article

Budidaya Tanaman Buah Jambu Mete Sebagai Tanaman Dengan Buah Serbaguna - 2

Budidaya Tanaman Buah Jambu Mete Sebagai Tanaman Dengan Buah Serbaguna - 2

Jambu mete di Indonesia mempunyai puluhan varietas, tetapi ada beberapa yang terkenal diantaranya adalah jambu metet yang berkulit putih, merah, merah muda, kuning, hijau kekuningan dan hijau.

Tanaman jambu mete banyak tumbuh di pulau Jawa Tengah (Jepara, Wonogiri), Jawa Timur (Bangkalan, Sampang, Sumenep, Pasuruan, dan Ponorogo), dan di Yogyakarta (Gunung Kidul, Bantul, dan Sleman). Di luar pulau Jawa, jambu mete banyak ditanam di Bali (Karangasem), Sulawesi Selatan (kepulauan Pangkajene, Sidenreng, Soppeng, Wajo, Maros, Sinjai, Bone, dan Barru), Sulawesi Tenggara (Muna). dan NTB (Sumbawa Besar, Dompu, dan Bima).

Pedoman Budidaya Jambu Mete Bagi Bisnis Pemula

ads

Budidaya pembibitan jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji – biji unggul dan dilakukan secara vegetatif dengan cara pencangkokan, okulasi, dan penyambungan. Biji yang akan ditanam haruslah berasal dari pohon induk pilihan. Cara penanganan biji mete untuk benih adalah :

  • Buah mete / calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen.

  • Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat.

  • Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih, kemudian disortir.

  • Biji mete dijemur sampai kadar air sekitar 8 - 10%.

  • Bila dikemas dalam kantong plastik kering agar aliran udara di ruang penyimpanan harus lancar dengan suhu antara 25 - 30 derajat C dan kelembaban : 70 - 80%.

  • Lama penyimpanan bibit sekitar 6 bulan, paling lama 8 bulan.

  • Sebelum ditanam, benih (biji mete) harus disemai terlebih dahulu.

Selanjutnya adalah melakukan pengolahan media tanam, kami rangkum dari berbagai pilihan, berikut poin yang perlu anda perhatikan lebih teliti :

1). Persiapan.

Sebelum benih ditanami, perhatikan lahan harus dibersihkan dahulu, pH dijaga sekitar 4 - 6, tanah untuk menanam bibit jambu mete pada umumnya toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab, juga terhadap tanah yang kondisinya kurang subur. Daerah dengan tanah liat pun bisa ditanam jambu mete dan mereka bisa berproduksi dengan baik. Saat tepat untuk tanam jambu mete adalah awal musim hujan, dimana pengolahan tanah sudah dimulai terlebih dahulu di musim kemarau.

2). Pembukaan lahan.

Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik - baiknya. Tanah dibajak / dicangkul sebelum musim hujan. Siapkan batang - batang pohon yang tak berguna untuk disingkirkan dan dibakar, kemudian tanah dengan pembuangan air yang kurang baik dibuatkan parit - parit drainase.

3). Pemupukan.

Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Sebaiknya dilakukan pada saat tanaman masih kecil, pemupukan dengan pupuk kandang harus diulangi barang dua kali dalam setahun. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang, sedikit diluar lingkaran daun. Pupuk atau kompos dimasukkan ke dalam lubang galian, barulah ditanam benih kemudian timbun dengan sisa tanah galian. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan cara menggali lubang, diluar lubang sebelumnya. Pemberian pupuk kandang dan kompos kedua ini dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah.

Perhatikan Teknik Penanaman

1). Penentuan pola dan jarak tanam.

Pada budidaya monokultur, jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m. Oleh karenanya, dalam setiap satu ha, dibutuhkan lahan sejumlah total tanaman yang diperlukan sebanyak 69 batang. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran sekitar 6 x 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang / ha. Kerapatan tanaman harus dijarangkan pada umur 6 - 10 tahun. Untuk efisiensi lahan, bisa diterapkan budidaya polikultur. Beberapa jenis tanaman bernilai ekonomis tinggi bisa dimanfaatkan sebagai tanaman sela. Sebagai contoh adalah tanaman palawija, rumput setaria, dan jambu mete. Bibit jambu mete yang berasal dari pencangkokan bisa ditanam dengan jarak 5 x 5 m atau jarak tanam jambu mete 10 x 10 m. Kedua bentuk ini dapat anda terapkan pada lahan datar. Di lahan – lahan miring harus disesuaikan dengan garis – garis kontur.

2). Pembuatan lubang tanam.

Cara membuat lubang tanam sesuai dengan aturan adalah :

Tanah digali dengan ukuran : 30 x 30 x 30 cm. Bila jenis tanahnya sangat liat, maka ukuran lubang tanam dibuat : 50 x 50 x 50 cm. Bila dilubang tanam terdapat lapisan cadas, harus dihilangkan, agar akar bisa tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air.

Pada waktu melakukan penggalian lubang, lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah utara dan selatan serta lapisan bawah ke arah timur dan barat. Lubang tanam dibiarkan terbuka sekitar 4 minggu. Pada waktu penutupan lubang, tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula, disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang sekitar 1 pikul. Di lubang tanam yang telah ditimbun tersebut dibuat ajir agar lubang tanam dapat dengan mudah ditemukan kembali.

Perhatikan Cara Penanaman

Penanaman bisa anda lakukan sekitar 4 – 6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. Untuk mengurangi sifat keasaman tanah, maka pembuatan lubang tanam sebaiknya anda lakukan pada musim kemarau. Hal - hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

  • Bibit yang akan anda tanam sebaiknya dilepas dari polybag dengan hati - hati. Tanah yang melekat pada akar dijaga agar jangan sampai menjadi berantakan sehingga perakaran bibit tidak rusak.

  • Penanaman dilakukan hingga sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu bibit masih dalam persemaian. Apabila anda mengaplikasikan bibit dari okulasi dan sambung, diusahakan akar tunggangnya harus tetap lurus. Letak akar cabang diusahakan tersebar ke segala arah. Perhatikan ujung - ujungnya yang patah / rusak sebaiknya dipotong.

  • Tanah di sekitar batang dipadatkan dan diratakan supaya tidak terdapat rongga - rongga udara diantara akar dan tidak mudah tergenang oleh kelebihan air. Tanaman wajib anda berikan penyangga dari bambu supaya tidak tumbuh tegak melainkan vertikal dan banyak ranting – ranting yang berusia produktif.

Pemeliharaan Tanaman Jambu Mete

1). Penyiraman.

 Bibit yang baru anda tanam membutuhkan banyak air. Oleh karena itu tanaman perlu disiram secara rutin pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan dengan secukupnya dan air siraman jangan sampai menggenangi tanaman dan akar.

2). Penyulaman.

Penyulaman dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 tahun. Apabila tanaman berumur =3 tahun maka pertumbuhan tanaman sulaman umumnya kurang baik atau akan terhambat.

3). Penyiangan dan Penggemburan.

 Bibit jambu mete mulai berdaun dan bertunas setelah 2-3 bulan ditanam. Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan sekali dalam 45 hari. Tanah yang disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya, akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara. Untuk itu tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan.

4). Pemupukan.

Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang, kompos, atau pupuk buatan. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan dengan cara menggali parit melingkar, di luar tajuk sebanyak ± 2 blek minyak tanah (.... 20 kg). Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan pupuk buatan.

5). Pemangkasan.

  • Tunas-tunas samping pada bibit terus-menerus dipangkas sampai tinggi cabang mencapai 1 - 1,5 m dari tanah.

  • Pilih 3 - 5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok .

  • Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. Pemangkasan untuk pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah.

6). Penjarangan.

Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi. Apabila jarak tanaman 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur maka tajuk tanaman diperkirakan sudah bersentuhan pada tahun 6 - 10 tahun. Pada saat itu penjarangan mulai dilakukan.

Demikian ulasan dari kami, semoga bermanfaat !

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads