article

Cara Mudah Menanam Dan Merawat Jambu Air King Rose (2)

Cara Mudah Menanam Dan Merawat Jambu Air King Rose (2)

Apakah anda adalah orang yang suka makan buah – buahan segar ?

Jika iya, pastilah anda sudah tahu dan mengenal yang namanya buah jambu air. Buah yang satu ini saat ini sangat populer di kalangan kaum wanita karena mempunyai cita rasa yang unik yaitu segar dan manis serta bentuk buah yang menarik. Rasa manis dari buah jambu air adalah khas, dimana diketahui bahwa buah jambu air banyak mengandung air yang melimpah pada dagingnya sehingga hal inilah yang menyebabkan buah ini cukup banyak diminati oleh banyak orang di samping manfaatnya bagi kesehatan dan kecantikan kulit yang cukup nyata jika anda rutin mengkonsumsinya setiap hari barang tiga biji. Mengkonsumsi buah ini secara teratur pada waktu anda usai makan besar sebagai buah pencuci mulut akan banyak berpengaruh positif terhadap kesehatan kulit anda yaitu menjadi lebih cerah serta fungsi organ pencernaan akan bekerja secara optimal. Di pasaran terutama pada pasar – pasar tradisional, apabila anda merasa jeli, terdapat beragam jenis jambu air yang dijual. Masing - masing jambu tersebut dapat dibedakan atas beberapa faktor diantaranya adalah warna, bentuk buah, ukuran buah, teknik budidaya, tekstur daging buah dan masih banyak lagi yang lainnya. Jika dihitung, sebenarnya jenis jambu air di Indonesia adalah mencapai angka puluhan !

Cara Merawat Jambu Air King Rose

ads

Untuk faktor eksternal, tentunya anda sebagai pemula tidak perlu mengubahnya, tetapi menyikapinya sesuai dengan kondisi yang terjadi di sekitar lahan. Semisal pada saat musim penghujan, maka anda tidak perlu menyirami kebun setiap hari tetapi bisa dua atau tiga kali sehari saja. Dalam usaha agar buah jambu air berbuah seperti yang anda harapkan maka tidak bisa lepas dari proses awal pertama kali anda menyiapkan bibit buah jambu air, menyiapkan media tanam sampai kepada tehnik penanaman buah jambu air.

Agar menghasilkan buah jambu air yang berukuran besar, renyah, segar karena banyak air, manis, lebat, dan warnanya bagus maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi dan bisa dikategorikan ke dalam dua macam, yakni faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal diantaranya adalah iklim/cuaca/musim, kondisi geografis sebagai tempat menanam buah jambu air, curah hujan, angin dan lain sebagainya. Sedangkan faktor internal adalah yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil buah jambu air diantaranya perlakuan anda terhadap tanaman, termasuk  di dalamnya adalah penyiraman, pemupukan, perontokan, penyiangan hama, penyemprotan dan lain sebagainya.

Pemupukan jambu air dilakukan dengan rutin yaitu kurang lebih tiga bulan setelah masa tanam. Selanjutnya, tiga bulan kemudian perlu diadakan pemupukan lagi. Pada saat pemupukan kedua ini, berikanlah pemupukan berupa pupuk kandang seperti kotoran kambing sebanyak 15 kg, ditambah dengan TS sebanyak 100 - 150 gram. Takaran ini diberikan lagi 3 - 4 bulan berikutnya, dan dijatahkan satu pohon saja atau satu pot.

Cara pemberian pupuk kandang adalah telah disiapkan sebelumnya untuk kemudian dibenamkan dalam media tanam di dalam pot secara merata. Pupuk TS dibenamkan juga tetapi pada bagian pinggiran di dalam pot. Setelah pemberian pupuk, pot langsung disiram sampai merata basahnya. Lantas penyiraman selanjutnya rutin dilakukan setiap pagi hari pada waktu musim kemarau.

Secara spesifik, dalam merawat tanaman buah jambu air jenis king rose apple terutama yang memakai media pot, harus memperhatikan beberapa faktor. Pertama, untuk penyiraman di musim kemarau sangat diperlukan kerajinan anda yaitu minimal sekali dalam sehari agar pohon jambu air tidak mudah dehidrasi. Jika penyiraman menggunakan air PAM, yang biasanya mengandung kaporit, sebaiknya endapkan terlebih dulu selama semalam dan esoknya baru disiramkan.

Perontokan daun dilakukan setelah tanaman jambu air anda berumur 6 - 8 bulan, atau 3 - 4 bulan setelah pemupukan awal, atau sekitar sebulan sesudah pemupukan di atas dilakukan.

Cara perontokan adalah dengan membuang daun pada tiap ranting pohon yang danggap berlebihan. Daun yang disisakan hanya 4 lembar saja yang berada di pucuk - pucuknya. Pekerjaan ini anda lakukan pada saat kondisi tanaman sedang sehat dan subur.

Wajib anda perhatikan bahwa perontokan daun dilakukan setelah pemupukan. Kondisi lingkungan juga perlu anda pertimbangkan saat akan merontokkan daun jambu air king rose. Jika cuaca panas sekali maka perontokan harus ditunda. Perontokan ini berfungsi untuk merangsang pohon jambu agar cepat berbuah.

Besar Kecil Buah Yang Dihasilkan

Jika didasarkan pada ukurannya, maka diketahui bahwa jenis jambu air ini pada umumnya dibagi atas dua kelompok besar yakni jambu air kecil atau syzygium aqueum dan jambu air besar atau syzygium samarangnse. Konon, jambu air kecil ini diketahui aslinya berasal dari kawasan Asia Teggara. Sedangkan jambu besar sejak dulu telah diakui sebagai tanaman asli dari Indonesia. Salah satu jenis jambu besar asli Indonesia yang saat ini telah banyak dikembangkan di negara - negara tetangga lainnya adalah jambu air citra. Jambu dengan signatur buah yang sangat cantik dan eksotik ini adalah mirip lonceng dan kulit buah berwarna merah mengkilap, kabarnya ditemukan pertama kali oleh seorang ahli botani bernama Dr. Ir. Moh. Reza Tirtawinata dari Jakarta.

Pada perkembangan selanjutnya, jambu citra banyak dikembangkan di Thailand dan menjadi salah satu produk pertanian unggul di kota – kota besar di sana. Tetapi kini jambu citra lebih banyak dikenal orang dengan sebutan jambu Thailand ketimbang jambu air dari Indonesia. Hal ini mungkin terjadi karena di Thailand lebih serius mengembangkan varietas jenis ini dibandingkan di negara kita. Dulu, jambu air besar disebut dengan nama si mawar yang hanya bisa tumbuh subur di kraton – kraton Jogja saja sehingga diberi julukan sebagai jambu kraton saking wanginya daging jambu yang telah ranum di pohon.

Nah, seiring dengan perkembangan zaman dan budidaya tanaman jambu semakin mengalami kemajuan pesat, si mawar pun berubah bentuk menjadi lebih berisi, bodinya makin cantik, serta rasa tetap manis dan renyah ketika digigit, sehingga jambu ini dikategorikan ke dalam jambu air Semarang (syzygium semarangense) atau suku jambu – jambuan yang sejak dulu memang terkenal manis bahkan saat ini anda dapat memilih yang paling sempurna yaitu si pink rose apple atau pilihan kepada buah yang berukuran besar – besar dsebut dengan si king rose apple dimana dalam perawatannya tanpa melakukan penjaranganpun masih mampu mengeluarkan buah jambu berukuran besar.

Pemerian Botanis

Dibandingkan dengan jambu air, pada umumnya bagian - bagian tumbuhan jambu Semarang berukuran sedikit lebih besar. Jambu Semarang umumnya berperawakan perdu atau pohon, setinggi 5 - 15 m. Berbatang bengkak - bengkok dan bercabang rendah dalam jumlah besar, kadang - kadang gemangnya mencapai 50 cm. Daun tunggal terletak berhadapan, bertangkai pendek dan menebal, 3 - 5 mm panjangnya. Helaian daun berbentuk jorong atau jorong lonjong, 10 - 25 x 5 – 12 cm, sedikit menjangat bertepi tipis, berbintik tembus cahaya, berbau aromatis apabila diremas. Karangan bunga dalam malai di ujung ranting (terminal) atau muncul di ketiak daun yang telah gugur (aksial), berisi 3 - 30 kuntum. Bunga berwarna kuning keputihan, dengan banyak benang sari yang mudah berguguran. Tabung kelopak panjang 1,5 cm, menggelendut di ujungnya, daun mahkota kuning dan putih, bundar sampai bentuk sudip, 1 - 1,5 cm, panjang benang sari dan tangkai putik mencapai 3 cm.

Buah bertipe buah buni, seperti lonceng yaitu menyerupai buah pir yang melebar, dengan lekuk atau alur - alur dangkal membujur di sisinya, bermahkota kelopak yang melengkung berdaging, besarnya sekitar 3,5 - 4,5 x 3,5 - 5,5 cm, dimana diketahui bahwa dibagian luar mengkilap seperti lilin, berwarna merah, kehijauan atau merah hijau kecoklatan. Daging buah putih pada bagian dalam, banyak berair, dengan bagian dalam seperti spons, aromatik, manis atau asam manis dan renyah.

Demikian ulasan singkat dari kami, semoga bermanfaat !

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads