Penanaman.
Pastikan bibit buah matoa yang akan ditanam di polybag mempunyai ketinggian sekitar 50 cm sebelum bibit - bibit tersebut dipindah ke lahan tanam, sebab jika ukurannya terlalu sempit / kecil, maka akan rentan terserang oleh penyakit. Untuk proses penanaman, sebaiknya langkah awal yang dilakukan adalah dalam pot maupun secara langsung di tanah kebun, buka polybag secara perlahan - lahan dan hindari agar jangan sampai merusak atau memotong akar bibit, selanjutnya anda masukkan ke dalam pot atau lubang tanam lalu timbun serta padatkan secara perlahan - lahan. Setelah proses penanaman selesai, maka siram di atasnya dengan air secukupnya.
Mencangkok.
Apabila anda ingin melakukan pembudidayaan buah matoa dalam skala besar, maka anda bisa melakukannya dengan cara praktis yaitu mencangkok. Untuk lahan penanaman matoa, pilihlah area yang terbuka serta cukup banyak terkena paparan sinar matahari. Jagalah tanah yang berada di dalam pot agar tetap gembur dan basah. Dengan mencangkok, maka ukuran pohon bisa menjadi lebih kecil apabila dibandingkan dengan ukuran pohon yang penanamannya anda lakukan dengan cara pembibitan. Itulah sebabnya anda disarankan untuk melakukan penanaman pohon dengan cara mencangkok.
Polibag Baik Untuk Budidaya.
Menggunakan polibag terhadap beberapa jenis buah pilihan saat ini sangatlah dianjurkan, begitu pula halnya dalam hal cara menanam tanaman buah matoa. Dengan menggunakan polibag, maka akan jauh lebih mudah untuk proses pemindahan bibit. Buatlah terlebih dahulu persemaian yang teratur di dalam pembibitan buah yang sebelumnya telah tersedia.
Cara tanam matoa tersebut sebaiknya adalah dengan menggunakan pupuk organik, pupuk SP, pupuk urea dan kapur yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan bibit matoa. Semua pupuk tersebut dicampur dengan tanah galian hingga merata dan menjadi satu.
Cara Pemeliharaan Matoa.
Cara memelihara buah matoa yang sudah tumbuh dewasa dan mulai berbuah untuk pertama kalinya sangatlah mudah. Ketika pohon sudah mulai berbunga, hal ini menandakan bahwa bunga - bunga tersebut akan tumbuh kembang menjadi buah yang ranum dan bisa dimakan dalam jangka waktu 2 bulan setelahnya. Hindarilah menggunakan plastik untuk menutupinya dari serangan hama.
Dengan menutupi buah - buah muda dari pohon matoa dengan memakai plastik, diharapkan tidak akan membantu buah menjadi cepat matang, justru sebaliknya, buah akan lebih mudah membusuk lalu berjatuhan. Tutupilah buah menjelang ranum dengan memakai jaring. Tanaman ini sangat tepat bagi anda yang tertarik pada bisnis kuliner unik, karena matoa dapat menjadi salah satu buah dengan investasi yang baik jika anda pandai mengolahnya.
Masa Tanam Matoa.
Kelebihan kandungan di dalam sebutir buah ranum matoa akan menjadikan buah ini sebagai salah satu tanaman yang istimewa dan komersil untuk dibudidayakan. Terlebih lagi, cara budidaya matoa ternyata sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak hal. Tanaman ini bisa tumbuh dimana saja.
Masa penanaman buah matoa mempunyai waktu yang cukup panjang untuk dapat menikmati buahnya. Beberapa orang membutuhkan waktu hingga hampir sekitar beberapa tahun untuk bisa melihat pohon matoa berbuah. Tumbuhan ini akan tumbuh memanjang dan ke atas dimana untuk mendapatkan bagian cabang matoa yang subur maka anda harus memotong pada bagian atasnya.
Pohon matoa bisa berbuah dua kali dalam setahun. Biasanya pohon matoa akan mulai berbuah pada saat menjelang hari raya Idul Fitri dan kedua sekitar 3 bulan setelah masa matoa berbuah pertama kali. Namun, hasil buah yang didapat untuk kedua kalinya ini adalah jauh lebih sedikit daripada masa panen yang pertama. Pohon ini terhitung sebagai pohon musiman.
Perawatan.
Selama masa pertumbuhan, apabila ada bibit yang mati, maka segeralah lakukan penyulaman atau menggantinya dengan bibit - bibit yang baru. Bersihkan gulma dan rumput - rumput liar yang ada di sekitar pohon, serta lakukanlah pemupukan setiap bulan sekali secara rutin dengan memakai kompos atau pupuk kandang. Jika usia tanaman matoa sudah mencapai 3 tahun sejak masa tanam, maka lakukan pemangkasan, agar pohon menghasilkan banyak cabang yang kokoh. Sebab dengan cabang - cabang yang banyak, maka diharapkan buah yang dihasilkan akan menjadi lebih berlipat. Matoa dengan bibit - bibit hasil cangkokan biasanya akan mulai berbuah sekitar umur 4 tahun. Sejak keluarnya bunga pertama hingga menjadi buah yang siap dipanen, akan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan. Cara memanen buah matoa adalah dilakukan dengan cara memotong tangkai buah dengan menggunakan pisau atau gunting yang tajam dan bersih / baru.
Jika anda memelihara matoa di pot, maka caranya hampir sama dengan penanaman di lahan kosong. Ketika pohon telah mulai berbunga, ia menandakan bahwa bunga akan berkembang menjadi buah dan bisa dipanen dengan jangka waktu 2 hingga 3 bulan. Jika anda ingin menghindari hama, maka tutuplah dengan jaring. Hindari menutupnya dengan memakai plastik, karena buah akan mudah layu sebelum matang dan membusuk. Saat ini banyak dikembangkan penanaman buah atau pohon yang berukuran besar ke dalam pot â pot berukuran besar. Lantas, bagaimana dengan matoa ? Apakah dapat dilakukan dalam pot ? Tidak menutup kemungkinan hal ini bisa dilakukan, namun perawatannya akan jauh lebih sulit, jika anda bandingkan dengan penanaman yang berada di area lahan atau ladang yang .luas. Jika berhasil, maka penanaman yang dilakukan oleh petani akan mampu menyulap halaman atau kebun mereka menjadi hijau dan menarik.
Demikian kami menjelaskan, semoga bermanfaat !
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.