Apakah anda mengetahui bahwa kroket pertama di dunia diciptakan di dapur istana Perancis ? Makanan ini dicatat dalam resep koki raja – raja Perancis, Louis XIV, pada tahun 1691. Mereka memanfaatkan bahan - bahan seperti truffle, roti manis, dan krim keju, kroket kemudian menjelma menjadi makanan pemanja lidah sang Raja di waktu senggang. Dari tahun 1800 dan seterusnya, kroket dimasak sebagai salah satu cara untuk memanfaatkan sisa daging mentah / direbus di kulkas untuk menjadi makanan yang bermanfaat.
Kroket merupakan makanan yang populer dan pas dinikmati oleh lidah orang Indonesia. Dimana diketahui bahwa kerenyahan tepung rotinya, tekstur lembut dagingnya, dan rasa gurih yang berasal dari campuran beragam bumbu penyedap adalah menjadi tiga alasan utama dibalik terciptanya kenikmatan kroket yang sederhana tapi banyak menyukai. Meskipun demikian, apakah anda tahu bahwa makanan ini pertama kali berasal dari Perancis hingga populer seperti saat ini ?
Selain Perancis, dimana sajakah makanan ini telah dikenal banyak oleh orang biasa hingga turis mancanegara ? Kami akan mengajak anda buat memenuhi rasa penasaran dengan mengenalkan 5 versi kroket dari seluruh dunia !
1. Kroket Belanda
Di Belanda, kroket ini dikenal sebagai makanan cepat saji yang populer sebagai menu pelengkap acara afternoon tea. Sebagaimana makanan cepat saji lainnya, pada umumnya kroket berisi daging unggas / sapi / domba yang dicincang lalu diberi bumbu sebagai bahan penyedap ke dalam adonan utama kroket untuk selanjutnya dibentuk bulat – bulat dan dilapisi dengan tepung roti untuk kemudian digoreng / dioven. Namun begitu, terdapat banyak opini yang mengemukakan bahwa daging cincang pada kroket sebenarnya adalah merupakan daging sisa atau jeroan hari kemarin karena terlalu banyak membeli bahan dasar untuk membuat masakan hari itu, sehingga agar tidak terbuang percuma maka diolah lagi menjadi kroket yang dianggap sebagai makanan murahan tapi bergizi.
Menurut penelitian pada tahun 2008 menunjukkan bahwa sekitar 350 juta kroketten ( kata jamak untuk suku kata kroket ) biasa dimakan oleh para wanita di Belanda setiap tahun pada acara – acara afternoon tea. Diperkirakan 75% dari semua wanita Belanda tersebut memang suka memakan kroket, 29 kroketten per orang per tahun rata - rata. Konsumen utama adalah berusia antara 35 hingga 49 tahun. Keberhasilan kroket ala Belanda inilah yang menyebabkan makanan ini kian hari memiliki banyak varian, misalnya rundvleeskroket, kalfsvleeskroket, dan satékroket. Rundvleeskroket dibuat dari daging sapi. Kalfsvleeskroket dibuat khusus dari daging sapi muda. Untuk menambah citarasa gurih, beberapa koki resto memberi campuran berupa keju dan susu. Rasanya ? Sangat nikmat.
Sementara itu, pada beberapa varian kroket di resto – resto yang ada di Belanda karena mendapat pengaruh dari masakan Jepang dan India, terdapat jenis lain dimana beberapa turis asing menduga bahwa kroket yang berlabel satékroket tersebut erat kaitannya dengan sajian Jepang bernama sate. Ternyata benar bahwa kudapan khas kafe – kafe makanan ringan ( snack bar ) di Belanda ini terdiri dari daging sapi yang dipotong – potong ukuran besar lalu ditusuk seperti sate ( hanya saja memakai tusukan berupa aluminium ) yang dicampur dengan bumbu kacang dan susu serta taburan keju. Ada juga broodjekroket. Broodjekroket adalah kroket yang dibungkus lapisan roti serta lazim dijual di restoran – restoran kecil sejenis snack bar hingga negara – negara di Eropa, toko - toko makanan ringan, dan bahkan oleh para pedagang kaki lima di taman – taman beberapa kota bunga di Belanda. Saking populernya jenis makanan yang satu ini, McDonalds di Belanda membuat menu McKroket untuk andalan mereka yaitu kroket sebagai isian biasa yang diapit oleh dua buah roti Perancis jumbo menyerupai burger.
 2. Kroket Amerika
Di Amerika, kroket yang dieja sebagai croquettes adalah termasuk ke dalam makanan maritim. Maksudnya, kroket Amerika mempunyai bahan dasar dari daging kepiting atau ikan kakap cincang. Bahan dasar tersebut kemudian dicampur dengan adonan tepung telur dan mentega. Setelah itu, sama seperti proses pembuatan kroket di Indonesia pada umumnya, campuran tersebut dilapisi dengan tepung roti untuk digoreng / dipanggang. ‘ Kroket kepiting ’ ala koki Amerika ini berasal dari komunitas imigran Ybor City dan telah lama dikenal sebagai camilan ringan bergaya Eropa untuk asupan makanan bergizi tambahan bagi kelompok gerakan mogok pekerja cerutu pada tahun 1920.
Pada kafe – kafe kecil bernama snack bar, terdapat ‘ kroket darat ’ di negeri Paman Sam terutama di daerah New England, kroket ini dibuat dengan menggunakan cincangan daging babi ( ham ) dan dimasak dengan kentang tumbuk / pasta kentang. Untuk bagian luar kroket, bahan kroket dilapis dengan beberapa bumbu ringan dan susu / mentega untuk tekstur yang lebih halus dan gurih sebelum dilapisi dengan tepung roti. Biasanya, makanan ini disajikan untuk acara Thanksgiving hingga Natal sebagai salah satu cara buat menghabiskan ham selama sisa liburan.
 3. Kroket Korea
Kroket Korea biasa dikenal dengan nama goroke atau keuroket. Bila anda kebetulan sedang berada di Korea buat liburan dan mendadak ingin makan camilan ringan bernama kroket, maka pergilah ke toko - toko roti disana yang tersedia di sepanjang jalan raya utama pada pusat kota untuk membeli sekotak goroke isi dua belas butir. Kebanyakan toko - toko roti Korea suka mengiklankan goroke sebagai salah satu produk andalan roti – roti Perancis dan biasanya dijual atau dikemas sebagai camilan ringan bergaya Eropa dengan tambahan berupa segelas hot coffee untuk sarapan pagi.
Meskipun diklaim sebagai salah satu produk roti Perancis, goroke tidak kehilangan sentuhan lokal dari bumbu penyedap adonan dasar kroket adalah khas Negeri Ginseng. Jenis kroket Korea ini pada umumnya diisi dengan bahan Japchae atau kari ayam untuk cocolan saos. Goroke pada resto – resto terkenal diberi tambahan berupa sayur kimchi ( jika anda suka ), daging babi kecap, dan bulgogi. Bagi anda yang menggemari bulgogi kroket ala Indonesia, tingkat kesenangan menyantap jenis makanan ini di Korea adalah berubah - ubah sesuai dengan cara penyajiannya menjadi menu unik yang wajib untuk dicicipi. Rata – rata berasa pedas.Â
4. Kroket Jepang
Agak mirip bentuknya dengan kroket versi Korea, goroke ala Jepang merupakan salah satu makanan camilan bergaya Eropa yang telah lama dikenal di Jepang sebagai nama korokke. Korokke adalah makanan jenis gorengan yang sangat populer disukai oleh anak – anak Negeri Sakura. Sebagai kudapan ringan yang cukup dikenal hingga turis mancanegara ini, korokke mudah dibeli pada semua supermarket, toko daging, serta toko - toko yang khusus menjual camilan ringan produk luar negeri. Umumnya, korokke di toko – toko makanan tersebut berbentuk patty ( isian daging pada mini burger ). Berbeda dengan kroket dari negara lainnya yang dibuat berbahan dasar dari daging, korokke relatif ramah terhadap para vegetarian. Adonan utama korokke terdiri dari kentang yang dicampur dengan beberapa bahan sayuran berupa bawang dan wortel. Komposisi dengan campuran daging adalah kurang dari 5% dari daging babi atau sapi. Di Jepang, korokke disajikan dengan cocolan saus tonkatsu / campuran bubuk wasabi.Â
5. Kroket India
Kroket dari negeri Shaheer Sheikh di India ini disebut dengan nama aloo tiki. Makanan ini populer di India Utara dan biasanya disajikan dengan cara merebus. Mereka memakan kroket India sebagai makanan ringan alias cemilan di rumah. Kroket di India dijual sebagai jajanan basah oleh para pedagang kaki lima di pinggir jalan dengan harga sangat murah tapi rasanya mantap seperti cake keju yang merupakan camilan ringan bergaya Eropa. Di Bengal Barat, aloo tiki punya nama lain yaitu aloo chop, mengikuti ejaan ala orang di Bangladesh. Aloo chop bisa dimakan secara langsung atau dinikmati sebagai variasi makanan cepat saji yang disajikan di dalam roti burger bersama pelengkap lainnya.
Mencicipi Dan Mengerti Ragam Sajian Para Koki Jerman
Apakah anda tahu bahwa dengan mengenal sebuah negara maka anda bisa mengetahui tentang masakan khas dari negara tersebut. Wisata kuliner berawal dari kondisi ini, dengan menikmati makanan ringan sesuai daerah penciptanya maka itulah yang menjadi gaya hidup, seperti Jerman bagi penikmat kuliner Jerman. Bahwa konsep wisata kuliner Jerman saat ini banyak diminati oleh turis mancanegara, tidak saja ditunjukkan dari semakin banyaknya jumlah turis asing yang menawarkan jasa di bidang ini, adalah Claudia Muir dari majalah " Essen & Trinken " membenarkan, " Terutama orang muda tertarik pada penawaran seperti itu. Mereka ingin mencari tahu sendiri dan keluar dari mainstream. " Pada sebuah situs seperti " eat like locals " ia mengumpulkan berbagai informasi, " Dalam hal ini Berlin menjadi penetap tren, " kata Claudia Muir.
Pada dasarnya masing – masing makanan pastilah ada kesamaan, walaupun penyebutan dan teknik pengolahannya berbeda – beda. Salah satunya, makanan ringan khas Jerman. Sejak kedatangan bangsa Eropa yang pernah menjajah negara Indonesia pada era tahun 1945, ternyata memberikan dampak positif terhadap perkembangan wisata kuliner Nusantara. Hal ini dibenarkan oleh beberapa orang Bali yang menetap di Jerman, mereka suka mencoba berbagi resep menu sajian khas Jerman berupa kudapan ringan bergaya Eropa. Camilan Jerman yang laris adalah dari bahan dan pengolahan yang mudah dibuat, serta telah disesuaikan dangan situasi dan kondisi di Indonesia atau negara – negara lainnya penikmat aneka camilan ringan bergaya Eropa.
Bienenstich
Makanan khas Jerman ini adalah sebuah makanan penutup yang populer dengan nama bienenstich cake, memiliki nama asli bienenstich yang diambil dari kata sengatan lebah yakni merupakan makanan manis yang terbuat dari adonan dibalur saos madu. Beberapa bahan yang ada dalam sepotong cake bienenstich ini adalah krim vanilla, madu, taburan irisan kacang almond dan bahan - bahan adonan dasar lain untuk membuat makanan yang populer di mancanegara ini.
Makanan ini termasuk sebagai camilan ringan bergaya Eropa yang tercipta pada abad ke 15 lalu yaitu para pembuat roti yang ada di Andernach, sebuah kota pertanian kecil di Jerman tiba – tiba diserang oleh pasukan Linz. Kemudian para pembuat roti memproteksi diri mereka dengan cara melempar sarang lebah kepada pasukan Linz, yang menyebabkan pasukan Linz mundur. Setelah peristiwa tragis tersebut maka para pembuat roti selanjutnya membuat cake bienenstich ini untuk sajian penutup dan kue pesta kemenangan diselenggarakan setiap tahun baru bersamaan dengan perayaan Natal.
Lebkuchen
Makanan khas Jerman yang berikutnya adalah sebuah makanan penutup yang dinamakan lebkuchen. Makanan ini merupakan roti jahe tradisional yang berasal dari Jerman. Lebkuchen berupa kue kering dengan ciri – ciri yang mudah dikenali yaitu berwarna kecoklatan dan merupakan salah satu makanan yang populer di Eropa. Beberapa bahan yang digunakan untuk membuat makanan tradisonal Jerman ini seperti kacang hazelnut, madu, walnut, telor, potongan lemon, irisan kulit jeruk nipis, badam, kayu manis, jahe, ketumbar, pemento, adas manis, cengkeh dan marzipan. Dari bahan - bahan tersebut dibuatlah makanan yang memiliki cita rasa jahe dan rempah – rempah sangat khas, banyak orang yang memfavoritkan makanan ini sebagai kudapan ringan.
Di Bali, anda bisa menikmati aneka camilan ringan bergaya Eropa di Bali Bakery Patisserie & Café yang berlokasi di Jalan Sudamela 26, Sanur, Denpasar, 80228, Indonesia dengan nomer telepon yang mudah dihubungi adalah + 62 361 283482.
Tersedia : cuisine : Cafe, European, Australian, Asian, meals : Breakfast, Lunch, Brunch, restaurant features : Takeout, Outdoor Seating, Seating, Waitstaff, good for : Large groups and Families with children.
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.