Memang benar bahwa ada banyak monyet – monyet kecil liar yang berkeliaran di sepanjang tangga menuju ke mulut gua. Tapi jika diperhatikan lebih teliti, ternyata mereka hanyalah sebagai teman mengantar anda menaiki puluhan tangga menuju ke mulut gua agar tidak merasa lelah dan bosan. Begitu anda masuk ke dalam gua dengan menuruni anak - anak tangga, monyet - monyet tersebut tidak tampak lagi, mereka hilang ke dalam hutan rimba yang menghijau. Namun anda harus berhati – hati bermain bersama monyet – monyet tersebut agar tidak mengalami insiden seperti jika salah satu diantara monyet - monyet liar tersebut galak karena merasa diganggu.
Ada sekitar 122 anak tangga, baik itu yang naik atau turun, yang harus anda lewati. Lumayan membuat lelah kaki anda terutama yang tidak terbiasa melakukan olahraga berat ini, apalagi dilakukan pada waktu tengah hari yang sangat panas.
Rasa lelah akan langsung hilang begitu anda berhasil masuk ke dalam gua. Tampak sekumpulan stalaktit dan stalakmit terlihat sangat sempurna seolah - olah ada yang mengukirnya padahal hal tersebut terjadi karena alam dan sangat kokoh menempel di dinding goa. Di dalam pusat gua, tampak sinar matahari berkilauan menerobos ke dalam gua lewat sebuah lubang besar membuat suasana di dalam goa tampak sangat dramatis! Tidak mengherankan apabila banyak orang yang berkunjung datang ke sini di waktu pagi sampai siang hari.
Setelah menempuh perjalanan panjang sekitar dua jam dari Kota Bangkok, dengan kecepatan mobil sedang, suasana dalam perjalanan akan mengingatkan anda pada karnaval mobil travel Jakarta - Bandung, hingga tak dirasa anda akan tiba di tujuan, yaitu Khao Luang Cave. Khao Luang adalah nama bukit kecil yang mempunyai ketinggian sekitar 92 meter. Di bukit inilah terdapat jejeran gua - gua berukuran besar bernama Tham Khao Luang. Gua yang dikenal dengan nama Tham Wimarn Chakri ini cukup disenangi di kalangan warga Thailand  maupun turis asing yang berkunjung ke sini.
Penasaran pbjek wisata apa saja yang membuat tempat ini cukup popular di mata dunia ?
Langkahkan kaki kalian lebih jauh, Kun Kendo, seorang laki – laki pemandu asli dari Thailand yang fasih berbahasa Indonesia dan Inggris, memperingatkan para tamu untuk berhati – hati berkunjung ke tempat ini. “ Di sini banyak monyet. Barang - barang kecil seperti kacamata, kamera, atau handphone harus dijaga hati - hati agar tidak diambil monyet, †ujar Kun Kendo.
Awal September tahun lalu, Digital Director Femina, Yani Lauwoie, diundang oleh Tourism Authority of Thailand, Jakarta (dari berbagai sumber), untuk menjelajah beberapa tempat eksotik di Bangkok khususnya daerah Phetchaburi. Salah satunya adalah menjelajah Khao Luang Cave, kuil kecil yang berada di dalam gua. Berikut catatan perjalanan mereka dan rekan – rekan lainnya dari majalah di luar negeri seperti Jepang.
“ Tempat ini buka  tiap hari, mulai pukul 8.30 - 16.00. Pagi sampai siang hari adalah waktu yang paling ramai pengunjung. Gua ini memang terlihat paling cantik pada jam - jam tersebut karena ada pancaran sinar matahari yang menembus gua, †ucap Kun Srirakran, wanita yang bertugas di lokasi itu selain sang pemandu.   Â
Meskipun rata – rata penduduk di sekitar kawasan wisata ini bukan pemeluk agama Buddha, tapi pada tahun baru China ada banyak warga lokal datang ke sini untuk berdoa karena tempatnya cukup tenang untuk beribadah, sejuk berupa gua dan tidak lembap. Sementara, bagi turis asing yang tidak ikut berdoa, penjaga gua yang tidak memungut bayaran masuk dan menawarkan pemandangan eksotis untuk diabadikan.
Menengok Buddha Berpakaian Di Dasar Goa
Untuk mencapai dasar goa, para pengunjung harus menuruni puluhan anak tangga yang cukup curam, namun anda jangan khawatir karena ada hand rail besi yang dapat menjadi pegangan hingga di dasar goa, akan tampak goa dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian pertama berupa ruang terbuka, lalu masuk ke ruang utama akan terlihat puluhan relik Buddha dari berbagai ukuran menghiasi masing – masing sudut ruang.
Di sebelah kanan ruang, ada tempat sembahyang yang juga digunakan untuk membakar dupa sehingga keseluruhan ruang tercium bau harum. Lalu di seberang kirinya, ada patung Buddha berbaring berukuran besar dengan tinggi sekitar lima meter dan panjang dua puluh meter. Dari leher hingga kaki, patung Buddha ini diselimuti dengan kain berwarna kuning keemasan. Begitu pula halnya terhadap seluruh patung Buddha yang berukuran lebih kecil di sekitar ruang utama, mereka berpakaian sama. Menurut Kendo, inilah yang membuat kuil ini berbeda dengan kuil - kuil lainnya di seluruh penjuru Thailand.
Di sepanjang ruang utama, terdapat kotak bertuliskan nama haru dan berisi lilin elektrik serta patung Buddha mini yang diletakkan sebagai kotak sumbangan. Para pengunjung diharapkan mau mendonasikan uang di sini untuk diambil oleh biksu - biksu buat membeli makanan dan kebutuhan yang lainnya.
Meskipun saat ini tak menjadi tempat tinggal para biksu, Khao Luang masih dianggap sebagai tempat suci oleh penduduk lokal yang ingin berdoa.
Selamat berlibur !
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.