroma buah nanas yang harum dan khas.

Tata cara panen buah nanas yang perlu anda perhatikan adalah : memilih buah nanas yang sudah menunjukkan tanda - tanda siap panen. Pangkal tangkai buah harus dipotong secara mendatar / miring dengan memakai pisau tajam dan steril.

Pemanenan dilakukan dengan hati - hati supaya tidak rusak dan memar.

Demikian info dari kami, semoga bermanfaat !

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads