article

Cari Kuliner Halal Di Pulau Bali ? Sambangi Lokasi Rumah Makan Berikut Ini

Cari Kuliner Halal Di Pulau Bali ? Sambangi Lokasi Rumah Makan Berikut Ini

Bagi traveler Muslim yang kebetulan berlibur ke Pulau Bali, salah satu kendala terbesar yang biasanya dihadapi ketika mereka akan pelesiran ke Pulau Dewata dan sekitarnya adalah soal berburu kuliner berupa makanan Bali yang halal.

Maka dari itu, anda harus lebih berhati - hati untuk menemukan sebuah tempat makan di Bali yang halal. Karena tak semua tempat makan di kawasan wisata yang ada di Pulau Bali adalah halal. Karena itu, banyak traveler yang berusaha mencari informasi dimana - mana tentang lokasi tempat makanan halal yang nantinya bisa dijadikan sebagai pilihan saat mereka sedang berada di Pulau Dewata ini buat liburan. Tak mengherankan apabila banyak dari mereka mencari informasi terpenting dari mulut ke mulut tentang dimana saja lokasi tempat makanan halal yang akan dijadikan pilihan untuk santap makan saat mereka sedang berada di pulau ini.

Nah, berikut ini kami rekomendasikan beberapa tempat makan halal di Bali yang bisa anda kunjungi saat berlibur atau untuk urusan lainnya ketika di Bali.

ads

Kedai Ceret

Kedai Ceret ini berlokasi di Denpasar, tepatnya di Jalan Tukad Yeh Aya. Menu yang disajikan di tempat makan ini adalah merupakan makanan Nusantara ala rumah makan angkringan di Pulau Jawa.

Warung Mak Beng

Tempat makan ini berada di Sanur, tepatnya di Jalan Hang Tuah 45. Menu yang disajikan di dalam warung Mak Beng merupakan menu - menu seafood dimana yang paling terkenal adalah sup kepala ikan kakap. Warung ini banyak memiliki penggemar dari wisatawan lokal hingga turis mancanegara karena terkenal dengan menu sajian makan siang atau santap malam yang sangat pedas terutama sambalnya yang menggoyang lidah.

Nasi Ayam Kedewatan " Ibu Mangku"

Nasi ayam Kedewatan " Ibu Mangku " merupakan tempat makan yang khusus menyajikan menu makan siang berupa nasi ayam Kedewatan khas Bali. Nasi ayam disini adalah berupa nasi campur yang dilengkapi dengan bumbu rempah khas Bali dalam mengolah lauk - pauknya, ada sambal goreng ati ala sajian angkringan Jawa, sate lilit ikan laut / ayam, ayam suwir, ayam goreng, taburan kacang goreng dan sayur urap. Tempat makan ini berada Jl. Kedewatan 18, Ubud, Bali.

Warung Nasi Bu Oki

Warung nasi Bu Oki berlokasi di daerah Uluwatu. Menu utama tempat makan ini adalah berupa nasi campur ayam khas Bali yang halal ala Bu Oki, ada sate lilit ayam, ayam sisit, sambal matah, urap, kacang goreng dan yang lainnya menyerupai sajian Nusantara ala warung â warung angkringan di Pulau Jawa terutama Jogja, Surabaya dan Bandung.

Seperti diketahui bahwa kuliner halal adalah salah satu dari tiga komponen utama yang wajib ada dalam paket wisata traveling ala seorang backpacker disamping transportasi dan akomodasi. Akan tetapi untuk urusan kuliner halal memang dianggap sebagai hal paling rumit untuk lebih serius mendapatkan perhatian khususnya bagi para traveler Muslim apabila mereka melakukan trip ke daerah Non - Muslim. Seperti traveler ala backpacker yang berlibur ke Pulau Bali, meskipun berada di Indonesia dengan jumlah penduduk beragama Islam adalah mayoritas, nyatanya pulau ini sebagian besar adalah memiliki penduduk yang menganut ajaran agama Hindu, Budha hingga Kristen.

Seni Menimbang Makanan Halal Saat Berwisata Kuliner Di Pulau Dewata

Sebab istilah halal merupakan kategori fiqh, bukan kategori syar'i apalagi sosiologi maka dalam sebuah pariwisata kuliner halal tentulah berbeda - beda dengan pariwisata syar'i pada umumnya. Misalnya, satu bus yang mengangkut para turis Muslim saat mengunjungi Pulau Bali buat liburan, apakah wisata dengan orang yang bukan muhrim, halal atau haram ?

Perbedaan pendapat tersebut di atas dapat membawa kita merenung lebih dalam hingga ke abad 7 dan 8 masehi saat Imam empat mazhab yaitu Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali hidup dalam kejayaannya dan berkarya.

Melalui konteks inilah seharusnya kita berpikir bahwa wisata halal ternyata ada manfaatnya yaitu memfokuskan kepada wisata spiritual untuk melindungi umat Islam yang akan menjalankan ibadah wisata dengan khusyu' dan sekaligus bisa menikmati kuliner wisata daerah Non Muslim tanpa terganggu oleh hal - hal yang syubhat ( meragukan ). Jika kata - kata halal adalah berpotensi besar dalam merugikan industri pariwisata, maka pemerintah perlu segera mencari jalan keluar atau titik temu agar permasalahan ini dapat diselesaikan. Misalnya, dari hal paling kecil yaitu dengan menyediakan peta - peta wisata kuliner halal pada setiap hotel, hostel atau motel.

Para pengusaha kuliner perlu menyadari sebuah kondisi agar tamu yang akan berkunjung ke resto - resto mereka bersedia toleran dengan umat Islam melalui cara - cara termudah seperti memberitahu tentang ragam masakan yang tersedia adalah menu - menu halal atau tidak atau dibagi ke dalam dua ruangan. Selama ini, hal - hal seperti ini menjadi sensitif karena di Bali dan tempat - tempat wisata lainnya mayoritas berpenduduk Non Muslim kurang memperhatikan transparansi dan transfer informasi tentang kuliner halal / haram kepada calon pengunjung.

Di sejumlah negara barat seperti Amerika Serikat, Jerman atau Spanyol, nasi sangat mudah untuk ditemukan. Bahkan di Spanyol, nasi adalah salah satu makanan khas warga mereka seperti di Indonesia, hampir semua makanan pokok mereka berbahan dasar dari nasi, yang terkenal adalah paella merupakan sajian khas orang Spanyol kelas menengah ke bawah yang mirip dengan nasi ramesnya orang Indonesia. Nasi rames adalah nasi campur lauk - pauk seadanya, biasanya berupa seafood seperti udang goreng atau masakan dari kerang. Sejumlah kota di Spanyol seperti Sevilla, Cordoba, Malaga, Granada, Valencia dan Granada adalah kawasan wisata populer di Spanyol yang banyak diminati oleh turis Muslim dari Asia khususnya Indonesia, dimana hampir setiap hari terdapat resto - resto kecil yang menjual paket makanan murah meriah bernama paella bagi warga maupun turis asing yang ingin menikmati sajian khusus untuk turis Muslim yang kebetulan berkunjung kesini untul liburan.

Susahnya Mencari Makanan Halal Di Eropa, Tapi Mudah Saat Wisata Kuliner Di Amerika

Cukup sulit untuk mencari makanan halal di Spanyol, Inggris, Perancis, Jerman dan Swiss ketika anda berlibur ke tempat ini buat menikmati wisata kuliner halal bagi turis Muslim. Meskipun diketahui bahwa makanan harian warga mereka ada yang halal dan aman untuk dikonsumsi seperti jenis fish and chips atau seafood. Namun tetap menjamin tidak halal karena minyak goreng untuk mengolah ikan laut tersebut biasanya diberi tambahan berupa lemak babi agar berasa lebih gurih.

Dari kondisi tersebut di atas, banyak bermunculan rumah - rumah makan halal berupa restoran Cina di Madrid. Restoran Cina menyajikan makanan Jepang berbahan dari ikan salmon atau ikan tuna mentah dengan sistem prasmanan kepada para tamu yang berkunjung kesini buat liburan. Pengunjung diperbolehkan memilih sendiri jenis - jenis makanan tertentu atau diserahkan pada koki. Proses memasaknya adalah ala koki Jepang yaitu bisa disaksikan secara terbuka dan langsung oleh tamu / si pemesan. Tentu saja turis Muslim memilih makanan halal seperti udang dan ikan laut. Makanan halal yang dipilih akan dimasak dengan menggunakan kuali tradisional Madrid yang sebelumnya digunakan untuk memasak daging yang haram. Bagaimana menurut anda ? Maka dari itu, sebelum makan diwajibkan untuk membaca Bismillah, Insya Allah halal, karena di restoran Cina yang ada dibeberapa kawasan wisata Kota Madrid pada umumnya menyediakan udang dan ikan laut sebagai bahan utama semua masakan mereka sehingga bukan merupakan makanan haram.

Makanan Prasmanan Di Liverpool

Kondisi di atas juga terjadi di Liverpool. Bedanya, dalam hal menyajikan masakan adalah lebih banyak memakai cara prasmanan. Namun soal makanan halal ( termasuk halal dalam cara mengolahnya ) tetap merupakan masalah serius saat anda sebagai seorang Muslim melakukan perjalanan wisata ke Eropa seorang diri atau ala backpacker. Dari sinilah muncul ide wisata halal agar traveler ala backpacker Muslim terbantu dalam memburu wisata kuliner halal terutama dalam tempat makan yang dipastikan halal bagi penikmat travel seorang diri atau rombongan dengan memanfaatkan biro perjalanan.

Untuk tipe traveler seperti seorang backpacker, anda bisa berterimakasih pada kelompok Rumah Makan Padang yang khusus menjual makanan berempah tapi kering seperti rendang sehinnga awet dan tahan lama ala masakan Nusantara di Indonesia. Pada resto - resto ini tersedia masakan sayur yang diberi bumbu pecal / saos kacang dan ikan asin kering bisa menjadi alternatif. Menu makan utama mereka tetaplah nasi.

Jika bosan dengan menu makan berat, silahkan memesan kudapan ringan berupa sajian dari roti yang banyak dijual bebas di pedagang keliling seperti pedagang kaki lima yang banyak ada di Indonesia. Mereka adalah para pendatang yang berasal dari Timur Tengah sehingga berdampak pada banyaknya makanan halal khas Timur Tengah di kedai - kedai angkringan tersebut.

Selamat berlibur, selamat berpetualang.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads