Kacang panjang (vigna sinensis), merupakan tanaman yang masuk ke dalam golongan famili leguminosa. Kelompok tanaman ini banyak dimanfaatkan oleh para petani untuk memulihkan kandungan nitrogen tanah yaitu dengan cara menjadikannya sebagai tanaman sela. Tetapi, fungsinya sebagai tanaman sela tidak sebesar manfaatnya sebagai tanaman sayur yang berpotensi dari sisi ekonomi. Apalagi kacang panjang banyak mengandung kemampuan adaptasi tinggi terhadap iklim yang baik di Indonesia, sehingga boleh ditanam di sepanjang musim.
Sayuran berbentuk panjang ini akan tumbuh dengan subur dalam udara yang panas, karena itu, pertumbuhannya akan menjadi optimal jika berada dalam rentang suhu sekitar 15 - 24oC dan curah hujan rata – rata 600 - 1500 mm per tahun. Kacang panjang sangat menyukai tipe tanah dengan drainase yang baik, gembur, serta terkena sinar matahari langsung. Kacang panjang mudah ditanam dimana saja dan perawatannya tidaklah sesulit tanaman palawija yang lainnya. Tetapi bukan berarti dapat dibiarkan begitu saja tumbuh di ladang. Maka dari itu, agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal, beberapa langkah - langkah yang mesti dilakukan di bawah ini patut untuk anda perhatikan.
7). Tahapan selanjutnya yaitu sterilisasi tanah. Sterilisasi dilakukan secara kimiawi dengan memakai pestisida, misalnya Basamid 3G lebih efektif karena mampu memberantas ulat tanah, cacing tanah, gulma, dan cendawan. Tujuan dari sterilisasi ini adalah untuk mengurangi hama dan penyakit, dan biasanya dilakukan berbarengan dengan waktu pemupukan dasar.
8). Tahap selanjutnya adalah pemasangan mulsa plastik hitam perak. Ada beberapa hal positif yang patut diperhatikan terhadap tanaman kacang yang akan anda kembangkan apabila menggunakan mulsa plastik hitam perak ini dibandingkan anda menggunakan mulsa jerami, mulsa plastik bening, dan tanpa mengaplikasikan mulsa sama sekali.
9). Untuk penanaman benih dapat langsung dilakukan pada lahan yang sudah ditentukan, namun disarankan sebelum penanam dilakukan maka terlebih dahulu lakukan seleksi agar tanaman bisa tumbuh dengan baik, seperti pada biji utuh yang tidak cacat, luka, atau pecah, biji yang dipilih seragam, biji berwarna mulus mengkilap terutama pada mata bijinya, biji tidak terserang oleh hama dan penyakit, biji bersih dari kotoran, biji murni tidak tercampur dengan varietas lain, biji tidak keriput, dan biji berbentuk normal.
10). Penentuan waktu tanam yang tepat adalah pada musim kemarau, karena akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pada musim penghujan. Hal ini disebabkan oleh iklim atau cuaca pada pada musim kemarau menujang untuk proses pertumbuhan benih dan pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat. Sedangkan pada musim penghujan, cuaca sangat lembab, suhu udara cukup dingin, dan intensitas sinar matahari menjadi sangat rendah. Juga, pada musim hujan mudah terjadi gangguan hama dan penyakit yang suka menyerang tanaman kacang panjang muda. Maka dari itu, lebih baik penanam dilakukan pada awal musim kemarau atau diakhir musim hujan.
11). Jarak tanam untuk tanaman kacang panjang adalah 50 cm x 50 cm, 45 cm x 50 cm, 50 cm x 60 cm, dan 50 cm x 30 cm tergantung dari varietas yang anda pilih, misalnya, varietas putih super dan hijau super, jarak tanam yang digunakan 50 cm x 50 cm, untuk varietas biji hitam, jarak tanam yang digunakan 45 cm x 50 cm, untuk varietas lurik super dan varietas merah putih super, jarak tanamnya 50 cm x 60 cm. Sedangkan varietas lokal, jarak tanamnya 50 cm x 30 cm atau 40 cm x 60 cm.
12). Selanjutnya perhatikan pemberian air atau penyiraman pada tanaman kacang panjang, karena pemberian air haruslah seimbang, hindari pemberian air terlalu banyak maupun kekurangan. Pengairan diberikan pada waktu pagi hari atau sore ketika suhu udara dan terik matahari rendah sehingga lebih efektif melakukannya karena proses evapotranspirasi (penguapan air tanah dan air tanaman ) berlangsung lamban.
13). Perhatikan pemasangan lanjaran untuk menunjang pertumbuhan tanaman kacang supaya tanaman kacang bisa tumbuh secara vertikal. Lanjaran untuk tanaman kacang dapat berupa bambu yang dibelah - belah dengan ukuran 4Â cm dan panjang 2 m. Pemasangan lanjaran dilakukan ketika tanaman sudah mencapai ketinggian sekitar 20 cm. Cara memasang lanjaran dilakukan dengan menancapkan lanjaran sedalam kira - kira 20 cm berjarak sekitar 25 cm dari pinggir bedengan dan dekatdengan batang tanaman.
14). Tahap selanjutnya adalah melakukan pemangkasan terhadap batang dan daun yang tak berlebihan, hal ini bertujuan agar tanaman mudah terangsang untuk pembentukan cabang baru sehingga tanaman bisa berbuah lebih banyak. Pemangkasan dilakukan pada pucuk batang tanaman dan hanya dilakukan sekali ketika tanaman sudah berumur 25 hari setelah tanam.
15). Perhatikan hama dan penyakit. Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi produktivitas kacang panjang. Hama dan penyakit tersebut antara lain adalah :
a. Kutu hitam dan kutu putih,
b. Kepik daun,
c. Penggerek polong,
d. Ulat grayak,
e. Penyakit karat dan bercak daun yang disebut cercospora.
16). Untuk menangani hama dan penyakit tersebut di atas bisa dilakukan secara organik yakni dengan menerapkan pestisida hayati. Penanganan lewat cara ini pada umumnya tidak berlangsung lama, itulah sebabnya diperlukan penanganan secara manual, yakni dengan pengambilan kumbang secara manual. Pada lahan seluas 1002 m, rata – rata terdapat kumbang sekitar 50 – 100 ekor.
17). Panen dan pasca panen. Setelah berumur 45 – 50 hari, kacang panjang siap untuk dipanen yaitu saat warna kacang panjang tampak hijau keputihan. Untuk memanennya dilakukan secara periodik yaitu dengan cara dipetik. Cara memetiknya perlu diperhatikan supaya bunga yang belum menjadi buah tidak mudah rusak. Caranya adalah dengan mematahkan tangkai buah ke arah yang berlawanan atau dengan cara memutar buah dengan keras hingga lepas dari tangkainya.
Kacang panjang yang sudah dipanen selanjutnya dikumpulkan pada tempat penampungan untuk disortasi. Setelah diikat dengan bobot seperti yang diinginkan, kacang panjang tersebut siap untuk dipasarkan.
Demikian penjelasan dari kami semoga berguna.
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.