article

Menanam Terong Ungu Dalam Polybag Agar Mudah Berkembang - 2

Menanam Terong Ungu Dalam Polybag Agar Mudah Berkembang - 2

Meskipun termasuk ke dalam kategori tanaman sayur murah, tapi siapa yang belum pernah mengenal terong yang dibudidayakan secara komersil ? Hampir sebagian besar dari petani sayur di Indonesia telah mengenal jenis sayuran ini, atau bahkan mungkin sudah menjadikannya sebagai salah satu sayuran kegemaran. Terong memang telah lama dikonsumsi oleh masyarakat kita. Di samping itu sayuran ini juga dikonsumsi sebagai obat wasir karena banyak mengandung senyawa solasodin, terong dikenal sebagai alat pencegah kehamilan.

Dengan bertanam terong, seharusnya anda tidak harus memiliki lahan yang luas, karena ternyata terong mampu tumbuh subur dalam pot / polybag, sehingga pekarangan / teras rumah anda yang sempit pun bisa dimanfaatkan untuk bertanam terong.

Syarat Utama Untuk Tumbuh

ads

  • Dapat tumbuh dengan subur pada dataran rendah maupun dataran tinggi.

  • Suhu udara kisaran antara 22 – 30 derajat Celcius.

  • Jenis tanah yang bagus digunakan adalah lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase yang baik dan memiliki keasaman / pH antara 6,8 – 7,3.

  • Media tanam : tanah, pupuk kandang dan pasir / sekam.

  • Mendapat sinar matahari yang cukup.

  • Pilihlah waktu tanam yang tepat yaitu pada awal musim kemarau.

Syarat Untuk Penanaman

  • Pilihlah bibit yang telah tumbuh subur dan normal, kira – kira berumur 1 - 1,5 bulan atau telah memiliki daun yang tumbuh pada batang minimal 4 helai.

  • Cabut bibit dari persemaian dengan hati - hati agar akar tidak rusak.

  • Tanam bibit di lubang tanam secara tegak, lalu tanah disekitar lubang tanam tersebut mulai dipadatkan.

Syarat Untuk Pemeliharaan

  • Penyiraman secukupnya saja.

  • Lakukan penyiangan gulma atau rumput – rumput liar.

  • Sulam tanaman yang pertumbuhannya tampak kurang normal / hampir mati / terserang penyakit.

  • Pemasangan turus bambu berukuran sekitar 80 - 100 cm dan lebar 2 - 4 cm, dipasang lebih awal supaya tidak mengganggu perakaran, ditancapkan secara individu yang dekat dengan batang, lalu kuatkan dengan ikatan.

  • Lakukan pemupukan dengan memakai pupuk organik. Jika dibutuhkan, berilah pupuk kimia, disarankan untuk dilakukan dengan cara dikocor yaitu sebanyak 3,5 gr / liter air, kocorkan larutan pupuk kira – kira 250 cc / tanaman.

  • Lakukan pemangkasan terhadap tunas - tunas liar yang mulai tumbuh dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama, supaya tunas - tunas baru dan bunganya menjadi lebih produktif dan dengan mudah dan segera tumbuh.

Pengendalian Penyakit

1. Layu bakteri

  • Penyebab : bakteri Pseudomonas Solanacearum.

  • Bisa hidup lama di dalam tanah.

  • Serangan hebat ketika suhu udara cukup tinggi.

  • Gejalanya : terjadi kelayuan pada seluruh tanaman secara mendadak.

  • Pengendalian : gunakan pestisida alami atau bila serangan sangat berat dan parah maka dapat menggunakan pestisida kimia, sangat dianjurkan.

2. Busuk buah

  • Penyebab : jamur Phytophthorasp, Phomopssvexans, dan Phytiumsp.

  • Gejala : bercak - bercak coklat kebasahan pada buah sehingga lama kelamaan buah akan membusuk

  • Pengendalian : gunakan pestisida alami atau bila serangan sangat berat dapat digunakan pestisida kimia yang dianjurkan

Pengendalian Hama

1. Kumbang Daun ( Epllachnaspp. ).

  • Gejala serangan : adanya bekas gigitan pada bagian permukaan daun sebelah bawah. Bila serangan berat maka akan dapat merusak semua jaringan daun dan tinggal tulang - tulang daun saja.

  • Pencegahan : semprot dengan memakai Pestona atau Pentana + Aero 810 setiap 1 - 2 minggu sekali.

  • Pengendalian : kumpulkan dan musnahkan kumbang, dilakukan pengaturan waktu tanam dengan tepat.

2. Kutu daun ( Aphissp ).

  • Menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada pucuk atau daun - daun muda.

  • Gejala : daun tidak normal, keriput / keriting / mulai menggulung.

  • Pengendalian : mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, sebagai media untuk pencegahan, semprot dengan Pentana + Aero 810 atau Natural BVR setiap 1 - 2 minggu sekali.

3. Ulat Tanah ( AgrotisipsilonHufn ).

  • Bersifat polifag, aktif pada senja / malam hari.

  • Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda atau baru tumbuh, sehingga tanaman akan terkulai lalu roboh.

  • Pengendalian : kumpulkan dan musnahkan ulat yang ada.

  • Pencegahan : semprotkan Pestona atau Pentana + Aero810.

4. Ulat Grayak ( Spodopterailtura,F. ).

  • Bersifat polifag.

  • Menyerang dengan cara memakan daun hingga berlubang – lubang.

  • Pengendalian : atur waktu tanam dan pergiliran tanaman.

  • Pencegahan : semprot dengan Natural Vitura.

5. Ulat Buah ( HeilcoverpaarmigeralHubn ).

  • Bersifat polifag.

  • Menyerang buah dengan cara menggigit / melubanginya.

  • Pengendalian : lakukan pergiliran tanaman, waktu tanam dan sanitasi terhadap tempat tanam.

Masa Panen

  • Petik buah pertama setelah berumur 3 - 4 bulan ( tergantung jenis terong yang anda tanam).

  • Terong bisa lebih mudah berproduksi hingga umur 5 - 6 bulan.

  • Petik buah bersama tangkainya dengan menggunakan tangan atau alat tajam.

  • Waktu panen yang tepat adalah pagi / sore hari.

  • Pemetikan buah selanjutnya dilakukan dengan rutin tiap 3 - 7 hari sekali untuk buah yang telah siap petik.

Demikian sedikit info tentang cara mudah budidaya tanaman terung, apakah anda berminat ?

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads