Arsitektur vernakular Santorini saat ini merupakan salah satu arsitektur yang sukses menarik perhatian wisatawan mancanegara untuk mengenalnya lebih dekat. Alasannya, karena pembentukan bangunannya berpatokan terhadap keaslian sumber daya dan material lokal. Merupakan ciri khas bangunan tradisional barat yang dipertahankan dengan cara mengeruk dinding tebing hingga menjadi hunian unik dan cantik, sehingga mampu menarik minat banyak konglomerat dunia untuk mengikuti gaya ini dengan daya tarik arsitekturnya yang khas menjadi lebih menawan.
Dari Kepulauan Cyclades, Yunani, pasangan Lukman Auliadi (30) dan Siti Zubaidah (29) telah berhasil mengabadikan keindahan rumah Santorini ke dalam gaya rumah pribadi mereka yang saat ini banyak diikuti oleh penggemarnya dari seluruh dunia termasuk Indonesia yaitu di Kota Jakarta.
Ciri khas desain bangunan ala Santorini hadir dalam beberapa elemen di bawah ini dan diterapkan dalam hunian di  wilayah Jakarta Selatan.Â
1). Pintu : sebagai wajah utama dari sebuah rumah, bentuk atasnya dibuat setengah lingkaran dan diberi cat berwarna biru. Tampilan desain yang terlihat elastis ini merupakan keunikan tersendiri ketika anda akan menginjakkan kaki di rumah sehingga akan mampu memberikan rasa nyaman bagi penghuninya.Â
2). Bangku ubin : memiliki bentuk yang statis berukuran masif. Menyatu langsung dengan dinding, dengan  tampilan siku - siku sengaja dibuat dalam bentuk – bentuk lengkung. Cara ini memberikan kesan bahwa arsitektur Santorini terlihat bersifat estetis. Penciptaan bangku statis akan memberikan keuntungan bagi para penghuni untuk tidak perlu memindahkan barang – barang jika banjir datang sehingga bisa memanfaatkan waktu untuk keperluan yang lain, tidak akan mengurangi perabotan lepas, bisa melakukan tindakan ekonomis karena apabila anda merasa bosan, tinggal dicat ulang kalau benda – benda tersebut kelihatan kotor.
3). Jendela : desainnya bersifat feminin, terlihat dari pola kotak - kotak yang dipercantik dengan pola diagonal dari teralis putih. Ukurannya panjang, dimana hampir mencapai setinggi lebar dinding. Membuat cahaya yang masuk ke rumah menjadi lebih leluasa dan dapat menghangatkan ruang. Penggunaan warna – warna terang seperti biru ditujukan sebagai fungsi aksen dan penyeimbang warna putih di sekitarnya.
4). Tangga : sebagai perantara antar lantai, elemen ini dibuat semenarik mungkin dan harus kuat dengan menggunakan warna cat abu - abu atau cokelat dan hitam dengan warna pinggiran putih. Model ini menyerupai gaya tangga di Santorini.
5). Dinding berlubang : seperti gua, dinding di bawah tangga ini dibuat lubang sebagai tempat display dan penyimpanan benda – benda kecil multifungsi.  Bentuk atasnya yang melengkung sengaja dibuat sedemikian rupa menyerupai bentuk pintu. Tampilan ini diharapkan mampu merepresentasikan kesan alami seperti bangunan di Santorini.
Santorini, Pulau Elok Kaya Lanskap Indah
Di pulau kecil ini terkenal sebagai kawasan wisata di dunia dengan menonjolkan suasana vibran kepada para pengunjungnya. Santorini layaknya Pulau Bali di Yunani, bahkan Eropa yang mengusung objek tourism berupa panorama pantai dan destinasi hangout menjadi atmosfer paling penting untuk anda nikmati ketika mengadakan perjalanan liburan ke tempat ini. Hal menarik lainnya yang patut untuk dieksplorasi dan dirasakan adalah arsitektur vernakular Santorini, yang tidak akan pernah anda temukan di daerah lain di dunia ini.
Santorini didominasi oleh rumah - rumah besar seperti kastil yang dicat putih nan eksotis diantara langit biru dan laut biru. Selain itu, terdapat kubah - kubah biru menjadi objek picturesque yang tak mudah terlupakan oleh para pengunjung. Pulau ini oleh beberapa selebritis dunia diberi julukan sebagai Pulau Thera.
Rumah - rumah putih berjejer rapi di pinggir jalan raya utama dan ditata dinamis dengan lanskap yang apik dan mendominasi hampir setiap tempat di kota ini. Di setiap lorong atau jalan – jalan tikus, terdapat banyak sekali toko – toko suvenir yang menggoda para pengunjung untuk mampir membeli oleh – oleh khas orang Yunani dimana hampir sebagian besar suvenir yang dijual bersifat arsitektural.
Rumah - rumah putih di sini tidak difungsikan untuk tempat tinggal melainkan untuk toko suvenir, kafe atau kedai, rumah makan, restoran, supermarket, dan tentu saja hotel atau vila. Rumah yang berfungsi sebagai hotel ini memiliki bentuk sangat menarik bukan saja dari view, namun dari sisi building approach (pendekatan desain bangunan).
Arsitektur rumah bergaya Santorini saat ini bisa dinikmati oleh siapa saja meskipun untuk memiliki salah satu diantaranya membutuhkan proses yang panjang mencakup keadaan lingkungan yang sustainable, naturally built, dan low maintenance.
Santorini merupakan kelompok pulau – pulau yang dikelilingi oleh gunung berapi. Maka, abu vulkanis dari gunung berapi tersebut digunakan untuk sejenis semen dalam pembuatan tembok – tembok rumah - rumah yang ada. Bentukan rumah putih dengan kubah mini merupakan jawaban atas kebutuhan alam warga setempat mengingat banyaknya theran soil dan langkanya material kayu (timber) sehingga hanya beberapa saja yang menggunakan atap datar dari kayu sekaligus menjadi penanda tingkat sosial warga yang lebih mapan.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.