article

Cara Praktis Membudidayakan Tanaman Buah Matoa Yang Unik - 1

Cara Praktis Membudidayakan Tanaman Buah Matoa Yang Unik - 1

Apakah anda pernah mendengar nama buah matoa ?

Untuk anda yang sama sekali belum pernah mengenal apalagi mendengar nama buah yang satu ini, matoa adalah buah yang berasal dari Papua. Matoa memiliki beberapa macam jenis, tetapi secara umum pohon matoa hanya ada dua jenis saja yaitu matoa yang terkenal di Indonesia.

Buah matoa rata – rata berbentuk bulat dan sedikit melonjong dengan ukurannya yang kurang begitu besar. Buah matoa mempunyai warna coklat kehitaman dan sekilas pandang bentuknya menyerupai telur burung puyuh dan sangat mudah dikenali. Kulitnya licin dan memiliki bau yang harum dan manis saat ranum di pohon. Buah matoa sangat mudah dijumpai di Jayapura. Pohon ini adalah berasal dari Papua dan merupakan tanaman khas yang menjadi identitas terhadap flora bagi daerah tersebut. Pohon matoa mempunyai ketinggian kurang lebih sekitar 50 meter.

ads

Meskipun telah populer di Indonesia hingga mancanegara, dan beberapa dari anda sudah pernah mendengar dan mencicipi rasa dari salah satu jenis buah ini, matoa menjadi sangat terkenal akan keunikan bentuk dan rasanya yang kian hari digemari oleh banyak orang. Rasa buah ini beragam dan dapat mengingatkan anda akan tekstur kulitnya yang seperti buah markisa dan memiliki bentuk buah seperti rambutan namun mempunyai rasa yang manis dan harum seperti durian.

Kandungan Pada Matoa.

Buah matoa bisa dikonsumsi dalam kondisi segar dan mempunyai rasa seperti gabungan antara buah rambutan dan lengkeng yang tentu saja semakin membuat buah ini berasa sangat lezat. Karena kesegaran rasanya yang unik dan enak, maka buah ini mempunyai nilai jual yang cukup mahal. Buah matoa kaya akan kandungan vitamin C dan vitamin E, juga buah ini kaya akan kandungan zat glukosa jenuh sehingga apabila anda terlalu banyak mengkonsumsinya maka akan menyebabkan “ teler â€.

Vitamin E dalam daging buah matoa mempunyai peran penting dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit yaitu dengan cara menjaga serta meningkatkan kelembapan serta elastisitas kulit terutama buat kaum wanita. Vitamin E bermanfaat sebagai antioksidan yang bertugas untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas yang dapat merusak serta menggerogoti sel - sel tubuh.

Buah matoa selain kaya akan kandungan vitamin C dan E, juga banyak mempunyai manfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam bidang ekonomi. Dimana diketahui bahwa harga jual dari buah matoa ini adalah cukup tinggi sehingga membuat buah ini bermanfaat untuk membantu perekonomian masyarakat yang menekuni budidaya tanaman buah matoa dan menjual buah matoa.

Kandungan vitamin C dalam buah matoa adalah bermanfaat sebagai antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas yang sewaktu – waktu bisa menyerang system kekebalan tubuh. Vitamin C diketahui bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai macam penyakit parah maupun ringan. Sedangkan kandungan vitamin E pada daging buah matoa sangat bagus dalam membantu meringankan stress, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kesuburan serta meminimalkan resiko terserang penyakit kanker dan penyakit jantung koroner.

Dua Cara Teknik Budidaya Matoa.

Dalam teknik budidayanya, pohon matoa bisa dikembangkan dengan dua cara, yaitu secara generatif dan vegetatif. Cara generatif adalah dengan cara menanam biji, sedangkan cara vegetatif yaitu dengan pencangkokan.

Pemindahan bibit dilakukan dari persemaian dan harus diperhatikan dan dilakukan dengan cara hati - hati. Bibit matoa sangat peka terhadap perubahan kondisi lingkungan apabila ada perubahan besar – besaran di dalamnya. Terutama pada bagian akar matoa muda. Hindari perpindahan bibit yang dilakukan dengan cara mencabut secara asal dan tiba - tiba. Karena hal ini justru bisa merusak laju perkembangan bibit menjadi tumbuh besar dan dewasa.

Menyiapkan Bibit.

Karena cara vegetatif diketahui akan menghasilkan buah lebih lebat dengan kualitas yang bagus dan hampir sama dengan buah yang dihasilkan oleh pohon induk, maka disarankan untuk memilih pohon induk yang mempunyai buah berkualitas super. Selanjutnya, buatlah cangkokan pada cabang – cabang yang tidak terlalu muda tapi dianggap sudah dewasa dan tidak terlalu tua, dengan cara menyayat kulit luar cabang serta menghilangkan kambiumnya. Tutuplah kembali sayatan tersebut dengan tanah lalu bungkus dengan sabut kelapa. Jika kesulitan dalam mencari sabut kelapa, maka bisa diganti dengan plastik, hanya saja hasil dari cangkokan tidaklah sebaik menggunakan sabut kelapa. Sirami secara rutin cangkokan tersebut hingga mengeluarkan akar. Setelah akar keluar, maka potong dan pindahkan ke dalam polybag yang berisi campuran tanah dengan kompos atau pupuk kandang. Selanjutnya rawat sebaik mungkin bibit – bibit tersebut hingga akarnya tumbuh semakin panjang, banyak dan bibit sudah memperlihatkan tanda - tanda pertumbuhan.

Buat Lubang Tanam.

Tanaman matoa sebenarnya bisa ditanam di dalam pot besar atau pot dari drum. Jika dijadikan sebagai tabulampot ( tanaman buah dalam pot ), maka pot atau potongan drum tersebut haruslah diisi dengan tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan rasio perbandingan 2:1, 2 bagian untuk tanahnya dan 1 bagian untuk kompos atau pupuk kandang.

Namun sebaik apapun perawatan yang telah anda lakukan pada tabulampot tersebut, hasil buahnya tidak akan mencapai nilai maksimal sebagaimana apabila ditanam secara langsung di tanah. Untuk penanaman secara langsung di tanah, maka siapkan terlebih dahulu lubang - lubang berukuran 50 x 50 cm2, dengan kedalaman sekitar 50 – 60 cm. Masukkan kompos atau pupuk kandang ke dalam masing – masing lubang hingga terisi 2/3 bagiannya. Agar pupuk kandang benar – benar meresap dengan sempurna ke dalam tanah, maka biarkan hingga 1 bulan lamanya sebelum siap untuk anda tanami.

Demikian, semoga bermanfaat !

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads