article

Teater Boneka

Teater Boneka

Emilya Kusnaidi, Orinthia Lee, Ayu Riana / GPU merupakan tokoh lama yang profesional dalam mengelola teater seni dan berjuang keras untuk membuat atau menerbitkan cerita - cerita baru yang dimainkan pada teater boneka warisan keluarga mereka, dulu. Tentunya hal ini bukanlah sebuah pekerjaan mudah, apalagi jika jumlah penonton yang tertarik menonton acara kian hari kian menurun.

Yang paling populer pernah dimainkan adalah cerita romantis yang menonjolkan tokoh Erin  dan Robert dalam menjalin hubungan kekasih beserta masalah yang mengikuti. Diketahui bahwa Erin makin terpuruk ketika Robert, kekasihnya, memutuskan untuk pergi meninggalkannya ke Belanda untuk sebuah keperluan. Kehadiran tokoh Awan selanjutnya mampu memberikan angin segar terhadap kelangsungan hubungan yang terjalin.

Teater ini tanpa meminta bayaran sedikit pun terhadap penonton yang hadir dalam panggung pertunjukan mereka. Dimana pelaku teater lebih banyak menonjolkan cerita dari dongeng -dongeng klasik masa kecil yang di dalamnya sarat akan nilai pendidikan dan berharap akan membuat anda bisa menikmati novel asli dari cerita – cerita yang dimainkan tersebut.

ads

Cinta ibarat sebuah perasaan yang maha luas, dimana dengan mudah anda bisa ikut bersedih dan tersenyum saat turut menyaksikannya, dimana dengan patah - patah boneka kertas yang apik dimainkan di hadapan ratusan penonton. Di sampingnya, Awan tersenyum saat diketahui kedua sahabatnya mampu membantu diri sendiri keluar dari kemelut cinta yang berkepanjangan.

Adegan di depan mereka hanya dimainkan oleh boneka tetapi terasa nyata, apalagi bagi yang sedang dimabuk cinta seperti tokoh – tokoh dalam sandirawa di atas panggung.

Boneka di panggung berlatar hitam ini pun kembali memainkan peran lain setelah jeda lima menit untuk menyuguhkan musik ibarat soundtrack film animasi layar lebar. Kerut di dahi, senyum sedih, bahkan mata memelas, wujud nyata pemain yang mampu memerankan tokoh sandiwara, bukan hanya terhadap Erin dan Robert, ada Rangga dan Cinta, penonton Ada Apa dengan Cinta 2 ? Pada bioskop pun seakan – akan ikut terhipnotis oleh pentas yang sama. Mereka menunggu hingga film rampung dan diharapkan mampu mengingat baik - baik nama teater yang pernah membantu perjalanan karir Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo hingga mencapai puncak.

Soal memainkan tokoh cerita, Teater Boneka tidak jauh berbeda dengan pertunjukan wayang. Bedanya adalah dalang terlihat betul – betul lihai dalam menggerakkan boneka dari belakang panggung yang berpengaruh besar terhadap kesuksesan pertunjukan di atas panggung.

Jenis - Jenis Teater Di Indonesia

Jenis - jenis teater di Indonesia terbagi menjadi dua bentuk sajian. Keduanya mampu hidup berdampingan bahkan saling mempengaruhi dan merupakan sumber penciptaan terbesar yang satu terhadap lainnya bisa saling kolaborasi. Dua bentuk sajian teater tersebut dikenal dengan nama Teater Tradisional dan Teater Non Tradisional (Teater Modern).

1. Teater Tradisional

Teater Tradisional atau umum dikenal dengan sebutan “ Teater Daerah ” merupakan salah satu bentuk teater yang bersumber, berakar dan bisa dirasakan sebagai milik sendiri dalam masyarakat pada sebuah lingkungannya. Pengolahannya dilakukan berdasarkan atas cita rasa masyarakat dan pendukung terhadap kondisi yang baru saja terjadi. Teater Tradisional memiliki cirri - ciri yang spesifik yaitu kedaerahan dan menggambarkan kebudayaan lingkungan setempat.

Ciri - ciri utama Teater Tradisional :

a. Menggunakan bahasa daerah.
c. Ada unsur nyanyian dan tarian.
d. Diiringi tetabuhaan (musik daerah).
e. Dagelan / banyolan selalu mewarnai.
b. Dilakukan secara improvisasi.
f. Adanya keakraban antara pemain dan penonton.
g. Suasana santai.

Jenis teater yang bisa dikelompokan ke dalam Teater Tradisional adalah : Teater Rakyat, Teater Klasik, dan Teater Transisi.

a. Teater Rakyat

Teater Rakyat lahir dari spontanitas kehidupan pada sebuah masyarakat, dihayati oleh masyarakat dan berkembang sesuai dengan budaya dalam masyarakatnya. Kelahiran Teater Rakyat biasanya karena dorongan atas kebutuhan masyarakat terhadap suatu hiburan, kemudian akan meningkat untuk kepentingan lain seperti : kebutuhan hiburan yang erat hubungannya dengan upacara syukuran dan upacara adat. Contoh Teater Rakyat adalah Longser, Sandiwara Sunda, Wayang Golek, Pantun Sunda, Bengbengberokan (Bandung), ada juga hiburan berupa Topeng Cirebon, Wayang Kulit, Sintren, Kuda Kepang (Cirebon), Topeng Banjet, Odong - odong, Sisingaan (Karawang dan Subang) dan lain - lainnya.

b. Teater Klasik

Teater Klasik merupakan suatu perkembangan seni yang mencakup tingkat tinggi baik itu dari sisi teknis maupun coraknya. Kemapanan dari jenis Teater Klasik ini adalah sebagai akibat dari adanya pembinaan yang dilakukan secara terus - menerus dari kalangan atas, seperti : Raja, kelompok bangsawan atau tingkat sosial lainnya. Maka dari itu, dilihat dari sejarahnya, jenis kesenian klasik kebanyakan terlahir dari lingkungan istana (pusat kerajaan). Untuk jenis teater yang termasuk klasik adalah : Wayang Golek (Jawa Barat), Wayang Kulit dan Wayang Orang (Jawa Tengah dan Jawa Timur).

Namun saat ini cara pementasan Teater Klasik tidak lagi sebebas Teater Rakyat. Teater Klasik harus mampu menuruti aturan - aturan etis (tata kesopanan) dan estetis (nilai keindahan) yang telah diatur sebelumnya.

c. Teater Transisi

Jenis Teater Transisi adalah bersumber pada Teater Tradisional, tetapi gaya pementasannya lebih banyak mendapat pengaruh oleh Teater Barat. Pengaruh Teater Barat yang menonjol adalah terlihat pada tata cara penyajiannya. Meskipun dalam Teater Transisi umumnya belum sempurna terhadap pengelolaan naskah Teater, namun mereka tetap mampu menjaga kelangsungan hidup teater yang dipimpin karena pada dasarnya tumbuh dari masyarakat kota dan banyak didukung dan dimainkan oleh para pendatang yang kurang mencerminkan aspirasi rakyat secara utuh.

Jenis Teater Transisi sejak awal berdiri mampu menarik minat penonton, seperti : Komedi Stambul dan Sandiwara Dardanella. Teater semacam ini lebih populer disebut “Sandiwara“. Sedangkan Teater Transisi saat ini adalah : Sandiwara Srimulat (Jawa Timur), Sandiwara Sunda (Jawa Barat), dan Sandiwara Bangsawan (Sumatra Selatan dan Utara).

Demikian kami menjelaskan tentang Teater Boneka dan jenis – jenis teater sejenis yang patut untuk anda ketahui sebagai penggemar acara pagelaran seni teater Indonesia. 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads