article

Wisata Pulau Kembang Di Sungai Barito Banjarmasin

Wisata Pulau Kembang Di Sungai Barito Banjarmasin

Indonesia sejak dulu terkenal mempunyai beragam tempat yang unik dan khas serta tak habis – habisnya untuk dieksplorasi hingga ke mancanegara. Diantaranya adalah dalam bentuk kebudayaan serta panorama alam yang menakjubkan dan rata – rata masih bersifat alami. Seperti yang ada di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selain banyak menyimpan keindahan alam dari Sungai Barito yang berair jernih dan banyak ada ikannya, Banjarmasin juga mempunyai sebuah tempat unik dan patut untuk anda kunjungi, baik berupa wisata alam, wisata buatan modern, wisata religius, wisata sejarah / budaya dan wisata adat khas Melayu, Banjar. Salah satu objek wisata yang dikembangkan saat ini khusus di daerah provinsi Kalimantan Selatan adalah objek wisata alam Pulau Kembang.

Pulau Kembang merupakan salah satu objek yang patut untuk anda kunjungi setelah pasar terapung. Pulau seluas 60 hektar ini telah lama dijadikan sebagai hutan wisata oleh pemerintah setempat. Tempat ini sangat mudah untuk dikunjungi dan ditemukan karena banyak ada perahu yang akan mengantarkan anda menuju ke tempat tujuan. Pulau ini dihuni oleh kera – kera kecil ekor panjang yang jinak – jinak liar.

Ada banyak cerita yang menjelaskan tentang asal muasal tempat ini menjadi salah satu hunian cukup menyenangkan bagi kera dan satwa liar langka lainnya di Kalimantan. Salah satu cerita yang cukup populer adalah Pulau Kembang berasal dari kapal China, Law Kem Bang, yang pada jaman dulu tersesat lalu ditemukan dan dihancurkan oleh orang Biaju pada tahun 1750-an atas perintah Sultan Banjar. Puing - puing bekas kapal besar yang terdampar di pesisir Kalimantan tersebut lalu ditumbuhi oleh pepohonan dan berubahlah menjadi sebuah pulau yang didiami oleh sekelompok kera. Menurut keyakinan masyarakat setempat, kera – kera tersebut berasal dari penjelmaan mahluk halus di tengah laut.

ads

Dari cerita rakyat di atas, masyarakat Tionghoa selanjutnya membangun sebuah kelenteng besar dan arca Hanoman di pusat Pulau Kembang. Sehingga banyak masyarakat Tionghoa Kalimantan yang berziarah ke tempat ini untuk tujuan mendoakan arwah nenek moyang leluhur mereka. Selain itu, didukung oleh mitos, di pulau ini sejak jaman dulu terdapat kera – kera yang sangat besar dan merupakan raja dari para kera.

Pulau Kembang, Kerajaan Kera Di Kota Banjarmasin

Dahulu, diantara Nusantara terdapatlah kerajaan - kerajaan, baik itu kerajaan yang besar atau pun kerajaan kecil. Di Banjarmasin, tepatnya Kota Muara Kuin berdirilah sebuah kerajaan Islam terbesar di Kalimantan. Dalam penuturan yang diterima oleh masyarakat secara turun – temurun, diceritakan bahwa dalam kerajaan tersebut hiduplah seorang Patih yang sangat sakti, berani dan gagah perkasa bernama Datu Pujung, Datu Pujung adalah sebuah gelar. Adapun nama asli beliau adalah Aria Malangkan yang berstana di Tangga Ulin Amuntai, beliau hidup bertepatan pada masa pemerintahan Pengeran Suryanata hingga pemerintahan Pangeran Suriansyah. Beliau adalah salah seorang Datu yang bijaksana diantara Datu - Datu lainnya dalam hikayat Datu - Datu Banjar. Beliau juga dikenal sebagai seorang Patih dari Kerajaan Banjar.

Pada jaman dahulu, setiap orang Cina yang berkunjung ke Kalimantan akan membawa sejumlah untaian kembang ( bunga – bungaan ), dan kondisi ini berlangsung sepanjang waktu, setelah beberapa lama terjadilah tumpukan kembang yang sangat banyak di pesisir pantai. Mereka yang melintasi pulau ini selalu melihat dan menyaksikan tumpukan kembang begitu banyak di atas pasir bersih. Karena itulah cukup menarik perhatian bagi mereka untuk mampir sejenak, lalu para pelaut itu menyebut daerah ini dengan nama Pulau Kembang. Lama - kelamaan nama Pulau Kembang semakin dikenal oleh orang – orang dari luar pulau dan ramai dikunjungi oleh orang dengan niat dan tujuan yang berbeda - beda. Misalnya ada yang mengeramatkan dan mempercayai mitos - mitos tertentu atau sekedar ingin tahu tentang keberadaan Pulau Kembang yang telah melegenda sejak lama tersebut.

Tetapi sayangnya, belakangan ini sebagian besar Umat Muslim yang awam tentang pulau ini mulai mengkeramatkan tempat – tempat tertentu, dengan didirikannya sebuah bangunan suci menyerupai kuil untuk ritual yang diyakini mampu memberikan manfaat tertentu bagi orang sakit (diutamakan sekali).

Datu Pujung merupakan andalan berbentuk benteng pertahanan terhadap orang - orang yang ingin menguasai atau berbuat jahat pada anggota keluarga Kerajaan Kuin. Suatu ketika, seperti yang dikisahkan oleh orang tua dahulu, datang sebuah kapal Inggris dengan membawa penumpang yang moyoritas adalah orang Cina. Selanjutnya, mereka ingin tinggal dan menguasai Kerajaan Kuin yang berada di pinggir pantai. Untuk tercapainya niat ini, mereka harus berhadapan dengan Datu Pujung.

Beberapa ketentuan dan persyaratan yang diajukan oleh Datu Pujung jika mereka berhasil menguasai Kerajaan Kuin adalah harus bisa dan mampu melewati ujian yang ditetapkan yakni bisa membelah kayu besar tanpa menggunakan alat atau senjata. Ternyata persyaratan ini tidak dapat dipenuhi oleh mereka yang hanya ingin menguasai kerajaan !

Demikianlah setelah itu, Datu Pujung memperlihatkan kesaktiannya dan dengan mudah membelah kayu besar hanya dengan memakai tangan kosong saja. Datu Pujung membuktikan kepada orang - orang Banjar bahwa yang datang berlayar ini adalah orang yang bisa dipercaya dan persyaratan yang diajukan adalah sesuatu yang mustahil bisa dikerjakan.

Disebabkan oleh para pendatang yang ada di dalam kapal Inggris tersebut tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan, maka misi dibatalkan oleh Datu Pujung dan segera kembali ke negeri asalnya di Cina.

Demikianlah kami mengulas cerita legenda tentang wisata Pulau Kembang di Sungai Barito Kota Banjarmasin yang patut untuk anda ketahui !

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads