Biji anggur Jaboticaba akan tumbuh menjadi tunas baru setelah lewat satu bulan penanaman. Media pot yang disarankan adalah memakai dua bagian pasir kasar dan satu bagian kompos. Satu - satunya hama yang kerap menyerang Jaboticaba adalah kutu daun yang akan menyebabkan daun menjadi keriting meskipun tak akan membuat tanaman anggur ini menjadi mati, daun keriting akan mengurangi keindahan pohon. Kutu hanya menyerang Jaboticaba yang berusia di bawah 1,5 tahun. Menanggulanginya sangat mudah yaitu dengan penyemprotan pestisida. Setelah itu daun keriting dirontokan agar kutu daun tidak menyebar. Lewat masa dua pekan, daun baru akan tumbuh dua kali lipat.
Dari sisi rasa, buah anggur ini mempunyai banyak keunikan, ada rasa asam, manis, dan segar dengan perpaduan rasa buah anggur hitam khas Indonesa, daging empuk buah alpukat hingga rasa ramai mirip buah leci yang ranum di pohon. Di samping mempunyai bentuk pohon dengan banyak cabang yang indah berdaun lebat dan berwarna hijau segar, buahnya rata – rata berasa segar, Jaboticaba diketahui memiliki manfaat besar bagi kesehatan antara lain antipenuaan dini serta memiliki antioksidan yang tinggi untuk bisa membunuh sel – sel kanker.
Bibit buah anggur batang saat ini banyak diperjualbellikan dengan harga yang lumayan mahal yaitu sekitar Rp. 200.000 untuk ukuran 60 cm per pohon. Dalam pertumbuhannya, Jaboticaba termasuk pohon yang sangat lambat tumbuh, apalagi bila anda menanamnya dari biji. Umur satu tahun, tinggi pohon hanya sejengkal saja. Inilah yang membuat harga Jaboticaba mahal. Jaboticaba dengan tinggi lebih dari 3 meter dapat dijual seharga Rp. 15 juta. Bibit Jaboticaba termurah adalah Rp. 30.000 untuk bibit setinggi 40 cm - 50 cm dan termahal Rp. 1,5 juta untuk pohon setinggi 2 m.
Di Sini Ada Kebun Anggur Brazil, Jaboticaba
Kemiringan lahan hingga mencapai 45o pada umumnya membuat napas anda terengah – engah untuk mendakinya. Tetapi rasa lelah anda seketika akan sirna tatkala menyaksikan jejeran pohon anggur mahal Jaboticaba menghampar pada lahan seluas 5.000 m2. Anggur brazil ini ditanam dengan jarak sekitar 2,5 m x 3 m. Rata - rata tinggi tanaman sekitar 1,8m - 2 m. Jika beruntung, anda bisa melihat beberapa diantaranya sedang berbuah. Buah muda berwarna hijau mengkilap, yang matang berwarna ungu kehitaman. Buah muncul bergerombol di batang seukuran kemiri. Begitu dicicipi, rasanya sangat manis menyegarkan, benar - benar ciri khas anggur mahal.
Pemandangan di kawasan kebun di kaki Gunung Gede Pangrango ini sungguh luarbiasa indah. Dirangkum dari majalah Trubus, Jaboticaba jenis Myrciaria Cauliflora sangat langka di tanah air. Kerabat jambu air yang banyak dijumpai di Brazil Tenggara ini beriklim subtropis dan hanya ada di Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas dalam jumlah hanya 8 pohon saja. Makanya ketika terdengar kabar berita tentang anggur Jaboticaba berbuah di Kebun Raya Bogor pada September 2008, Trubus langsung menuju ke lokasi tujuan, buah anggur di sini menurut Eddy Soesanto, penangkar buah di Depok, termasuk ke dalam anggota famili myrtaceae berbuah sebanyak 4 kali dalam setahun.
Populasi Jaboticaba di kebun tersebut di atas mencapai 800 pohon. Sebanyak 400 pohon berumur 10 - 12 tahun. Lima puluh pohon berumur di atas 12 tahun dan rutin berbuah di sepanjang tahun. Sisanya di bawah 10 tahun.
Jaboticaba atau disebut juga dengan kupa landa asal perkebunan kaki Gunung Gede Pangrango ini banyak diuber pada era bonsai. Karakter percabangan kerabat cengkih ini sangat disukai oleh para pebonsai namun pernah mengalami kegagalan sekitar tahun 2003 ketika beberapa kolektor getol memburu bibit unggul tanaman kupa landa meskipun diketahui bahwa pada saat itu tengah merosot karena meredupnya tren bonsai mahal. Banyak Jaboticaba ditelantarkan oleh pemiliknya sehingga beberapa pelaku bisnis tanaman hias mahal yang lihai melihat situasi tersebut di atas, memborongnya dengan harga murah. Tanaman yang sudah berbuah dan berumur lebih dari 12 tahun memiliki harga hanya Rp. 350.000 / pohon. Sekali berbelanja, mereka memborong 20 - 30 pohon. Mereka kemudian menanamnya di kebunnya masing – masing yaitu di kawasan Lembang yang berketinggian 1.000 m dpl. Menurut Ricky Hadimulya, penangkar buah di Bogor, kebun Jaboticaba kaki Gunung Gede Pangrango adalah satu - satunya di Indonesia.
Bapak Thedy, salah seorang pengurus kebun menjelaskan bahwa setiap 3 bulan sekali diberikan pupuk kandang hasil fermentasi dari kotoran kambing yang dibenamkan dalam media tertentu. Dosisnya adalah 20 kg / pohon. Ditambah dengan pemberian organik cair yang banyak mengandung zat perangsang tumbuh pada tanaman, pupuk tambahan diaplikasikan dengan sistem fertigasi.
Pupuk cair yang dilarutkan dalam air dimasukkan ke dalam jerigen 2 liter. Jerigen yang dipasangi pipa plastik berdiameter 5 mm tersebut digantung pada dahan. Pupuk akan mengalir ke daerah perakaran melalui pipa berupa tetesan. Tajuk dipangkas rutin agar tanaman tidak terlalu rimbun sekaligus memangkas fase vegetatif tanaman.
Sayangnya, diketahui bahwa sejak dulu mengebunkan Jaboticaba perlu kesabaran. Buah tujuh rasa ini baru bisa berhasil panen setelah berumur 10 - 12 tahun dari benih biji. Hingga saat ini, belum ada yang berhasil memperbanyaknya dengan cara vegetetatif untuk mempersingkat masa berbuah pertama kali. Jika anda ingin segera menyaksikan buah - buah ungu berdempetan di batang, Budi Tedjakusuma, seorang kolektor tanaman hias mahal di Jakarta menanamnya dari ‘bibit’ berumur 10 tahun. Ada 80 pohon ditanam di kebunnya di Malang, Jawa Timur. Ia berharap 2 tahun mendatang akan menuai hasil seperti di kebun Thedy.
Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat bagi kelompok petani buah skala besar yang saat ini terfokus di Pulau Jawa.
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.