article

3 Oleh - Oleh Yang Paling Dicari Di Kota Banjarmasin

3 Oleh - Oleh Yang Paling Dicari Di Kota Banjarmasin

Kota Banjarmasin dan Pulau Kalimantan pada umumnya, sejak dulu, sebenarnya banyak menyimpan segudang eksotisme yang pantas untuk diketahui oleh turis lokal dan asing untuk diapresiasikan, baik itu dari sisi budaya, kekayaan alam, maupun geografis, dan geopolitiknya (erat hubungannya dengan wacana tentang ibu kota negara dipindahkan ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah – dari berbagai sumber).

Namun, pernahkah anda membayangkan bahwa sebuah kota yang lokasinya berada pada ketinggian permukaan di bawah permukaan laut ini adalah memiliki objek wisata yang cukup menarik untuk anda ketahui ? Itulah namanya Kota Banjarmasin, yang posisinya sekitar 60 cm di bawah permukaan laut. Cukup menarik bukan untuk anda jelajahi ala seorang backpacker ?! Sayang sekali, keunikan Kota Banjarmasin saat ini masih jarang terekspos keluar pulau apalagi keluar negeri.

Kota Banjarmasin sebagai "etalase" Bumi Banjar di Kalimantan Selatan memiliki oleh - oleh khas  yang betul  -  betul mencerminkan kekhasan tentang Kalimantan Selatan, diantaranya adalah :

ads

1. Batuan Mulia

Kota Martapura, salah satu kota lain di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sejak dulu dikenal sebagai Serambi Makkah Pulau Kalimantan, juga populer dengan sebutan Kota Intan. Kota Martapura inilah 'surganya' pecinta batu mulia. Dimana hampir semua jenis batu mulia bisa dengan mudah anda temukan di sini. Batuan mulia dari harga ribuan sampai milyaran rupiah, semua ada dimana - mana terutama pada pasar – pasar tradisional hingga kompleks pertokoan penjual emas di pusat kota. Pusat konsentrasi jual - beli batu mulia terbesar letaknya tepat di tengah kota, yaitu di Kompleks Pertokoan Cahaya Bumi Shalawat (CBS). Selain lokasinya yang luas, nyaman dan aman serta strategis untuk dicapai dari berbagai penjuru, karakter proses jual beli batu mulia disini adalah sangat mudah dilakukan yaitu layaknya pasar tradisional, sehingga proses interaksi antara penjual dan pembeli menjadi lebih intens, dekat, dan akrab, dimana bagi anda yang berkunjung ke sini untuk pertama kalinya, jangan heran apabila tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung, baik itu oleh wisatawan lokal, interlokal, maupun mancanegara.

 2. Panting

Panting adalah salah satu alat musik petik khas Kalimantan Selatan yang memiliki bentuk dasar menyerupai gambus Arab dengan ukuran yang lebih kecil dan dihiasi oleh ornament ukiran yang dikenal dengan istilah painting khas Kalimantan Selatan dibeberapa bagian. Contohnya adalah ukiran kepala naga dibagian kepala panting dan ornament khas suku Banjar dibagian lambung.

Kata "panting" sendiri berarti petik, mengadopsi atau cara memainkannya, yakni, membunyikan senar dengan teknik petikan / sentilan. Awalnya, "panting" hanya mempunyai tiga buah tali atau dawai, dimana masing - masing memiliki fungsi tersendiri. Tali pertama disebut pangalik. Yaitu tali yang dibunyikan untuk fungsi penyisip nyanyian atau melodi. Tali kedua, disebut panggundah atau pangguda yang digunakan sebagai media penyusun lagu atau paningkah. Sedang tali ketiga disebut agur yang berfungsi sebagai bass.

Tali "panting" pada masa lalu dibuat dari haduk hanau (ijuk), serat nenas, serat kulit kayu bikat, benang mesin, atau benang sinali. Tapi saat ini benang nilon dan kawat / string (dengan empat bentangan pada badan "panting") terlihat lebih banyak digunakan karena lebih mudah didapatkan di sekitar tempat tinggal suku Banjar dan bunyi yang dihasilkan jauh lebih merdu. Seiring semakin kreatif dan variatifnya ornament yang digunakan sebagai penghias yang melekat di badan panting, sekarang ini, fungsi panting tidak hanya  untuk dinikmati melalui alunan nada -nadanya saja, melainkan juga cocok untuk benda seni pajangan dan penghias ruangan.

3. Kaos Banjar

Trend kaos dengan tema – tema daerah saat ini lagi booming, tidak ketinggalan di Kota Banjarmasin. Seperti halnya di Kota Jogja ada kaos Dagadu, di Banjarmasin ada kaos HY - MUNK yang artinya senang atau bahagia. Berbeda dengan konsep kaos daerah lainnya di Nusantara, kaos asli Banjar lebih disukai oleh turis mancanegara karena pelaku usaha kecil mandiri yang khusus membuat kaos Banjar ini pada umumnya memilih untuk menjadi media promosi bagi kemajuan berbagai potensi adat dan budaya dalam masyarakat suku Banjar. Jika melihat katalog produk dari kaos HY - MUNK, dari sini anda bisa melihat dan membaca rekam jejak (ensiklopedi) tentang budaya, adat istiadat dan profil suku Banjar serta suku dan daerah lainnya di Kalimantan Selatan secara utuh dan mudah tanpa harus mengurangi sisi artistik dan komersial dari produk kaos yang akan dijual. Tentu saja hal ini menjadi eksotis dan cukup menarik untuk dikenakan pada acara – acara santai.

Bagi penikmat wisata ala backpacker, ikon pariwisata seperti pasar terapung, kerbau rawa, itik alabio, soto banjar, dan tentunya kota Intan Martapura tersebut di atas pasti telah akrab di telinga terutama buat membeli souvenir atau oleh - oleh khas Kalimantan Selatan.

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads