Kacang panjang (vigna sinensis), merupakan tanaman yang masuk ke dalam golongan famili leguminosa. Kelompok tanaman ini banyak dimanfaatkan oleh para petani untuk memulihkan kandungan nitrogen tanah yaitu dengan cara menjadikannya sebagai tanaman sela. Tetapi, fungsinya sebagai tanaman sela tidak sebesar manfaatnya sebagai tanaman sayur yang berpotensi dari sisi ekonomi. Apalagi kacang panjang banyak mengandung kemampuan adaptasi tinggi terhadap iklim yang baik di Indonesia, sehingga boleh ditanam di sepanjang musim.
Sayuran berbentuk panjang ini akan tumbuh dengan subur dalam udara yang panas, karena itu, pertumbuhannya akan menjadi optimal jika berada dalam rentang suhu sekitar 15 - 24oC dan curah hujan rata – rata 600 - 1500 mm per tahun. Kacang panjang sangat menyukai tipe tanah dengan drainase yang baik, gembur, serta terkena sinar matahari langsung. Kacang panjang mudah ditanam dimana saja dan perawatannya tidaklah sesulit tanaman palawija yang lainnya. Tetapi bukan berarti dapat dibiarkan begitu saja tumbuh di ladang. Maka dari itu, agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal, beberapa langkah - langkah yang mesti dilakukan di bawah ini patut untuk anda perhatikan.
1). Tentukan terlebih dahulu lahan atau kebun untuk budidaya kacang panjang, langkah selanjutnya adalah membersihkan lahan dari tanaman - tanaman lain, seperti rumput, gulma atau sisa - sisa tanaman lain yang pernah anda tanam di tempat tersebut.
2). Pembersihan rumput sebelum anda menanam kacang panjang bisa dilakukan dengan menggunakan alat manual seperti cangkul atau menggunakan mesin traktor. Agar sisa tanaman tersebut tidak mudah dipakai untuk bersarang penyakit maka disarankan untuk dibakar saja. Bisa juga melalui proses pembersihan rumput atau gulma dengan cara kimiawi yaitu memberikan Roundup, Actril DS, Satrunin 500/50 EC, dan Paracol.
3). Setelah melakukan pembersihan, selanjutnya lakukan pencangkulan tanah atau penggemburan supaya tanah yang ada di dalamnya tidak mudah memadat dan terangin - anginkan untuk menghilangkan racun di dalamnya. Setelah selesai, biarkan kondisi tanah seperti itu selama 1 minggu.
4). Lewat 1 minggu, lakukan penyisiran tanah sekaligus pengapuran, tanah harus mempunyai pH lebih dari 5,5, karena tanah untuk media tanaman kacang panjang sangat bagus bila memiliki keasaman (pH) antara 5,5 - 6,5. Setelah selesai pengapuran, biarkann tanah terangin - angin selama 1 minggu.
5). Tahap selanjutnya adalah pembuatan bedengan, fungsi pembuatan bedengan sama halnya seperti tanaman - tanaman pagar lainnya yaitu untuk tempat perlindungan, penanaman, memudahkan peresapan air hujan maupun air pengairan, memudahkan pemeliharaan tanaman, dan memudahkan pemanenan.
6). Pemberian pupuk dasar, selain memperhatikan pengolahan tanah, anda juga perlu pemberian pupuk alam, seperti pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau. Pemberian pupuk dasar sebaiknya dilakukan satu minggu sebelum penanaman. Biasanya pemberian pupuk berbarengan pada saat pembuatan
Demikian langkah termudah dalam membudidayakan tanaman kacang panjang tahap satu yang bisa anda contoh agar berhasil khususnya untuk kelompok petani skala besar.
Semoga bermanfaat !
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.