Sunyi dan asri, kata – kata yang pantas untuk melukiskan kondisi danau bekas tambang pasir yang ada di Kota Banjarmasin, kami rangkum dari Radar Banjarmasin dan sunber lainnya, Minggu (13/3/2016), beberapa pelancong mendatangi tempat ini untuk melihat – lihat kondisi danau yang ternyata masih seperti dulu, indah, dengan airnya yang berwarna biru akibat adanya pantulan sinar matahari pada waktu siang hari, serta hamparan pasir putih yang mengelilingi area danau, anda seperti sedang berada di salah satu pantai yang ada di Pulau Bali.
Ketika hari mulai sore dan matahari sudah tidak terlalu terik menyinari permukaan danau, semua pengunjung telah bersiap – siap untuk meninggalkan danau. Hanya ada dua atau beberapa motor yang terparkir dan dijaga oleh dua juru parkir. "Sepi sekarang Mas, setiap harinya seperti ini. Beda dengan dulu," kata Ahmad, salah satu juru parkirnya.
Mereka menuturkan, pengunjung danau biru saat ini terhitung puluhan orang di hari – hari sibuk. Sementara di akhir pekan, ada ratusan pengunjung yang berlibur ke sini. "Padahal dulu ribuan orang datang ke sini, hari apapun tetap ramai," ujarnya. Sangking ramainya, Ahmad mengungkapkan, lahan parkir yang tersedia kadang – kadang kurang mampu menampung kendaraan pribadi para pelancong sehingga mereka harus berjejalan ke tempat lain. "Sekarang parkir kosong, pendapatan parkir sangat sedikit. Dulu bisa sampai jutaan rupiah perhari. Sekarang paling puluhan ribu saja," ungkapnya.
Minimnya wisatawan asing yang mau berkunjung, mulai mengurangi minat para pedagang asongan dan makanan ringan untuk membuka usaha kecil mereka di sini, hanya ada satu atau beberapa warung tradisional yang hingga saat ini masih bertahan. Padahal sebelumnya, puluhan warung – warung lesehan ikan bakar berjejer rapi di sisi kanan dan kiri pinggir danau. Mereka menjual beragam sajian Nusantara dan berbagai makanan ringan dan minuman lainnya khas Banjarmasin yang dapat menjamin pengunjung suka berburu wisata kuliner ke tempat ini.
Hidden Paradise, Surga Tersembunyi Di Banjarmasin
Disebut surga tersembunyi karena sesuai dengan kenyataan yang ada, tempat ini minim dan sangat kurang promosi bahkan sekedar informasi, keindahan dan pesona alam di waduk (danau buatan) Riam Kanan yang terletak di sebelah timur laut Kota Banjarbaru dan hanya berjarak 30 menit perjalan darat tampak tidak terekspos ke masyarakat umum, bahkan (mungkin) warga Banjarmasin dan Banjarbaru serta daerah sekitarnya ada yang tidak (belum) tahu / tidak pernah berkunjung padahal alam di sana memang benar – benar indah dan alami. Banyak warga Kalsel yang justru pergi ke tempat lain dan rela menempuh jarak cukup lama, dan jauh seperti wisata pantai dsbnya, atau bahkan mencari tempat – tempat liburan ke seberang pulau seperti Bali.Â
Tempat ini merupakan salah satu dari sekian banyak objek wisata alam yang sekali waktu dicoba untuk dikunjungi, meskipun belum diberdayakan dengan baik, tetapi tempat ini dapat diakses dengan mudah menggunakan angkutan umum yang berwarna hijau, dari terminal Martapura / Banjarbaru, atau memakai kendaraan pribadi.Â
Sangat disayangkan apabila tempat ini kurang menjadi perhatian pemerintah setempat. Mereka seharusnya wajib memberikan informasi, promosi dan publikasi, serta sarana dan prasarana memadai yang ada di kawasan ini untuk kenyamanan pengunjung / wisatawan. Perhatikan jalan menuju ke area wisata waduk Riam Kanan, aspal hitam tanpa cacat, dan beberapa kilometer ada jalan concrete mulus. Lebar jalan sekitar 6 meteran, sehingga saat berpapasan dibutuhkan kehati - hatian ekstra buat para pengemudi menuju ke tempat ini, serta jalanan yang mendaki dan berkelok, mirip dengan jalan ke daerah Puncak atau Lembang di Bandung tapi udara di sini tidak sesejuk di Bandung. Sedangkan bagi anda yang pernah merasakan tinggal di Banjarmasin atau Banjarbaru, tempat yang berjarak 1.5 jam dari Kota Banjarmasin ini (seharusnya) menjadi salah satu kawasan wisata terpadu atau bahkan beberapa resort sudah menyediakan tempat rekreasi untuk khalayak ramai terutama anak - anak, dimana masyarakat Kalsel membutuhkan tempat hiburan dan berlibur.
Bagi pengunjung yang membawa keluarga beserta anak - anak, jangan pernah melewatkan untuk mengeksplor Pulau Pinus yang terhubung dengan jembatan kayu, outbound dan dapat melakukan perjalanan santai menyusuri pinggir pulau dan tepian pulau atau batas air, sekalian mengenalkan kepada anak – anak tentang wisata edukasi untuk pelestarian alam.
Area ini sangat pas sekali sebagai tempat untuk arena outbound dan outing bersama teman – teman dan keluarga, atau pelajar SMP atau SMA yang melakukan kegiatan Pramuka dan Camping di sekitaran pulau - pulau ini, dimana masyarakat setempat melakukan budidaya ikan air tawar / tambak kecil - kecil, sangat asri dan tidak mengotori air waduk atau tidak merusak pemandangan. Semoga pemerintah setempat bahkan pemerintah provinsi perduli dan mengembangkan kawasan yang indah ini, merupakan potensi luar biasa dan layak dinamakan hidden paradise di Kota Banjarmasin. Bagi yang ingin mengetahui cerita dan sejarah lengkap tentang pembangunan waduk Riam Kanan, silahkan kunjungi official website mereka di www.riamkanan.com
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.