Kota Banjarmasin dan Pulau Kalimantan secara umum sejak jaman dulu sebenarnya banyak menyimpan segudang eksotisme yang pantas untuk diapresiasi dan dijadikan objek wisata menarik, baik itu dari sisi budaya, kekayaan alam, maupun geografis, dan geopolitiknya seperti halnya Kota Palangkaraya, di Kalimantan Tengah.
Bagi penikmat wisata seni, ikon pariwisata seperti pasar terapung, kerbau rawa, itik alabio, soto banjar, dan tentunya kota Intan Martapura merupakan tujuan utama anda melakukan perjalanan wisata ke Pulau Kalimantan yang sudah akrab di telinga. Sedangkan untuk berburu souvenir atau oleh - oleh khas Kalimantan Selatan, anda jangan kuatir, Kota Banjarmasin merupakan "etalase" Bumi Banjar di  Kalimantan Selatan yang terkenal karena memiliki oleh - oleh khas yang betul - betul mencerminkan kebiasaan unik dan menarik khas Kalimantan Selatan, di antaranya adalah :
Souvenir Patung Kayu Indonesia Laku Keras Di Rusia
Souvenir berupa patung – patung kayu berbentuk gajah, kucing, badak, harimau, ular naga, burung dan kodok dengan punggung bergerigi adalah buatan orang Indonesia asli yang berasal dari Kalimantan Selatan dimana saat ini menjadi primadona wisatawan asing yang berkunjung kesana buat liburan. Patung yang dijual di kawasan pantai Sochi, sekitar 40 kilometer dari lokasi balap Formula One di Kota Banjarmasin ini selalu laku keras diburu oleh mereka.
Sebagian besar souvenir kayu yang ada di toko Sarkyisan berasal dari Indonesia. Selain berupa gajah, badak, harimau, kucing juga ada mainan kodok dari kayu dengan punggung bergerigi. Juga terdapat boneka orang dari suku Banjar.
Selain itu, aneka topeng kayu khas suvenir dari Lombok, patung siluet pria dan wanita asal Pulau Bali dan puluhan souvenir lain dari mancanegara juga tertata apik di kios – kios tepian Laut Hitam Indonesia tersebut. Harga souvenir kayu tersedia adalah cukup terjangkau, sekitar Rp 100.000 saja per buah.
"Penjualan berbagai suvenir asal Indonesia sangat bagus, apalagi saat libur musim panas. Topeng kayu Lombok ini misalnya, banyak yang bertanya makna dibalik penampilan yang seram. Saya jawab, tidak ada makna apa pun, semata kreasi saja," ujar salah satu pemilik dan pengelola Toko Sarkyisan Yulias, adalah toko oleh – oleh suvenir dari kayu terbesar di Banjarmasin seperti dilansir oleh Antara, Jakarta, Kamis (5/5/2016).
Suami Yulia, Arthur, menjelaskan, sebelum krisis melanda Rusia, dalam setahun sebelum tahun 2016, turis – turis asing tersebut bisa dua kali berkunjung ke Indonesia khususnya Bali lalu melanjutkan perjalanan mereka ke Pulau Kalimantan. Namun, akibat krisis yang sempat melanda beberapa kawasan wisata di Indonesia terutama Pulau Bali, Jawa dan Kalimantan, menyebabkan harga tiket pesawat menjadi cukup mahal. Tahun lalu saja mereka hanya mampu sekali berkunjung ke Indonesia untuk liburan musim panas, dan akhir tahun ini baru terjadi peningkatan turis asing yang mau melakukan perjalanan liburan ke beberapa kawasan wisata populer di Indonesia. Arthur sangat menyayangkan tidak adanya penerbangan langsung dari Moskow ke Jakarta sehingga biaya liburan mereka menjadi murah.
"Sebetulnya kami tinggal di Moskow. Namun, karena perizinan dan pajak usaha sangat mahal di sana, kami memutuskan membuka usaha di Sochi yang izin dan pajaknya jauh lebih murah. Karenanya, tiap musim panas kami berlibur ke Sochi sekaligus berbisnis," ujar Arthur.
Menurut Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Bapak Wahid Supriyadi, mengusulkan agar selain memakai bahan dasar dari produk kayu, Arthur dan Yulia juga mulai belajar untuk menjajaki impor produk tekstil terutama kain batik sasirangan. Maka dari itu, Dubes Wahid kerap mengundang keduanya hadir dalam kegiatan – kegiatan seni erat kaitannya dengan menjual oleh – oleh setempat seperti Festival Indonesia yang digelar oleh KBRI Moskow di Taman Hermitage, Rusia, mulai tanggal 20 - 21 Agustus mendatang yang akan diikuti oleh beberapa UKM dari Indonesia.
Arthur dan penjual suvenir lainnya mengaku akan mempertimbangkan usulan Dubes tersebut di atas dan berjanji hadir pada acara Festival Indonesia bila kebetulan beliau berada di Moskow, Rusia untuk kunjungan kerja.
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.