article

Cintaku Bersemi Di Kota Shangri - La

Cintaku Bersemi Di Kota Shangri - La

Shangri - la adalah negeri fantasi, sebuah desa di lembah yang tersembunyi di balik gunung - gunung tertinggi di dunia. Jauh dan sulit dicapai, ketinggian serta ketiadaan kemudahan untuk mencapainya membebaskannya dari kontaminasi dunia luar. Di sana penghuninya hidup dalam kedamaian dan harmoni, di bawah naungan puncak gunung yang bercahaya seperti perak di malam hari. Bulan biru yang magis terkadang menampakkan sinarnya, penduduk hidup bahagia hingga tak pernah menuai galau.

Semua kebutuhan penghuninya tersedia, mereka tiada berkekurangan, bahkan dapat menikmati kemewahan. Mereka juga disajikan hal - hal yang mereka sukai seperti buku - buku dan musik klasik yang menjadi kenikmatan rohani kaum intelektual. Disana waktu seolah tak pernah berhenti, kita pun memiliki waktu seperti yang tak pernah kita rasakan dalam kehidupan sehari - hari. Shangri - la membius dan membuai, pesonanya membuat siapa saja yang datang kesana menjadi lemah dan kehilangan dirinya.

Seperti itulah Shangri - la selalu menjadi obsesi - obsesi menahun kaum pejalan kaki tentang daerah Himalaya dan sekitarnya. Obsesi pada ketinggian dan keterpencilan. Obsesi tentang dunia timur yang mistik dan eksotis serta konsep hidup heaven on earth.

ads

Kehidupan berawal dari karya dan cinta. Disinilah cerita ini dimulai.

Di sebuah desa kecil di Cina, bertahun - tahun yang lalu, hiduplah seorang pria bernama Fung Hsue. Fung Hsue adalah orang yang sangat membosankan. Dia punya otak, tapi ia tidak pernah peduli untuk menggunakannya ! Fung Hsue hanya senang menjadi dirinya sendiri, meskipun orang - orang tidak bisa menyebutnya pria pintar, mereka harus mengatakan bahwa dia adalah tetangga yang sangat baik.

Ia selalu bersedia untuk berbagi apa yang dia miliki dengan orang lain meski dia tidak pernah memiliki uang lebih, tapi ia senang membiarkan tetangganya yang miskin meminta beberapa butir nasi atau ikan yang dia punya.

Ia memiliki aturan sederhana tentang kehidupan yang selalu ia ikuti. Jika sesuatu harus dilakukan, hal itu harus dilakukan Fung Hsue percaya bahwa jika perlu untuk melakukan sesuatu, itu harus dilakukan sekaligus. Mungkin tidak mudah, tetapi harus dilakukan, sehingga Fung Hsue hidup sesuai dengan aturan ini. Ia menanam padi, menangkap ikan dan kebiasaan lain dari ibunya yang sudah tua, karena dia merasa semua hal ini harus dilakukan.

Kemudian nasib buruk datang ke lembah. Tidak ada hujan selama berbulan - bulan. Aliran sungai kering dan tanah sawah menjadi sekeras batu. Tidak ada cukup bahan pangan untuk dimakan, dan banyak orang kelaparan. Fung Hsue berpikir bahwa ia harus pergi ke beberapa tempat lain. Dia titip ibunya yang sudah tua pada saudaranya yang lain. Fung Hsue tidak ingin melakukan ini, tapi ia tahu bahwa tidak ada lagi yang harus dilakukan. Jika sesuatu harus dilakukan, harus dilakukan ! katanya pada diri sendiri.

Jadi Fung Hsue meninggalkan lembah. Ia hanya membawa sebilah pedang yang sangat tajam peninggalan ayahnya dulu. Sebelum pergi, Fung Hsue berterima kasih kepada tetangga - tetangganya di lembah dan berjanji untuk kembali secepat dia bisa. Dalam perjalanan panjangnya, ia sampai di Istana Raja, Fung Hsue terkejut pada apa yang dilihatnya. Istana itu terdiri dari beberapa bangunan indah besar, dengan lantai mereka ditutupi oleh marmer dan keramik terindah di dunia, diselingi oleh lembah yang indah dan deretan pohon - pohon tinggi tumbuh di dekat mereka. Fung Hsue berdiri di pintu gerbang besar yang mengarah ke istana, ia bertanya kepada seorang penjaga pintu apakah ia bisa masuk ? Mohon ditunggu sebentar, kata penjaga istana itu. Saya harus memastikan hal - hal tertentu terlebih dahulu. Katakan padaku, apakah Anda benar - benar membutuhkan bantuan ? Saya pikir begitu, kata Fung Hsue, Aku lapar dan mangkuk nasi saya rusak. Anda membutuhkan bantuan, sebelumnya harus membaca peraturan - peraturan penting yang telah ditulis oleh Pangeran Muda untuk orang - orang yang datang ke sini. Fung Hsue menatap dan membaca selembar kertas yang diberikan oleh penjaga Istana Raja, namun ia tidak begitu mengerti sehingga perlu penjelasan dari penjaga tersebut, Yang Mulia, Tuanku Pangeran Muda, adalah orang yang sangat kaya raya, tetapi ia memiliki hati yang sangat baik. Ia menikmati kekayaannya dengan cara berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Jadi dia selalu membuka pintu istananya untuk semua, tidak ada orang yang datang ke sini adalah berpaling ke tempat lain dengan tangan kosong. Tapi semua orang disini harus memanfaatkan bakatnya, dimana nantinya mereka akan mendapatkan pahala tergantung pada bagaimana mereka memanfaatkan bakat - bakat terpendam tersebut. Kau mengerti ?

Aku takut, tidak akan bisa memenuhi syarat - syarat itu, kata Fung Hsue. Apa sebenarnya bakat Anda ? penjaga menjawab dengan suara sabar, Bakat adalah kekuatan untuk melakukan sesuatu yang lebih dari makan dan tidur. Pelukis memiliki bakat. Penyanyi memiliki bakat. Kau mengerti ? Haruskah saya memiliki bakat untuk memasuki istana ini ? tanya Fung Hsue. Oh, tidak, jawab penjaga, Tapi akan lebih baik lagi kalau Anda memiliki banyak bakat. Apakah itu berarti bahwa jika saya tidak memiliki bakat, saya tidak akan mendapatkan apa - apa untuk dimakan ? Tidak sama sekali, sobat, kata si penjaga. Semua orang disini sangat mudah untuk mendapatkan semangkok beras dan seikat sayuran segar. Tetapi jika Anda memiliki bakat seperti menulis atau bernyanyi atau menggunakan salah satu jenis senjata perang, Anda pasti akan mendapatkan seekor ikan yang besar. Jika Anda memiliki bakat penyair, pelukis dan bahkan aktor, Anda akan mendapatkan sekerat daging ! Yah, itu hanyalah syarat untuk mendapatkan beberapa butir beras dan sebatang sayuran bagi saya, kata Fung Hsue sedih. Akhirnya ia diijinkan memasuki halaman istana, namun ia diberi ruang yang hampir sama menyerupai gubuk tuanya di desa.

Akhirnya Fung Hsue tinggal di dalam istana Pangeran Mang Sheung Kuan selama dua bulan penuh. Dia cukup senang. Dia memiliki pakaian bagus untuk dipakai, dan sangat menikmati kehidupan barunya disini, pagi - pagi ia selalu menghabiskan waktu untuk menikmati jalan - jalan santai di taman istana terkenal akan kerapian dan keindahannya. Ada beberapa orang untuk diajak bicara, ada alunan musik untuk didengarkan dan beberapa film terindah untuk ditonton. Tapi sebagai seorang manusia biasa, Fung Hsue merasa bosan.

Bahkan dia sudah melupakan maksud dan tujuan dia datang jauh - jauh ke istana kerajaan di kota dan meninggalkan seluruh anggota keluarga dan tetangga - tetangga tercinta di lembah desa Shangri - la yang damai. Hanyalah musim kemarau sedetik telah menghapus setahun kehidupan tentram yang dia miliki.

Dia merasakan kebosanan yang amat sangat, terutama pada setiap kali makan, dia tidak memiliki apa pun meski sudah di dalam istana, hanya nasi putih dan sayuran saja. Fung Hsue mulai berharap untuk sesekali menikmati sedapnya hidangan ikan salmon, kesenangan Pangeran Muda. Ada banyak ikan di kolam taman istana. Setiap kali ia melewati kolam ini, ia berharap ingin menangkap seekor, membakar dan memakannya. Tentu saja dia tidak berani melakukan hal semacam itu. Namun disisi lain, hasrat itu semakin tumbuh besar, menghentak - hentak sangat kuat dalam tubuh Fung Hsue. Dia tahu dia harus melakukan sesuatu. Dia dipaksa untuk berpikir sangat keras. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk mencoba menulis sebait puisi. Dia tahu bahwa dia tidak akan suka melakukan sesuatu yang sulit tapi jika sesuatu harus dilakukan, hal itu harus dilakukan. Jadi ia mulai menulis bait demi bait kata - kata penuh cinta tetapi tetap menyiratkan kesederhanaan seorang pemuda desa.

Ternyata pekerjaan ini sulit dari yang dipikirkan. Otaknya membeku padahal dia sudah berusaha untuk kerja keras selama berjam - jam. Akhirnya mujizat itu datang ke kepalanya. Karena ia hanya memiliki sedikit bakat dibidang ini, ia harus mempelajari segala sesuatu dari awal dengan hati - hati. Kadang - kadang ia harus lembur, setelah berminggu - minggu menggeluti bidang yang tidak begitu banyak orang tertarik dalam istana ini, Fung Hsue telah berhasil menyusun sebuah ayat, tentang kisah cinta yang sederhana dan ia sekarang siap untuk menyanyikannya di depan penjaga pintu gerbang istana mula - mula untuk selanjutnya dibawa ke dalam istana, persembahkan buat Pangeran Muda.

Diluar dugaan, Fung Hsue berhasil. Ia mulai menulis puisi lain. Bulan berikutnya, ia kembali berdiri di pintu gerbang gedung istana bersama dengan si penjaga pintu gerbang, ia mulai membaca puisi - puisi baru hasil karyanya.

Ketika aku memegang dan melihat pedang ini, hati ku terasa kosong, dan aku mulai menangis, kesedihan yang memilukan dan menyayat hati hingga air mata ini berjatuhan membasahi pipi dan berawal dari sini membuat saya terus menangis, hanya saya yang mengetahui bahwa saya akan berhenti menangis jika saya melihat ibu kembali. Fung Hsue, tentu saja, tetap memilih untuk tinggal di lingkungan istana Pangeran daripada harus memilih untuk kembali ke desa. Dia tidak hanya akan kehilangan teman - temannya disini, juga kekayaan yang telah berhasil dia kumpulkan sedikit demi sedikit sejak pertama dia dimasukkan ke dalam istana oleh penjaga pintu gerbang istana hingga detik ini.

Beberapa tahun kemudian, sesuatu terjadi yang membuat Sang Pangeran berterima kasih kepada Fung Hsue untuk apa yang telah dilakukannya. Kaisar baru telah naik takhta, namun tidak seperti yang dikira, ia kejam dan tidak adil, ia menciptakan beberapa hukum yang sangat tidak adil untuk beberapa golongan tertentu. Hal ini membuat Pangeran Muda menjadi marah. Kaisar telah melakukan semua perubahan dibawah kekuasaannya untuk mengubah keseluruhan undang - undang di kota ini. Ia berhasil melakukannya, tapi ada yang membuat Kaisar sangat marah sehingga ingin menghukum Sang Pangeran Muda. Dan Kaisar membuat pengumuman kepada semua orang bahwa teman - teman dari Pangeran Mang Sheung Kuan tidak akan pernah naik ke posisi penting apa pun dalam kekaisarannya. Sebagai hasilnya, teman - teman Sang Pangeran mulai meninggalkan dia. Bahkan tamu di istananya perlahan - lahan juga meninggalkannya. Semua orang takut untuk dilihat berhubungan dekat dengan Sang Pangeran karena mereka takut Kaisar akan marah besar. Fung Hsue, tentu saja tetap pada pendirian awalnya. Ia tidak berpikir bahwa semua perubahan ini benar - benar membawa dampak buruk terhadap Sang Pangeran sehingga semua membuat keputusan untuk meninggalkannya, namun apa pun itu, ia tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak akan pergi meski semua yang lainnya telah pergi. Tentu hal ini sangat berpengaruh buruk bagi Sang Pangeran. ia tidak hanya kehilangan teman - temannya, namun sebagian kekayaan pribadinya. Beberapa orang bahkan mencoba untuk membunuhnya. Orang - orang jahat ingin menunjukkan ke Kaisar bahwa mereka berada dipihaknya.

Setelah orang - orang jahat telah mencoba tetapi gagal untuk membunuhnya beberapa kali, Pangeran memutuskan untuk pergi dan tinggal di tempat lain. Tetapi beberapa suruhan Kaisar menemukannya, kesedihan yang besar, tidak ada kabupaten sekecil apa pun yang menginginkannya ! Orang dimana pun takut untuk menerima seorang pria yang dicap telah membenci Kaisar. Pangeran jatuh miskin, tidak tahu kemana harus pergi. Kemudian Fung Hsue memberitahunya dimana dia akan diterima, sebuah desa kecil di wilayah Shih jauh di pedalaman hutan Himalaya dekat dengan desanya tercinta Shangri - la !

Pangeran Muda dan beberapa orang kepercayaan beliau termasuk Fung Hsuen, pada hari yang baik, tepat tengah malam, dalam penyamaran yang sempurna, melakukan perjalanan pengungsian ke desa Shih.

Sementara perjalanan mereka masih jauh, tiba - tiba di tengah jalan mereka melihat kerumunan orang yang datang ke arah mereka, beberapa orang tua dan orang - orang penting lainnya di desa itu, mereka bersorak dan berteriak dengan sukacita. Mereka membawa kursi yang indah untuk memberi pertolongan kepada pengikut Pangeran yang kelelahan, dan menyalakan kembang api untuk menyambut rombongan Pangeran yang akan mengungsi ke desa Shih. Salah satu pemimpin dari mereka sujud dihadapan Sang Pangeran. Mereka diajak mampir ke desa, mereka melihat di sepanjang jalan menuju desa penuh dengan lentera yang indah menyala di malam hari dan aneka bunga hutan yang tumbuh liar tetapi menawarkan pemandangan yang mempesona, sesaat setelah sampai di desa, seisi semua rumah, perempuan, orang tua dan anak - anak keluar untuk menyambut kedatangan Sang Pangeran Muda.

Pangeran tersentuh oleh begitu banyak kebaikan. Dengan air mata di matanya, ia berpaling ke Fung Hsue dan berkata, Anda benar - benar telah banyak membantu saya. Mereka telah menyadarkan saya bahwa saya harus selalu bersyukur atas cinta yang telah mereka berikan. Sebenarnya Fung Hsue ingin menjawab, Jika sesuatu harus dilakukan, hal itu harus dilakukan, tapi belum sempat dia mengucapkan sepatah dua patah kata, tiba - tiba penduduk setempat berteriak dan bersorak tanda mereka bahagia dan gembira. Akhirnya dia diam, ia hanya menganggukkan kepalanya.

Hanya membutuhkan waktu seminggu, rombongan mereka tiba di lembah desa Shih. Kehidupan baru pun dimulai disini seperti dini hari selalu diawali dengan terbitnya sang mentari pagi, dengan butiran - butiran embun pagi menghiasi daun - daun di halaman depan istana baru Sang Pangeran Muda. Nampak beliau sangat senang dengan wilayah kekuasaan barunya meskipun sangat kecil tetapi Pangeran sangat berterimakasih kepada sahabat baiknya, Fung Hsue.

Himalaya adalah sebuah barisan pegunungan di Asia, yang memisahkan anak benua India dari Dataran Tibet. Himalaya merupakan tempat gunung - gunung tertinggi di dunia, misalnya Gunung Everest dan Kanchenjunga. Himalaya memanjang sepanjang lima negara Pakistan, India, China, Bhutan dan Nepal. Ia adalah sumber dua sistem sungai besar dunia, Sungai Indus dan Sungai Gangga -Brahmaputra.

Diantara kelima negara yang berada dijajaran pegunungan Himalaya, China adalah salah satu negara dengan pemandangan alam dan latar belakang budaya yang paling menakjubkan. Shunan Zhuhai terletak disebelah barat daya pegunungan Liantian yang memisahkan wilayah Changning dengan Jiangan. Meliputi kawasan seluas 120 km persegi pada ketinggian 600 sampai 1000 m. Pada bagian tengah kawasan ini, hampir 5000 hektar ditumbuhi oleh sejenis buluh/bambu besar yang tinggi dan tegak. Di Chengdu terletak wilayah habitat hewan Panda yang terkenal.

Nuorilang Waterfall, air terjun cantik di Jiuzhaigou, merupakan air terjun yang paling menakjubkan sekali. Ia terletak pada ketinggian 2365 m dari atas laut. Changjiang hampir 6300 km, adalah sungai terpanjang dan terbesar di China, puncak sungai ini bermula dibagian barat gunung Geladandong, puncak utama rangkaian Tanggula di dataran tinggi Qinghai Tibet, bagian barat daya negara China. Hutan Spruce Xueling di pegunungan Tianshan merupakan hutan kekal semenjak 40 juta tahun lampau. Ia seperti filosofil hidup di kawasan pegunungan itu. Pada ujung bulan Oktober, angin sejuk dari Siberia tiba membawa butiran - butiran salju. Dengan diselimuti warna serba putih, keadaan begitu tenang, manakala pohon - pohon Spurce seperti berdiri tegak seolah - olah barisan tentara kerajaan China yang memakai mahkotanya.

Yehliu, nama sebuah tanjung terletak di utara Taiwan. Ketinggiannya bermula dari 1700 m mencuram turun ke arah laut. Sekiranya dilihat dari udara, bentuk tanjung ini seakan - akan seekor penyu raksasa. Oleh karena itu, tanjung ini juga digelar Yehliu Turtle. Heavenly Lake, gunung Changbai merupakan salah satu daripada 10 gunung terkenal di China yang mempunyai keindahan alam luar biasa. Gunung ini termashyur dengan tasik kawah menakjubkan, flora dan fauna serta kaya dengan pemandangan puncak bersalju. Dengan hutan dan salju terbentang sejauh mata memandang, ditambah kehadiran sungai dan air terjun tercantik di utara China, menjadikan kawasan ini digelar Great Eurasian Green Gallery. Badain Jaran adalah padang pasir ke empat terbesar di dunia. Terletak di utara Sempadan Hexi, keluasannya dianggarkan 49.000 km persegi. Di sini terdapat bukit pasir terbesar di dunia.

Yellow Mountain, terletak di selatan wilayah Anhui. Tidak diragukan adalah gunung paling terkenal di negara China sehingga keindahannya kerap diabadikan dalam bentuk lukisan. Gua Zhijin, terletak di Bijie dalam wilayah Guizhou, di antara sungai Luichong dan Sancha. Kedua - duanya merupakan sumber bagi sungai Wujiang. Zhijin merupakan gua yang didalamnya terdapat sungai panjang yang telah kering sejak lama dahulu. Sekitar 1.2 juta tahun lampau, gua ini telah roboh disebabkan badai besar dan tanah longsor lalu membentuk ruang besar di dalamnya. Peak Tomur merupakan puncak tertinggi di gunung Tianshan yaitu 7439 m dari arah laut. Terletak di barat laut wilayah Wensu, kedudukan geografinya menjadi titik pertemuan penting yang menjadi penghubung antara dunia barat dengan negara China pada zaman silam dahulu. Guilin menjadi buah mulut dan pujian orang ramai serta dunia karena dikatakan tempat tercantik di China. Pepatah Cina mengatakan Guilin tempat tercantik dan merupakan syurga dunia. Dengan memiliki bukit menara batu kapur serta aliran air sungai Li yang jernih, ia sering menjadi bahan karya seni lukis dan sajak masyarakat China.

Dan perjalanan terakhir kami melintasi Dragon's Backbone Terraced Rice Fields merupakan sawah padi bertingkat yang selalu mendapat pujian sebagai keajaiban seni pertanian di China. Ia merupakan warisan kuno yang dipusakai sejak 700 tahun lampau. Panorama ketika sawah digenangi air atau warna kekuningan bila padi masak menjadikan ia suatu pemandangan tercantik di negara China.

Tempat - tempat terindah tersebut di atas adalah yang selalu Fung Hsue kunjungi untuk keperluan Sang Pangeran Muda dalam menata wilayah barunya di desa Shih. Fung Hsue tumbuh besar menjadi seorang pemuda yang gagah dan sangat rupawan, cerdas dan bijaksana sehingga menjadi tangan kanan Sang Pangeran Muda disamping sahabat lama dia yaitu si penjaga pintu gerbang kerajaan China di kota saat Kaisar baru belum dilantik dan suasana damai masih menyelimuti wilayah kerajaan besar.

Pada suatu hari, dia jalan - jalan menuju dapur istana. Disanalah dia tertegun karena baru pertama kali ini bertemu seorang gadis yang sangat cantik jelita. Mereka berkenalan, gadis itu adalah penduduk aseli desa Shih. Namanya Bing Sum. Mereka berdua cepat menjadi akrab dan akhirnya menjadi sepasang kekasih. Tentu saja mereka berdua berencana untuk segera menikah tetapi Fung Hsue memilih untuk melangsungkan hari bahagia mereka di desa kelahirannya saja yang telah lama ditinggalkan karena bencana besar melanda. Shangri - la.

Mungkin semua keluarga, kerabat terdekat dan teman - teman terbaiknya dulu, juga tetangga yang selalu perduli akan kehidupannya yang sangat miskin sudah tiada semua, walau begitu Fung Hsue tetap memilih untuk kembali ke lembah yang terkenal akan kehidupan yang cantik dan selalu damai. Dia bermimpi akan membangun kembali desa tercinta dan membentuk sebuah keluarga baru dengan kekasih dan calon pendamping tercinta Bing Sum tanpa melupakan jasa baik Pangeran Muda.

Dongeng tentang surga yang berada di belahan bumi paling jauh dari kehidupan manusia di masa depan. Dimana semua orang memiliki mimpi yang sama tentang surga tersembunyi, dimana kesengsaraan tiada, manusia hidup dalam harmonis dengan alam dan ketika pengetahuan mengenai planet ini tersimpan secara abadi untuk generasi berikutnya. Semua pengetahuan manusia terkandung di tempat ini, barang - barang warisan budaya tersimpan secara rapi dan dalam benak orang - orang yang berkumpul ditempat ini siap untuk menjalani satu kehidupan yang paling indah.

Di tempat inilah akhirnya dua pasang kekasih ini melabuhkan hidup mereka untuk berdampingan dalam susah maupun senang, selama - lamanya.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads