Sayur asparagus pada umumnya dikenal sebagai tanaman hias mahal yang mempunyai warna menarik yaitu warna putih, hijau dan ungu. Asparagus putih dikarenakan kelompok ini kurang sinar matahari, dan karenanya kekurangan pigmen berwarna hijau yang banyak mengandung klorofil. Asparagus ungu sarat dengan kandungan phtyochemicals, anthocyanin, yaitu zat yang memberikan warna cantik untuk sayuran dan dikenal mempunyai banyak manfaat baik untuk menjaga kesehatan. Secara keseluruhan asparagus bermanfaat karena sifat terapeutik, dan memiliki sekitar 300 spesies di seluruh dunia. Manfaat dan khasiat dari tanaman obat ini adalah dari akarnya dalam penggunaannya untuk pengobatan herbal atau tradisional ala orang India, Ayurveda serta dalam pengobatan ilmiah kedokteran.
Manfaat asparagus bagi kesehatan sangatlah banyak, seperti untuk meningkatkan kesuburan seorang pria atau wanita, membantu mengatasi sindrom pra-menstruasi, kanker, diabetes, mabuk, katarak, rematik, TBC, depresi, penyakit neurodegenerative dan kejang - kejang. Khasiat lainnya dari asparagus yaitu ampuh buat mengurangi infeksi saluran kemih dan kolesterol dalam darah, meningkatkan kesehatan pencernaan dan baik dikonsumsi selama kehamilan. Asparagus mempunyai kemampuan untuk menurunkan kadar homosistein dan bermanfaat untuk memelihara kesehatan jantung.
Asparagus merupakan sumber nutrisi terbesar bagi tubuh seperti vitamin, mineral dan protein penting. Asparagus kaya akan kandungan vitamin A, B1 ( tiamin ), B2 ( riboflavin ), B3 ( niasin ), B5 ( asam pantotenat ), B - 6, folat, C, E ( alfa – tokoferol ) dan K ( phylloquinone ). Mineral dalam asparagus termasuk zat besi, kalsium, fosfor, magnesium, mangan, seng, selenium dan potasium. Asparagus diketahui sangat rendah kalori tanpa kolesterol dan juga rendah kandungan zat natrium. Juga diketahui bahwa asparagus merupakan sumber sayuran yang kaya kandungan serat penting bagi tubuh. Asparagus mengandung inulin nutrisi dalam jumlah yang cukup tinggi, yaitu jenis dari karbohidrat kompleks yang dikenal sebagai prebiotik. Hal ini tidak bisa dengan mudah dicerna sebelum mencapai usus besar dimana ia akan menjadi salah satu makanan bakteri baik di dalam tubuh seperti lactobacilli. Bakteri ini akan membantu meningkatkan penyerapan nutrisi serta mengurangi risiko kanker perut dan alergi. Asparagus merupakan penyedia serat dan memiliki sifat pencahar yang membantu anda dalam kelancaran fungsi perut kembung dan sembelit. Seiring dengan pencernaan yang sehat, serat akan banyak membantu anda dalam menurunkan kadar kolesterol. Penelitian telah menunjukkan bahwa asparagus terbukti ampuh dan cukup efektif sebagai obat modern yang tersedia secara komersial untuk mengobati dispepsia di apotik. Untuk mendapatkan manfaat luar biasa dari sayur asparagus tersebut di atas, bisa anda olah menjadi masakan bernama asparagus tumis mangga, di bawah ini resepnya :
Bahan – bahan yang diperlukan adalah :
1). 250 gram asparagusÂ
2). 250 gram konyakuÂ
3). 1 buah paprikaÂ
4). 1 butir mangga
Bumbu – bumbu yang digunakan adalah :Â
1). Sedikit minyakÂ
2). Satu sendok teh garamÂ
3).  ½ sendok teh kaldu jamur.
Cara pembuatannya adalah :
Konnyaku dimasak sebentar, lalu asparagus dan paprika dipotong – potong kasar. Mangga dikupas kulitnya, dicuci bersih dan dipotong – potong kotak kecil – kecil. Panaskan wajan, tambahkan sedikit minyak, masukkan sayur asparagus, konnyaku dan paprika, tumis sambil aduk – aduk hingga masak, tambahkan sedikit garam dan kaldu jamur, setelah api dimatikan, masukkan mangga dan aduk sekali lagi, sajian siap dihidangkan.
Asparagus banyak menawarkan berbagai manfaat besar untuk kesehatan tubuh, namun memiliki beberapa efek samping seperti di bawah ini : asparagus dapat menyebabkan alergi terhadap orang yang rentan terkena reaksi alergi dari bawang, daun bawang, dan anggota lain dari keluarga tanaman lily. Asparagus ampuh buat merubah keseimbangan hormon, dan telah lama digunakan untuk pengendalian kelahiran. Selama kehamilan dan menyusui, sebaiknya anda membatasi konsumsi asparagus, dan tidak menggunakan obat dengan dosis tinggi tanpa konsultasi dengan dokter.
Selamat mencoba membuat sendiri di rumah !
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.