Apakah  yang  dimaksud  dengan  penyakit  emosional  /  gampang emosi tinggi / mudah marah / psikosomatis ?
Penyakit tersebut erat kaitannya dengan masalah perasaan merupakan perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang dari seseorang atau sesuatu. Perasaan adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Perasaan biasanya ditunjukkan ketika mereka merasa senang mengenai sesuatu hal, marah kepada seseorang, ataupun takut dan khawatir yang berlebihan terhadap sesuatu.
Emosi juga erat hubungannya dengan perasaan tetapi lebih cepat berlalu daripada memperhatikan suasana hati. Sebagai contoh, apabila seseorang bersikap kasar, manusia pastilah akan merasa marah. Perasaan intens terhadap kemarahan tersebut mungkin akan datang dan pergi dengan cepat tetapi sangat tergantung terhadap suasana hati yang paling buruk, maka seseorang akan merasa tidak enak hati untuk beberapa jam.
Orang - orang cenderung berada dalam kondisi suasana hati terburuk di awal minggu dan bisa berada dalam suasana hati terbaik di akhir minggu. Bagi sekelompok orang lain pun kemarahan yang meledak – ledak akan menyebabkan mereka merasa sakit hati. Maka dari itu penting untuk mengetahui tentang kiat meredam ledakan emosi, berikut ini beberapa cara meredam emosi yang kami rangkum dari berbagai sumber ( dari Judy Ringer, penulis When Tempers Flare : Five Tips to Manage Your Anger in the Heat of the Moment ).
Sadari reaksi anda
Kesadaran tentang gejolak perasaan yang sedang anda alami, akan mampu mengubah kemarahan menjadi semacam pembelajaran mental.
Lihat dari sisi lawan anda
Cobalah memosisikan diri anda sebagai saudara, orang tua atau sahabatnya, dan bicaralah dari sisi tersebut.
Bertanya dan mendengarkan
Bertanya kepada  lawan anda dengan jujur dan terbuka adalah cara ampuh buat menangkal kemarahan. Berkomunikasi dengan  lawan juga akan membantu memberi waktu bagi anda untuk bisa menenangkan diri.
Atur napas anda
Ketika emosi, pada umumnya napas anda tidak teratur tersalurkan. Tanpa disadari, anda akan menutup jalan masuk udara ke tenggorokan, karena sadar dan bersiap untuk melakukan reaksi marah. Akibatnya, emosi menjadi kian besar dan tidak terkendali, lalu mulai kehilangan kesadaran untuk membuat pilihan bijak.
Berdialog dengan diri sendiri
Memberi sedikit waktu untuk bisa menenangkan diri, dan menggali apa yang anda harapkan, ibarat anda akan mengirim sinyal  perdamaian kepada lawan.
Melihat ulasan singkat dari kami tersebut di atas, bisa anda simpulkan bahwa suatu perasaan (afek) adalah harus mampu mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik itu yang berasal dari dalam maupun dari luar diri anda. Jika anda mudah emosi dan cendrung pemarah, maka anda bisa rentan terhadap berbagai penyakit terutama penyakit hepatitis.
Jika anda merasa mulai apatis ( tidak pernah peduli ) terhadap lingkungan bahkan keluarga sendiri, maka anda akan berpotensi mengalami penurunan kekebalan tubuh. Jika terlalu sering menganggap sepele terhadap semua persoalan, maka hal ini akan mengakibatkan anda mudah terjangkit penyakit diabetes. Jika terlalu sering merasa kesepian, maka anda bisa terkena penyakit demensia senelis ( memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang ). Jika terlalu sering bersedih dan merasa selalu rendah diri, maka anda bisa terkena penyakit leukemia / kanker darah putih.
Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat !
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.