Kenali cara – cara pengolahan media tanam.
Sebagai salah satu syarat utama dalam mempersiapkan lahan untuk kebun buah - buahan khususnya jambu biji kristal, pilihlah tanah yang subur dan banyak mengandung unsur nitrogen, meskipun pada beberapa daerah perbukitan jarang ada tanahnya yang benar – benar subur, bisa dilakukan dengan cara membuat sengkedan ( teras ) pada bagian – bagian yang curam, lalu untuk menggemburkan tanah, dibutuhkan alat untuk membajak atau cukup dicangkul saja dengan kedalaman sekitar 30 cm secara merata. Langkah berikutnya adalah diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg / m persegi, kemudian dibuatkan bedengan – bedengan dengan ukuran sekitar 1,20 m yang memiliki panjang disesuaikan dengan ukuran yang anda butuhkan. Untuk penanaman di dalam pot, pakailah media tanam tanah, pupuk kandang, dan sekam yang sudah menjadi arang dengan perbandingan 1:2:2, sebelum pot diisi dengan media tanam tersebut, usahakan dasar pot diberi kerikil / batu apung / busa agar air dapat dengan cepat jatuh ketika penyiraman berlebihan atau pada musim hujan, sehingga tanah atau media tanam tidak menjadi becek.
Perhatikan pemeliharaan tanaman.
Meskipun penanaman jambu biji kristal mampu tumbuh dengan subur dan dapat menghasilkan buah yang lebat tanpa membutuhkan perhatian yang berlebihan, keadaan tanah dan cuaca yang mempengaruhinya tetap menjadi faktor utama keberhasilan anda mengembangkan tanaman ini, dimana akan lebih baik jika keberadaannya benar – benar terpelihara, karena tanaman yang diperhatikan dengan teliti akan memberikan imbalan hasil berupa panen yang memuaskan.
Perhatikan tehnik penjarangan dan penyulaman.
Karena kondisi tanah sudah gembur dan siap untuk ditanami bibit unggul, hal ini akan menyebabkan tanaman lain juga mudah tumbuh dengan subur seperti rumput liar atau gulma ( tanaman pengganggu ), mereka harus disiangi hingga radius 1,5 - 2 m sekeliling tanaman pokok. Jika bibit kurang mampu tumbuh dengan baik maka segera melakukan penggantian dengan bibit cadangan. Dan apabila tumbuh tanaman memiliki jarak terlalu jauh maka anda perlu melakukan penyulaman dan sebaliknya, jika tumbuhnya sangat berdekatan, segeralah melakukan penjarangan.
Waktu tepat untuk melakukan penyiangan.
Selama 2 minggu setelah pembibitan yang berasal dari cangkokan / okulasi ditanam pada lahan, anda perlu melakukan penyiangan yaitu hanya pada batang dahan tua saja ( yang berwarna cokelat ) dengan dahan muda ( yang berwarna hijau ) dan apabila sudah berbuah dalam jumlah banyak, tunas yang tumbuh dalam satu ranting harus dikurangi, karena jika sudah dikurangi maka tunas – tunas yang tidak diperlukan tersebut akan menyebabkan buah menjadi besar dan berasa manis. Khusus untuk jenis jambu biji kristal non biji, penyiangan dilakukan dengan cara membatasi percabangan buahnya yaitu maksimal 3 buah setelah panjang sekitar 30 - 50 cm, lakukan pangkasan, dan setelah tumbuh cabang - cabang tersier, segeralah dilenturkan ke arah mendatar yang berfungsi untuk merangsang tunas bunga dan buah tumbuh subur dan banyak.
Pembubunan.
Agar tanah tetap gembur dan subur pada kebun dimana lokasi penanaman jambu biji kristal dilakukan, maka perlu dibuatkan pembalikan dan penggemburan tanah agar tetap dalam keadaan lunak, lakukanlah setiap 1 bulan sekali hingga tanaman buah jambu kristal bisa dianggap telah tumbuh dengan kuat dan kokoh.
Perempalan.
Perempalan penting untuk dilakukan agar tanaman jambu biji kristal anda mendapatkan tajuk yang rimbun setelah tanaman berusia sekitar 2 tahun, maka segeralah melakukan perempalan / pemangkasan pada bagian ujung cabang - cabangnya. Disamping bertujuan untuk memperoleh tajuk yang seimbang, perempalan bermanfaat untuk memberikan bentuk tanaman menjadi lebih menari, juga bisa memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman jambu kristal anda tetap terpelihara dan pemangkasan memang perlu dilakukan setelah masing – masing jambu biji kristal dipanen, hal ini dilakukan dengan harapan agar muncul tajuk - tajuk baru sebagai media munculnya bunga baru dengan hasil yang akan lebih meningkat atau tetap stabil seperti masa panen sebelumnya.
Lakukan pemupukan.
Untuk menjaga agar kesuburan tanah dari tanaman jambu biji kristal tetap stabil maka diperlukan pemberian pupuk secara berkala dengan aturan sebagai berikut :
Pada tahun 0 - 1 umur penanaman bibit jambu biji kristal, diberikan pada masing – masing pohon dengan campuran sekitar 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram urea dan 20 gram ZK dengan cara menaburkannya di sekeliling pohon atau dengan jalan menggali tanah di sekeliling pohon sedalam sekitar 30 cm dan lebar antara 40 - 50 cm, kemudian masukkan campuran pupuk tersebut ke dalamnya dan tutup kembali dengan memanfaatkan tanah galian sebelumnya.
Pemupukan tanaman umur 1 - 3 tahun dilakukan dengan NPK 250 gram / pohon, dan TSP 250 gram / pohon, dan seterusnya dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP dan NPK memakai takaran sama. Pemupukan tanaman umur 3 tahun ke atas hanya diberikan jikalau pertumbuhan tanaman adalah kurang sempurna, terutama akan terlihat pada pertumbuhan tunas dengan hasil pemangkasan ranting, berarti selain anda menggunakan TSP dan NPK dengan ukuran yang sama besar, tanaman harus membutuhkan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak per pohon. Cara pemupukan adalah dilakukan dengan membuat torakan yang mengelilingi tanaman seperti di bawah ujung tajuk dengan kedalaman sekitar 30 - 40 cm dan pupuk segera ditanam dalam torakan tersebut untuk selanjutnya ditutup kembali dengan bekas galian terdahulu.
Pengairan dan penyiraman.
Selama dua minggu pertama setelah anda melakukan pembibitan yang berasal dari cangkokan atau okulasi ditanam, lakukan penyiraman sebanyak dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Pada minggu - minggu berikutnya, lakukan penyiraman dengan cara dikurangi menjadi satu kali sehari. Jika tanaman jambu biji kristal telah bisa tumbuh benar - benar kokoh dan kuat, frekuensi penyiraman harus dikurangi lagi yang bisa dilakukan pada saat - saat dibutuhkan saja. Apabila sedang turun hujan terlalu lebat karena sedang musim, usahakan menjaga kebun supaya di sekitar tanaman tidak tergenang oleh air dengan cara membuat lubang – lubang saluran untuk mengalirkan air. Sebaliknya, ketika sedang musim kemarau dimana tanah akan tampak merekah maka anda membutuhkan penyiraman dengan memanfaatkan pompa air 3 PK untuk lahan seluas sekitar 3000 m2 dan dilakukan sehari dengan rutin setiap sore hari.
Waktu penyemprotan pestisida.
Guna menjaga kemungkinan pohon akan terkena penyakit atau hama yang ditimbulkan karena beragam faktor maka sebaiknya perhatikan kondisi cuaca dan juga beberapa jenis hewan - hewan perusak, perlu dilakukan penyemprotan pestisida, disamping melakukan penyemprotan dengan fungisida, juga digunakan insektisida untuk memberantas lalat buah dan kutu daun, semprotkan sebanyak 2x dalam  seminggu dan setelah sebulan berlalu sebelum panen tiba, penyemprotan sebaiknya dihentikan saja.
Panen.
Ketahuilah ciri – ciri dan umur panen. Buah jambu biji kristal pada umumnya ketika telah berumur 2 - 3 tahun akan mulai berbunga dan berbuah lebat, berbeda halnya dengan jambu yang pembibitannya dilakukan dengan cara cangkok / stek umur, akan lebih cepat masa pertumbuhannya yaitu kurang lebih 6 bulan sudah mulai bisa berbuah, jambu biji kristal yang sudah dewasa dan telah matang akan mulai menonjolkan ciri - ciri berupa penampakan warna yang jelas dan disesuikan dengan jenis jambu biji kristal yang telah ditanam, bisa diketahui dengan cara mencium baunya serta yang terakhir adalah dengan merasakan jambu biji yang nampak telah masak dibandingkan dengan jambu yang masih hijau sebagai pertanda belum masak, anda bisa memastikan bahwa pemanenan dilakukan setelah jambu – jambu tersebut bewarna hijau pekat menjadi muda keputih - putihan dimana dalam kondisi ini para petani buah sudah boleh memanen jambu – jambu tersebut.
Cara panen yang benar adalah dengan dipetik beserta tangkainya, pilihlah yang sudah benar – benar matang ( hanya yang sudah masak di pohon saja ) sekaligus anda bisa melakukan pemangkasan pohon agar tidak mudah menjadi rusak, waktunya setelah 4 bulan umur buah kemudian dimasukkan ke dalam keranjang bambu yang khusus dibawa oleh pemetik, selanjutnya setelah keranjang penuh maka bisa diturunkan dengan tali yang telah anda siapkan sebelumnya, lakukanlah hingga pemanenan selesai. Pemangkasan bisa dilakukan secara sekaligus panen agar bisa bertunas kembali dengan baik dan bisa cepat berbuah kembali.
Prakiraan produksi dan pemasaran jambu biji kristal.
Apabila anda telah melakukan penanganan dan pemeliharaan dengan tepat semenjak pembibitan hingga usia panen tiba, maka lakukan secara baik dan benar serta sesuai dengan aturan yang ada, maka bisa diperkirakan anda akan mendapatkan hasil yang berlimpah. Pada penanaman 400 pohon setelah 2 - 3 bulan dari pohon cangkokan biasanya pohon sudah mulai berbunga dan 6 bulan selanjutnya sudah mulai dipanen, pemanenan dapat dilakukan setiap 4 hari sekali dengan hasil panenan seberat 100 kg buah jambu.
Saat ini di Indonesia masih sedikit budidaya jambu biji kristal, maka dari itu peluang penjualan terbuka luas bagi anda yang serius menekuninya, bisa anda menjualnya ke gerai – gerai buah di kota – kota besar, pasar tradisional, pengepul, tengkulak bahkan penjual buah keliling, dimana sekedar info, hingga saat ini stok akan buah jambu biji kristal masih kekurangan. Perlu mendapat perhatian dan pertimbangan serius untuk menekuninya.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat !
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.