Perawatan Ala Perkebunan Poliman
Pemupukan.
Tanaman Jambu Bangkok untuk tujuan komersil saat ini banyak diminati oleh petani buah dimana mereka haruslah mengetahui bahwa tanaman ini memerlukan perawatan yang rajin dan ekstra hati – hati agar mendapatkan buah yang bisa dipetik dalam ukuran besar – besar meskipun tidak banyak. Bagaimanakah cara melakukan perawatan terhadap tanaman Jambu Bangkok dalam skala usaha besar ? Suharyo, seorang petani buah di Pati dan Bapak Poliman di Medan mengungkapkan hal – hal penting yang patut didukung agar kebun anda sukses menghasilkan buah Jambu Bangkok yang bermutu tinggi, dirangkum dari berbagai sumber, kami berikan ulasan singkat kepada anda :
1). Perhatikanlah cara menanam bibit.
Tiga hari setelah anda melakukan pengurukan tanah pada lahan dan tanah tersebut sudah dalam kondisi stabil, maka penanaman baru dapat dimulai dilakukan. Mula - mula digali kembali tanah dengan membentuk lubang – lubang seukuran kantung plastik untuk tempat bibit atau polybag, setelah lubang selesai, persis di tengah - tengah ukuran galian letakkanlah kantung plastik bibit yang terlebih dahulu harus dibuat lubang – lubang kecil atau plastiknya dihilangkan sebelum bibit berikut tanahnya dan akar baru diangkat lalu ditanam di lubang tersebut. Tanah di sekitar tanaman bibit – bibit baru itu anda padatkan dengan tangan, selanjutnya untuk mengurangi terjadinya penguapan dan mengurangi pelarutan pupuk oleh siraman air, di atas urukan tanah pertama anda taburi lagi sedikit demi sedikit tanah galian yang tersisa, kira - kira hingga setebal 10 cm. Sampai berumur 3 tahun setelah penanaman bibit pertama dilakukan, Jambu Bangkok diberi pupuk NPK dan TS sesuai dengan aturan.
2). Menutup lubang tanam.
Erat hubungannya dengan nomer satu di atas, kira - kira berumur 7 hari setelah penggalian dan pencampuran pupuk, lubang tanam siap diuruk lagi dengan sisa tanah. Tetapi sebelumnya, dasar lubang tanam anda taburi dengan pupuk KCl sebanyak 300 gram dan di atasnya anda taburi pupuk kandang kira - kira setebal 20 cm, barulah kemudian tanah galian diurukkan di atasnya hingga tanah menutupi dan memenuhi lubang tanam lalu dipadatkan dengan tangan dan disiram air secukupnya saja hingga merata basahnya. Agar kondisi tanah terjaga tingkat kestabilannya, selama 3 hari berturut - turut, urukan perlu disiram terus dengan air secukupnya saja, sekali sehari pada waktu sore hari.
3). Memupuk tanah galian.
Tanah galian pada bagian atas diambil dan dicampur dengan pupuk kandang yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan matang dan diberi campuran pasir, dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah pencampuran tanah galian anda lakukan dengan rata dan sempurna, lalu dibiarkan 3 - 7 hari sambil menunggu lubang tanam cukup mendapatkan udara atau “angin†dan sinar matahari. Lubang tanam perlu ditangani dengan baik sebelum diuruk lagi, komposisi yang tepat adalah 300 gram KCI, pupuk kandang 20 cm, dan sisanya adalah tanah olahan dengan pasir.
4). Membuat lubang tanam.
Lubang tanam dibuat berukuran : 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 60 cm. Tanah galian digundukkan pada bagian sisi lubang. Gundukan tanah bagian atas haruslah terpisah dari gundukan tanah galian bawah. Tanah bagian atas berasal dari galian sedalam 20 - 30 cm. Lubang tanam hendaknya dibiarkan dulu sekitar seminggu agar lubang – lubang tersebut cukup kena angin dan sinar matahari. Maka dari itu, diharapkan kalau anda menemukan ada jasad – jasad renik yang dapat mengganggu akar tanaman kelak setelah tumbuh dewasa, akan lemas atau mati.
5). Hal – hal lainnya yang perlu diperhatikan saat menanam bibit.
Sejak awal bibit Jambu Bangkok ditanam memang membutuhkan perhatian yang sungguh – sungguh dalam hal cara menanam seperti diulas tersebut di atas. Misalnya, pembuatan lubang tanam, harus lebar dan dalam, maksudnya agar akar tanaman kelak cukup leluasa dalam hal mencari makan. Tanah galian juga wajib diberi pupuk sesuai dengan aturan supaya tanaman dapat memperoleh makanan yang cukup.
Perawatan Setelah Penanaman
Setelah selesai melakukan penanaman bibit pertama kali, Jambu Bangkok yang dikelola oleh perkebunan milik Bapak Poliman di Medan (dari jenis Jambu Sari dan Jambu Raksasa), atau Jambu Bangkok milik perkebunan Suharyo (Jambu Kurap) selalu mendapatkan perawatan yang rutin yaitu pada intinya adalah : melakukan pemupukan, penyiraman, pemangkasan, dan pengendalian hama penyakit.
Demikian kami menjelaskan, semoga bermanfaat untuk tahap awal !
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.