Masjid - masjid saat ini menjadi unik di mata orang awam karena terbuat dari lumpur yang dipadatkan, kecuali menaranya yang dibangun dari batu kapur dan dibungkus lumpur. Bentuknya eksotik dan dari kejauhan tampak begitu unik. Menara utamanya tidak berbentuk dome bulat layaknya masjid di Indonesia atau pun negara – negara di Asia, tetapi berbentuk segitiga dengan ornamen seperti pagar berduri di sekitarnya. Masjid - masjid ini dikelilingi oleh tembok dengan latarbelakang halaman yang kosong dan hanya ditutupi oleh rumput nan menghijau. Tidak ada lukisan warna - warni menghiasi dinding tembok dalam masjid, hanya beberapa elemen berbentuk bulan dan bintang dari besi menghiasi pintu - pintu masjid.
Sekilas pandang, bentuknya malah seperti benteng – benteng penyiksaan tentara Jerman di Kamboja pada jaman penjajahan Eropa dulu. Restorasi telah dilakukan untuk tujuan mempertahankan ketiga masjid ini. Fondasi dan dinding masjid diperkuat dengan batu sungai dan kayu jati yang kokoh, lalu dibalut lagi dengan lumpur.
Selain masjid, kota yang dinyatakan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1988 ini juga menyimpan bangunan bersejarah lain, seperti pekuburan kuno dan mausoleum. Mausoleum tertua adalah untuk penghormatan kepada Sheikh Abdul Kassim Attouaty, yang meninggal tahun 1529. Sayang sekali, keindahan alam di tempat ini sempat musnah karena adanya peperangan dan kemiskinan yang mengancam keberadaan kota ini. Bahkan beberapa mausoleum dihancurkan.
Sana’a, Yaman
Ibu kota Yaman ini merupakan salah satu dari sekian banyak kota tertua dalam peradaban Islam yang ada di Yaman. Bagian kota tua dari Sana’a ini dinyatakan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Kota tua yang bersentral pada Al-Jami al - Kabir bi - Sanaa atau Masjid Agung Sana’a yang telah berusia lebih dari 1.400 tahun ini merupakan sentral berdirinya masjid – masjid tua pada awal penyebaran Islam. Di sini tersimpan salah satu mushaf Alquran tertua di dunia. Saat ini masjid ini telah dimakan usia dan mengalami beragam peristiwa besar, dari banjir hingga peperangan yang menyebabkan beberapa bagian mesjid harus dipugar.
Perbaikan intensif dilakukan sejak tahun 2003. Untuk memperbaiki plester dinding beberapa ahli arsitektur dan sipil mengaplikasikan metode qudad. Kabarnya, mereka menggunakan jeruk lemon sebagai campuran bahan dasar membuat bangunan.
Kota Sana’a telah berusia 2500 tahun. Dikelilingi oleh dinding kota dari tanah liat setinggi 9 - 14 meter. Untuk bisa mengelilingi dan memasuki kota tua, anda akan melewati pintu gerbang Bab al -Yemen yang telah berusia ribuan tahun. Kota ini terdiri dari bangunan yang terbuat dari batu bata berwarna cokelat, berbentuk bangunan tinggi dengan jendela qamariya berbentuk kipas dari kaca mozaik.
Di dalam kota terdapat bangunan 100 masjid, 12 hammam (pemandian umum), dan 6.500 rumah penduduk. Ada juga Pasar Tradisional Suq Al - Milh, sebagai pusat perekonomian. Di sini banyak tersedia pasar garam, terutama di Suq Al Milh anda bisa dengan mudah menemukan berbagai kebutuhan sehari – hari : ada roti, sayur, buah, bunga hias, pakaian, dan sebagainya.
Keluar dari kota, tepatnya 30 menit berkendara, terdapat Wadi Dhahr, tempat Dar Al - Hajr alias Istana Batu. Bentuknya unik dan eksotik, seolah - olah muncul dari dasar bumi. Istana ini adalah tempat peristirahatan musim panas Imam Yahya, mantan pemimpin agama di Yaman. Bangunan bertingkat lima ini mempunyai ruangan layaknya rumah pribadi, seperti ruang pertemuan, ruang khusus wanita, dan dapur. Menjulang tinggi dan tertutup di tengah gurun, membuat Dar Al - Hajr terlihat mempesona pada waktu malam hari.
Jejak Nabi di Kota Tua Bosra, Syria
Kota yang pernah tercatat sebagai situs warisan dunia Unesco ini mempunyai gedung teater tertua di dunia dan sebagian besar merupakan jejak Rasulullah ketika berniaga ke negeri ini, negeri yang pada jaman dulu dikenal dengan nama Syam.
Menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari pusat kota Damaskus, Suriah, terhampar sebuah situs yang bisa dijadikan saksi peradaban dunia. Ribuan tahun yang lalu, kota ini merupakan pusat perdagangan utama di Semenanjung Arab. Rasulullah Saw termasuk salah seorang pedagang besar yang berniaga di kota dengan nama populer : Syam. Setelah Palmyra, Bosra adalah situs peninggalan terpenting kedua dari kejayaan Romawi dan Yunani. Di tempat ini, para turis bisa menyaksikan banyak jejak sejarah yang sangat menarik dan tidak putus - putusnya membuat anda mengucap Masyaallah.
Tak ada kata lain yang bisa melukiskan betapa besarnya kuasa Allah atas bukti sejarah yang masih mampu kokoh berdiri hingga saat ini.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.