article

Satu Musim Untuk Selamanya

Satu Musim Untuk Selamanya

Taman bunga Hitachi Seaside Park di Hitachinaka, prefektur Ibaraki, berlokasi di samping pantai Ajigaura, Kanto, Jepang.

Gadis itu senang merenung di taman bunga ini, meskipun sangat membosankan namun ia tetap melakukannya apalagi ketika ada hari libur. Terlihat seperti dia bosan dengan keluarganya, lingkungannya, dan seorang laki – laki yang juga memiliki kebiasaan unik seperti dia.

Taman ini penuh oleh beragam bunga yang cukup populer di Eropa. Mempunyai luas sekitar 3,5 hektar dipenuhi oleh bunga - bunga yang paling menawan di seluruh dunia dan mereka mekar sepanjang tahun dengan mengeluarkan aroma wangi serta mahkota bunga dalam warna – warna cerah. Bunga - bunga tersebut tumbuh di atas “ Mirashi No Oka “, sebuah bukit paling indah yang berada di gugusan pulau – pulau cantik di Samudera Pasifik. Di sudut taman penuh oleh sekelompok bunga berwarna biru yang dikenal dengan nama bunga nemophilas biru adalah bunga musim semi berwarna biru dengan mahkota bunga sangat tipis dan transparan, lebih dari 4,5 juta nemophilas biru mekar menyelimuti area setiap sudut dari taman bunga ini. Selain nemophilas, Hitachi Seaside Park juga dipercantik oleh sekitar 1 juta bunga bakung dalam warna – warna mencolok seperti kuning, merah, pink, putih hingga warna – warna kombinasi yang mekar di sela – sela pohon pinus dan pohon cemara Natal. Tak ketinggalan, sekitar 170 jenis bunga tulip turut menghiasi taman ketika musim semi tiba.

ads

“ Mihwasi, tidakkah tubuhmu merasa dingin ? Kalau kau tak keberatan, pakailah mantel ini untukmu ! †suatu hari lelaki tegap bertubuh tinggi, berkulit pucat dan memiliki bola mata berwarna biru menghampiri gadis itu bernama Mihwasi, sangat cantik namun tidak seperti gadis – gadis Jepang pada umumnya, ramah dan suka bergaul, ia tampak egois, cuek dan menyebalkan, berusia 16 tahun dan sedang berada di kelas 2 SMA, rambutnya berwarna hitam mengkilap dengan postur tubuh mungil, ia mampu menghipnotis semua lelaki tampan yang kebetulan berada di sekitarnya, tapi apakah kita mengetahui sebuah rahasia alam tentang Allah, bahwa Dia memang maha adil, tiada yang sempurna dan sikapnya yang dingin itu justru menyebabkan para lelaki menyerah dan enggan buat mendekatinya, kecuali Byan.

“ Namaku Byan, aku membaca tulisan di topimu, Mihwasi, apakah itu namamu, aku selalu melihat wajahmu diam dan begitu asyik menatap bunga – bunga di taman ini ? “ Lima menit berlalu tanpa sebuah reaksi menyenangkan dari gadis Jepang tersebut, “ Kenapa kau mendiamkanku, hah ? Cepatlah pakai mantel ini sebelum tubuhmu membeku ! “ lelaki itu menghampiri lalu duduk dengan santai di sebelahnya, mengomel dan mengomel, “ Cckkk ! †suara decakan kecil berkali – kali keluar dari mulutnya, akhirnya mereka berkenalan. “ Bukankah anda sudah terbiasa tidak aku respon dengan baik !? Tapi, terimakasih untuk mantelnya. “

Aku heran masih ada saja orang – orang yang ingin menjalin pertemanan dengan gadis yang dingin, cuek dan egois sepertiku, bahkan dia tahan berlama - lama duduk di sebelahku sambil bercerita apa saja agar aku berminat dengannya. “ Kau tahu mengapa seorang wanita rentan menyakiti dirinya sendiri dibandingkan dengan seorang laki – laki, apakah anda sedang memiliki masalah seperti itu, karena aku selalu melihat wajah anda tidak bahagia ? “ tanya Byan, Mihwa menoleh namun tidak segera memberikan sebuah jawaban. “ Karena, seburuk apapun hati seorang wanita, dia harus selalu menyayanginya bahkan menjaganya, sehingga sisa hidup yang akan anda lalui selalu berakhir menyenangkan. “

Deg ! Hati Mihwa seperti berhenti berdenyut. Ucapan Byan justru membuat hati Mihwa sakit, walaupun hanya beberapa untai kata, tapi telah berhasil menerobos ke hati dia yang paling dalam, tak bisa dipungkiri bahwa gadis itu memang pernah melakukan hal – hal yang sebenarnya berlawanan dengan keinginannya, “ Byan, senang berkenalan dengan anda, tapi aku harus pergi, salju turun semakin deras, mungkin sebentar lagi badai salju menyelimuti kota ini, kau tetap disini saja atau pulanglah, aku tidak begitu membutuhkan bantuanmu saat ini J †gadis itu beranjak dari duduknya, berjalan menjauhi kursi kayu yang tadi dia duduki bersama Byan, pria tampan kenalan barunya. Mihwa meninggalkannya begitu saja.

Byan masih enggan untuk pergi dari taman bunga ini, dia termenung dan berpikir, “ Dia tak berubah, sama seperti hari – hari kemarin. “ bahkan dia tidak perduli dan tak ingin mengetahui betapa hati Byan selalu merasa sakit sejak dia bertemu pertama kali dengan gadis Jepang itu dua bulan yang lalu, seperti juga saat ini, tiba - tiba dada Byan berdetak sangat cepat dari biasanya, terasa kembali sakit, ya … dia memiliki penyakit jantung yang bisa kapan saja merenggut nyawanya. “ Dia tidak mengetahui tentang hati saya apalagi jantung ini, atau dia tidak boleh mengetahuinya hingga suatu hari nanti aku akan bercerita dan berharap saat itu dia mau tersenyum kepadaku ? †setelah sibuk berbicara dengan pikirannya sendiri, Byan beranjak dari taman, tak bisa dipungkiri, Byan sangat tertarik dengan Mihwa namun perhatiannya masih bertepuk sebelah tangan, membuat ia sedikit pusing, lalu terjatuh akibat tak mampu menahan rasa sakit di ulu hati, ia pun pingsan.

Mihwa tiba di rumah, memarkir mobil kesayangannya di garasi, bergegas menuju ke kamar tidur, ia berganti baju dan bersiap – siap untuk istirahat. “ Drrrtt ! †handphone di atas meja riasnya berdering. Terdengar suara sopan seorang laki – laki paruh baya bernama Tuan Choi, ayah dari Byan, “ Apakah yang bisa saya bantu ? “ Beliau mengabarkan sesuatu kepada Mihwa, terjadi perbincangan yang menyebabkan sekujur tubuh Mihwa bergetar karena rasa khawatir yang berlebihan. Ia mengakhiri percakapan dan menjatuhkan handphonenya, barulah dia mengetahui tentang kondisi jantung Byan yang sangat lemah.

“ Bagaimana keadaannya, dokter ? “ ucap Mihwa dengan seraut wajah polosnya penuh rasa cemas dan kedua matanya berair, “ Maaf Mihwasi, kami telah berusaha menolong semampu kami, namun tetap Allah menentukan takdir manusia dalam meniti kehidupannya, kami tidak bisa berbuat apa - apa lagi, sekali lagi mohon maaf, hidupnya tinggal beberapa jam lagi, anda harus segera menemuinya untuk yang terakhir kali †sepi dan sakit, namun Mihwa adalah seorang gadis yang memiliki jiwa tegar, saat ia mendengarkan kalimat itu, dia bisa menerimanya lalu menemuinya.

“ Hai, Byan, apa kabar ? †ucap Mihwa lirih. “ Mihwasi, senang kau bisa menengok aku di kamar tidur rumah sakit ini, tapi tidak biasanya kamu bersedia memanggil namaku, ha … ha … ha … “ Byan dalam sakitnya mencoba untuk tertawa, tetapi Mihwa mengetahui bahwa itu hanyalah sebuah topeng. “ Ayahmu sudah menceritakan semuanya, kamu tidak perlu berpura - pura lagi menyembunyikan sesuatu dari aku †Mihwa menahan air mata agar tidak jatuh ke atas pipinya, dia mengambil sebutir apel hijau, mengupasnya pelan – pelan dan memotongnya secuil buat Byan, “ Kenapa waktu pertama kali kita berkenalan, kau berbohong padaku ? Kenapa kau tidak berterus terang bahwa kau sedang sakit ?! â€

Akhirnya airmata jatuh ke pipinya yang lembut dan berwarna kemerahan karena malu dan sebuah perasaan aneh tiba – tiba menyelinap, dan menyelimuti hati Mihwa yang beku. Mihwa menunduk, “ Maafkan aku Mihwasi †Byan tersenyum lemah, Mihwa menjawab tak mengerti, “ Kenapa kau meminta maaf !? †Karena aku tidak mampu menjalin sebuah pertemanan denganmu untuk selamanya †Tangis Mihwa pun seketika pecah, “ Kau tidak boleh pergi ! Mungkin aku bisa memperhatikanmu lebih dekat ! “ Mihwa memeluk erat tubuh Byan yang mulai terasa dingin dan menciumi keningnya, lembut. “ Aku lega sudah mendengar kata - kata ini langsung darimu â€. Pria itu tersenyum penuh kasih sayang, lalu ia menutup kedua matanya dengan tenang dan pergi untuk selamanya.

Esoknya.

Gadis itu kembali menjalani kebiasaan hidupnya yang sangat membosankan, melamun dan termenung di kursi taman, tatapan kedua matanya kosong, ia mendesah pelan, “ Aku menyesal. â€

***

Sendai Ikuei Gakuen adalah sekolah menengah atas (SMA) swasta di Kanto, berdiri pada tahun 1905. Akumulasi dan usia tua dari sekolah ini telah memberikan sebuah pengalaman yang panjang dan menjadikannya sebagai salah satu sekolah favorit di Jepang dan melahirkan orang – orang sukses lebih dari 70.000 siswa dan siswi telah lulus dari sekolah ini.

Hari ini adalah hari valentin bagi kaula muda dan mudi sepertiku. Semua pasangan antusias menyambut kedatangannya. Namun tidak begitu halnya dengan Mihwa, seorang gadis Jepang yang sangat manis ini hanya melewati hari ini dengan perasaan biasa saja.

“ Ehm ..….. Apa yang sedang kamu pikirkan ? “ Vyki sahabat dekatnya di sekolah meledek. “ Mau menghayal atau bukan, itu jangan sampai menjadi urusanmu ! “ kata Mihwa sambil memasang muka cemberut. “ Aku hanya bercanda, jangan dibawa ke hati ? Bagaimana kalau nanti sore kita jalan – jalan ? “ Vyki menawarkan sesuatu sambil tersenyum penuh simpatik. Bel berbunyi sepuluh kali dengan nyaring memenuhi seluruh area sekolah, tanda pulang bagi semua siswa dan siswi sekolah ini. “ Woi … Teman - teman, bagaimana kalau nanti sore kita berkumpul di kafe sekolah  untuk merayakan acara spesial buat valentin kali ini ? “ teriak Vyki sang ketua kelas.

Setelah pengumuman singkat itu, secara pribadi Mihwa mendatangi ketua kelas, dengan enggan ia bertanya, “ Ketua, acara istimewa untuk malam valentin nanti seperti apakah ? †“ Jika kamu tertarik, kita akan mengadakan acara kemah bersama dalam beberapa hari, diakhir acara, kita akan saling tukaran topi dengan salah seorang teman cowok yang kita sukai, sejak angkatan pertama acara ini selalu digelar oleh para senior kita, malam setelah diadakan kemah bersama, apabila berhasil memilih orang yang anda sukai dan dia senang mendapat sebuah topi baru dari seorang gadis, maka pasangan baru tersebut akan bahagia menjalin sebuah tali kasih di sekolah atau hingga mereka menjadi sepasang pengantin, kelak. †jelas sang ketua kelas panjang lebar. Dalam benak Mihwa, “ Hmmm … Apakah ada seorang pangeran tampan yang mau tukaran topi denganku selain Byan ? “

Mihwa pulang dengan hati dipenuhi oleh setumpuk tanda - tanya, tidak mungkin cowok populer di sekolah ini akan bertukaran topi dengannya sementara beberapa gadis cantik yang lain sedang mengincar Vyki untuk dijadikan pasangan istimewa mereka. “ Huh ……….… ! “ keluh Mihwa di dalam hati.

Waktunya telah tiba.

Beberapa siswa dan siswi kelas 2 SMA mengenakan pakaian santai, duduk dengan rapi di dalam sebuah bus besar untuk menuju ke lokasi perkemahan di pulau Ishigaka, mereka tiba tepat pukul dua siang, memasuki pintu gerbang taman yang terdiri dari tiga area dengan masing – masing tipe adalah vegetasi sabana, hutan (ada hutan perdu, hutan musim, hutan pantai, hutan kaki pegunungan, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau di sepanjang tahun) dan kawasan untuk berkemah.

Teluk Kabira dengan sebuah pulau salju, Ishigaka.

Kepulauan ini dikelilingi oleh perairan dan gunung Omoto serta sebuah teluk yang sangat indah bernama teluk Kabira, merupakan salah satu daerah cagar alam paling luas dari bagian Taman Nasional Iriomote Ishigaki. Mereka menuju ke lokasi perkemahan setelah melalui jalan raya utama yang sangat panjang menuju ke kelompok kepulauan kecil Yaeyama dan pusat kota dibagian selatan Jepang, dimana mereka bisa melihat jejeran hotel, toko – toko, restoran dan bar atau kafe – kafe kecil sangat rapi dan bersih, di dekat bandara terbentang laut biru dan pasir putih yang menenangkan pikiran, dimana beberapa perahu nelayan tradisional sedang berlabuh setelah lelah seharian di tengah laut untuk menangkap ikan.

Kami sibuk mendirikan tenda di bumi perkemahan pulau Ishigaka. Setelah tiga jam bersusah – payah dalam kerjasama yang cantik sehingga kompleks perkemahan kami berdiri sangat asri, “ Ok, teman - teman, waktunya untuk istirahat, silahkan kalian ke tenda dapur untuk menikmati sajian tea afternoon atau langsung mandi ke tempat pemandian umum di pinggir pantai. Nanti malam pukul delapan, kita kumpul kembali untuk mengikuti acara utama yang pastinya kalian tunggu –tunggu ! †kata Viky sang ketua kelas.

Kami membuat api unggun di pinggir pantai dan duduk rapi mengelilinginya, beberapa murid laki – laki membawa gitar dan teman – teman yang lainnya asyik menyanyikan lagu – lagu hit pop dari beberapa penyanyi asal kota London. Tepat jam delapan malam, acara pun dimulai. Semua siswa dan siswi berbondong -bondong pindah tempat duduk untuk mencari pasangannya, tetapi Mihwa menghilang entah kemana ? “ Tidak akan ada yang memberikan sebuah perhatian khusus untukku, aku tidak akan pernah mendapatkan seorang pacar tahun ini ? †Mihwa duduk termenung di belakang tenda sambil memandang jejeran pohon sakura yang sedang berbunga lebat. Satu … dua … tiga … empat … lima … enam, tujuh, delapan, sembilan dan sepuluh. Mihwa mulai menghitung di dalam hati, sementara suara angin malam terdengar bising menusuk – nusuk kedua lubang telinga Mihwa, mengingatkan dia tentang orang – orang Jepang. Sakura adalah simbol kehidupan dan kematian. Semakin tinggi pohonnya semakin kuat ia didera angin, hal ini membuktikan bahwa mereka sangat tangguh melawan sulitnya sebuah kehidupan. Contoh – contoh hidup dari alam di sekitar kita merupakan serangkaian hukum alam dari mahluk – mahluk ciptaan Allah seperti sebatang pohon sakura yang hidup dari akar - akarnya guna menunjang batang – batang yang kian hari tumbuh besar, lalu sang penyair Kahlil Gibran bersabda, “ Akar adalah buah yang meremehkan kemasyhuran “. Akar adalah media yang menguatkan pohon, karena semakin kokoh sang akar mencengkeram bumi, semakin tangguh pula pohon – pohon yang akan tumbuh, hanya kepada akarlah mereka akan menjadi sebatang pohon yang tumbuh cantik, berbunga dan berbuah, menenggelamkan segala bentuk puji - pujian untuk bisa menikmati sang pohon yang berdiri abadi dengan kokoh dan cantik.

Tiba – tiba  dia  merasakan  seseorang  menyentuh  punggungnya  dari  belakang.  “ Tempat yang indah bukan ? Akhirnya aku menemukanmu “. Sebuah suara yang mengagetkan Mihwa. Di sinilah mereka berdua saling curhat dan berbagi cerita.    “ Terimakasih ! “ seru Mihwa ketika tiba - tiba Viky menukar topinya dengan topi cokelat milik Mihwa, tentu saja gadis ini sangat kaget karena seorang laki - laki populer di sekolahnya mau menghampiri bahkan memilih dia sebagai gadis valentinnya. “ Viky !! Apa  yang  sedang  kamu lakukan ? Tetapi aku sangat senang †tanya Mihwa sambil melihat sebuah topi cantik berwarna putih.

“ Mihwa, apakah engkau mengetahui ? “ kata Viky pelan – pelan namun membuat gadis ini terkejut dua kali. “ Aku menyukai topi anda ! Tetapi aku tidak akan pernah mampu untuk mengatakannya †ucap Viky sambil memandang langit biru penuh dengan taburan bintang berwarna emas dan bersinar terang bersama sang rembulan malam. Mihwa tersenyum penuh pengertian. “ Kenapa tidak bisa ? †tanyanya mendesak. †Karena aku khawatir kita tidak bisa saling mewujudkan ? †akhirnya Mihwa meneteskan airmata bahagia.

“ Aku suka kamu, Viky ? “ mereka saling berpelukan ! Di hari valentin inilah mereka mengikrarkan diri sebagai sepasang kekasih baru paling serasi di sekolah dan menjadi momen tak terlupakan bagi Mihwa dan Viky.

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads