Sakit tenggorokan paling sering muncul karena adanya infeksi virus, biasanya merupakan penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 3 sampai 5 hari. Meskipun demikian, anda tetap membutuhkan obat sakit tenggorokan agar segera sembuh dimana untuk mengetahui gejala dan meredakan sakit ini adalah membutuhkan waktu penyembuhan yang cukup lama.
Rasa sakit pada tenggorokan sering menjadi gejala atau tanda awal bahwa seseorang akan terserang flu atau batuk, apalagi di musim penghujan seperti saat ini, daya tahan tubuh manusia akan cenderung menurun dan menjadi sangat rentan terkena penyakit seperti flu dan sejenisnya atau beragam penyakit musiman lainnya seperti DBD.
Kadang - kadang sakit tenggorokan dapat diobati dengan menggunakan pengobatan sederhana dan alami di rumah saja, jadi tidak membutuhkan biaya mahal karena menggunakan bahan - bahan alami dan mudah didapatkan di sekitar anda tinggal apalagi di pasar â pasar tradisional, berikut caranya :
1). Teh. Bosan dengan meminum air putih ? Secangkir teh hangat herbal adalah bagus dalam mengurangi rasa sakit pada tenggorokan. Terlebih lagi, teh banyak mengandung antioksidan yang diperkirakan ampuh buat memperkuat kekebalan tubuh dan mencegah infeksi. Untuk meracik ramuan yang ampuh ini, tambahkan satu sendok teh madu. Selain banyak mengandung antioksidan, madu juga diketahui mempunyai efek antibakteri yang bisa membantu anda menjadi mudah sembuh.
2). Sup ayam. Makanan ini sangat baik dikonsumsi saat anda mengalami flu, batuk - pilekan dan radang tenggorokan. Natrium dalam kaldu ayam mengandung sifat antiinflamasi sehingga ampuh buat meredakan peradangan. Sup mempunyai banyak manfaat tambahan saat anda sedang sakit tenggorokan. Dengan makan semangkok sup hangat, sakit tenggorokan yang begitu menyakitkan hingga sulit menelan karena adanya pembengkakan akan bisa diredakan, sehingga makanan cair seperti sup hangat bisa membantu anda untuk memastikan bahwa anda akan memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk melawan infeksi.
3). Istirahat yang cukup. Kondisi ini meskipun bukan cara yang cepat untuk bisa mengobati radang tenggorokan, tetapi dengan istirahat yang cukup maka akan mempercepat peyembuhan dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Pastikan tidur malam anda mencukupi yaitu sekitar 6 - 7 jam, hindari begadang dan melakukan olah raga atau aktifitas fisik yang terlalu berat.
4). Antibiotik. Antibiotik pada umumnya tidak digunakan sebagai obat sakit tenggorokan, karena sebagian besar sakit tenggorokan muncul karena adanya virus. Bahkan ketika sakit tenggorokan sedang parah karena disebabkan oleh virus dan bakteri, antibiotik mempunyai efek yang sangat sedikit dan bisa menyebabkan efek samping yang kurang menyenangkan.
Meskipun demikian, antibiotik tetap dibutuhkan untuk mengobatai radang tenggorokan apabila sakitnya terlalu parah. Risiko infeksi yang parah ini misalnya, pada seseorang yang mempunyai sistem kekebalan tubuh lemah karena HIV atau diabetes. Seseorang yang memiliki riwayat demam rematik ( kondisi yang menyebabkan peradangan luas di seluruh tubuh ). Seseorang yang mempunyai penyakit katup jantung, mengalami infeksi berulang yang disebabkan oleh bakteri streptokokus dan penggunaan antibiotik dengan rekomendasi dokter.
5). Cairan. Sangat penting untuk selalu menjaga agar tubuh tetap memiliki kebutuhan cairan yang terpenuhi, terutama saat sakit tenggorokan. Anda harus banyak minum cairan sehingga urine berwarna kuning jelas atau bening ( tidak keruh ). Banyak minum akan membuat selaput lendir menjadi mudah lembab dan lebih mampu dalam memerangi bakteri atau alergi penyebab radang tenggorokan. Mengenai jenis minuman yang bisa anda konsumsi setiap hari, tergantung pada selera anda termasuk air putih, jus buah, minuman manis, atau sesuatu yang asin, seperti kaldu ayam.
Demikian kami menjelaskan, dan ingat selalu bahwa pemanfaatan antibiotik harus dengan rekomendasi dokter. Jika dengan mengaplikasikan pengobatan seperti di atas namun anda tetap sakit tenggorokan yang tak kunjung reda dalam waktu 2 - 24 jam, maka dianjurkan untuk segera periksa ke dokter. Semoga bermanfaat .
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.