article

Lukisan Banjarmasin

Lukisan Banjarmasin

Apakah anda pernah mendengar pepatah tua, “ Sebuah lukisan, bukan hanya sekadar gambar “ ? Karena di dalamnya terdapat kreasi dan kenyamanan dalam menuangkan ide- ide serta gagasan menarik dan unik dari sang pelukis untuk kemajuan penggemar masing - masing.

Ba'da, Jumat (29/7/2016), gedung Wargasari yang berlokasi di area kawasan Taman Budaya Provinsi Kalsel, setiap hari selalu dipadati oleh beberapa pengunjung yang ingin melihat pameran seni rupa yang digelar setiap tahun, tanggal 26 - 30 Juli 2016. Penggemar mereka kebanyakan adalah kaula muda dan beberapa turis asing. Mereka berkunjung secara bergerombol atau ala seorang backpacker ke dalam gedung tersebut, dimana pada dinding – dindingnya terpampang sekitar 45 lukisan yang berjejer dan ditata rapi membentuk huruf U di sepanjang dinding ruangan. Semuanya adalah hasil karya 20 perupa asli dari Kalsel. 

Lukisan yang dipajang jenisnya bervariatif. Ada lukisan yang menggambarkan tentang pemandangan alam nan indah, satwa - satwa, lukisan abstrak, lukisan bergaya kontemporer dengan tema – tema kekinian dan tak ketinggalan lukisan dengan tema kearifan lokal seperti potret wajah perempuan tua suku Dayak atau suasana di pagi hari di pinggir sungai pasar terapung. Semua objek tersebut dilukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.

ads

Salah seorang pelukis, Fathur Rahmy, 58 tahun, menjelaskan bahwa tema – tema pameran yang setiap tahun digelar oleh pihak Taman Budaya Provinsi Kalsel ini sebenarnya adalah bebas namun karena banyaknya peserta maka masing – masing calon tetap melalui tes seleksi alias dikurasi. Seperti dijelaskan di atas, untuk menghasilkan satu lukisan, menurut beberapa seniman dari Banjarmasin, sebenarnya tidak memakan waktu lama. Paling cepat adalah satu hingga tiga hari.

Budaya Banjar Dalam Lukisan Yang Dipamerkan Di Rumah Anno Banjarmasin

Banyak pengunjung kesini berasal dari kelompok pelajar usia SMA (contohnya adalah Citra dan Ribka) terlihat asyik berkeliling ruang lantai satu rumah seniman lukis terkenal di Kota Banjarmasin yaitu Rumah Anno 1925, tempat digelarnya pergelaran / pameran seni dan pameran seni rupa yang dihelat oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

Mereka antusias belajar dan melihat - lihat berbagai lukisan terkenal karya para pelukis Kalimantan Selatan yang dipamerkan di Rumah Anno 1925, berlokasi di Siring Piere Tendean, Kota Banjarmasin, setiap tahun dari tanggal 25 - 29 April 2016.

Lukisan - lukisannya keanyakan bertema religi Islam atau kebudayaan suku Banjar seperti penjual kembang barenteng, pendulangan intan, kehidupan di sungai, penjual pasar terapung dan alat - alat transportasi sungai serta suasana pasar terapung yang selalu ramai.

Ada juga display kain tradisional Banjar yaitu sasirangan dan sulaman arguci menghiasi beberapa sudut pameran dimana banyak menarik minat pengunjung terutama wanita. Citra dan Ribka, salah satu contoh, tampak bolak - balik memandang beberapa lukisan dari luar pulau seperti lukisan natural seorang gadis Bali dengan pakaian adatnya yang unik. Meskipun bukan ahli dalam menilai, pelajar – pelajar tersebut tampak serius memperhatikan lukisan - lukisan yang berjejer rapi di dinding pameran. Sesekali mereka membuat foto untuk salah satu lukisan pilihan. Dirangkum dari berbagai sumber, yahoo.com, “ Suka aja sih melihat - lihat lukisannya. Jadi lebih mengetahui seperti apa kebudayaannya, orang Banjar,” sebut Citra yang sependapat dengan temannya, Ribka.

Citra dan Ribka merupakan dua siswa dari SMKN 2 Banjarmasin, sama seperti Anis dan Ahsan. Mereka tak hanya melihat - lihat lukisan saja ke tempat ini tetapi belajar tentang sejarah, asal – usul hingga tehnik membuat sebuah lukisan. Beberapa lukisan yang saat ini menjadi objek rekaman mereka adalah lukisan bertema religi seperti kaligrafi. “ Kami penyuka lukisan dan sedang belajar melukis. Jadi, kemari mau merekam lukisan - lukisannya untuk kami pelajari,” sebut Anis. Pameran ini merupakan agenda tahunan bekerja sama antara beberapa seniman dari dan luar pulau dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kota Banjarmasin.

Tahun depan mereka berencana akan menggelar pameran dengan mengangkat tema “Banjarmasin, Kota Budaya, Kota Seribu Sungai” bekerja sama dengan Sanggar Seni Rupa Sholihin, pelukis Bali dan Jawa, seniman lukis Kota Banjarmasin dan seniman asal luar negeri.

Semoga sukses.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads