Merupakan sebuah kota tua yang jelita, kesempatan bagi anda untuk jalan - jalan di sepanjang jalan tikus kawasan kota tua ini, dan wajib dilakukan ! Daerah kota tua ini sejak zaman dahulu dikelilingi oleh tembok pemisah, sebab di dalamnya ditinggali oleh sebuah komunitas bernama Joxemaritarrak atau Koxkeroak. Orang - orang Koxkeroak adalah komunitas terbesar yang dalam kehidupan sehari – harinya memakai bahasa Gascon hingga awal abad 18. Pada 1863, tembok pemisah antara komunitas tersebut dengan warga kota dihancurkan oleh pemerintah setempat. Tujuan diadakannya penghancuran tembok pemisah adalah untuk perluasan dan legitimasi wilayah Kota San Sebastian.
Beberapa bangunan tua tampak terlihat anggun berlatarbelakang arsitektur kuno orang Amerika, kawasan kota tua ini telah populer di kalangan turis mancanegara.
Di pusat kota, ada sebuah gereja tua bernama San Ignacio de Loiola. Bangunan menaranya sangat tinggi, sehingga sebuah kamera digital super canggih pun tak mampu menjangkaunya. Gereja ini memiliki latarbelakang arsitektur gothic, sama seperti San Sebastian Cathedral. Karena berlokasi di Distrik Loiola, gereja ini diberi nama sesuai dengan daerahnya. Menurut catatan sejarah, pada tahun 1936, Loiola dijadikan markas para pemberontak yang berencana akan membuat kerusuhan.
Terdapat objek wisata lain, seperti Miramar Palace dan Gizpukoa Square, dimana turis - turis lebih menyukai atraksi wisata berupa pagelaran budaya dan festival seni di San Sebastian, seperti San Sebastian International Film Festival dan San Sebastian Jazz Music Festival (Jazaldia).
Untuk perayaan tradisional setempat seperti Natal dan San Sebastian Day, warga setempat merayakannya setiap tahun pada tanggal 20 Januari. Pada hari itu, masyarakat melakukan perayaan yang dikenal dengan istilah Tamborrada. Perayaan ini dilakukan menjelang malam hari di Parte Vieja, dimana acara dimulai dengan memainkan drum oleh seorang remaja pria disertai pawai atau karnaval dengan pesertanya adalah kaula muda yang mengenakan baju daerah bernama Basque Country. Selanjutnya pria dewasa akan memulai melakukan ritual bernama Sociodades Gastronomicas atau makan malam bersama dengan sajian vegetarian.
Dahulu, hanya kelompok pria saja yang boleh turut serta dalam jamuan makan ini. Namun saat ini semua usia dan jenis kelamin boleh berbaur menjadi satu di Noche de La Tamborrada ( artinya malam perayaan Tamborrada ). Bagi para Donostiarras ( sebutan untuk penduduk San Sebastian asli ), momen ini adalah perayaan yang ditunggu – tunggu dan merupakan sebuah pesta terbesar di kota ini sepanjang masa.
Berjemur Di Playa De La Concha
Berkunjung ke San Sebastian rasanya kurang lengkap jika tidak menikmati pantai – pantainya nan eksotik. San Sebastian memiliki tiga pantai indah di wilayahnya, yakni Playa de La Concha, Playa de Ondaretta, dan Playa de Zuriolla. Pantai - pantai indah ini berlokasi di Teluk Biscay, diapit oleh dua pegunungan : Monte Urgull dan Monte Igeldo.
Disarankan bagi yang pertama kali berlibur ke tempat ini, pergilah buat menikmati keindahan pantai Playa de La Concha dan Playa de Ondaretta. Karena selain satu arah, kedua pantai ini mempunyai objek wisata untuk publik teramah dan paling bersih serta mudah dicapai, sedangkan Playa de Zuriolla merupakan kawasan hotel dan penginapan eksklusif yang bisa anda nikmati pada waktu malam hari buat beristirahat.
Sebelum sampai di Playa de La Concha yaitu terletak di ujung kawasan Urgull, anda akan melewati bangunan – bangunan megah, City Hall of San Sebastian. Balai kota ini berlokasi tepat di pinggir kota dengan latar belakang panorama alam berupa pemandangan pantai yang sangat natural dan mampu memikat hati para pengunjungnya. Tak jauh dari sini ada area taman bunga mawar bernama Parque de Miramar, tempat anda dan pasangan bersantai dan taman bermain anak - anak yang dilengkapi dengan komidi putar gratis.
Playa de La Concha adalah salah satu pantai terbesar dan terpopuler di Kota San Sebastian. Saat musim panas tiba, pantai ini selalu ramai dengan aktivitas olahraga air, seperti kayaking, canoeing, dan sail boating. Pantai yang memiliki pasir putih nan lembut dan sangat bersih ini setiap pagi hari selalu tampak berkilau ‘disiram’ cahaya matahari dari kejauhan, sehingga ideal untuk tempat berjemur bagi yang suka. Air pantainya dingin dan segar. Camar - camar pantai terlihat jinak dan di sepanjang hari sibuk mondar -mandir, cocok untuk anda abadikan dengan tustel kesayangan. Di kejauhan tampak kapal - kapal nelayan dengan tiang layar putih dihiasi oleh bendera berwarna – warni, mulai merapat di pelabuhan saat hari mulai senja, pantainya yang bersih oleh cahaya putih yang berasal dari tiang - tiang lampu kapal sepanjang pantai, mampu menciptakan suasana seperti anda sedang berada di negeri dongeng.
Fantastis !
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.