Saat tiba kembali di Nagoya awal April yang lalu, aku sempat mencatat, betapa nikmatnya memandang mekarnya bunga Sakura, terasa ada sedikit keanehan karena udara dingin begitu menggigit. Musim dingin sepertinya masih enggan pergi, sementara musim semi sudah jelas - jelas akan hadir.
Apa yang terjadi Sabtu kemarin, tanggal 17 April, dibeberapa tempat di Jepang, ternyata membenarkan perasaan ini. Musim dingin benar - benar belum mau pergi. Salju tega - teganya turun ditengah musim semi, saat bunga Sakura seyogyanya menjadi satu - satunya pusat perhatian. Konon peristiwa alam ini mengulangi apa yang terjadi 41 tahun yang lalu. Sungguh suatu pengalaman langka menikmati Sakura dan salju sekaligus. Menoleh ke 41 tahun yang lalu pun ternyata menjadi catatan istimewa karena pada waktu itu salju pun turun tepat pada tanggal 17 April, saat musim semi tahun 1969. Demikian menurut catatan Badan Meteorologi Jepang. Maka, apa boleh buat, atau malah syukur alhamdulillah, Sakura dan salju pun tampil bersanding. Eksotika langka yang secara tak terduga pasti sudah memanjakan mata para penggemarnya.  Â
Rahasia alam? Wallahualam!
Lalu kutulis sebait catatan kecil diatas kertas putih ini, God ! I don’t even know how to start this story.
Aku bertemu seorang pria satu setengah tahun yang lalu, pada awalnya, aku  tidak sangat terkesan, tapi dengan waktu berlalu, aku mulai memiliki perasaan khusus untuk dia dan sepertinya dia juga. Kami hidup di lingkungan yang sama sehingga bertemu sangat sering.
Dan pada suatu hari, pagi yang cerah, sesuatu mengejutkan terjadi. Sepucuk surat dalam kotak surat yang ada di depan halaman rumah, dengan sampul warna merah muda dari jenis kertas parfum yang lembut menusuk hidung saat pintu kotak surat kubuka. Dari Christopher. Dia mengundang aku untuk awal kencan. Pada awalnya aku menolak, tapi mungkin suatu hari nanti aku akan memutuskan untuk pergi dengan dia.Â
Hubungan kami berlanjut. Aku jatuh cinta dengan dia dan secara bertahap menemukan bahwa ia adalah salah satu impianku. Â Â
Sesuatu yang menakjubkan terjadi. Dia sangat baik padaku bahkan kami mulai pergi keluar bersama – sama setiap hari. Dia memperkenalkan aku kepada kedua orang tuanya, tetapi mereka tidak seramah yang aku duga, kita hanya bisa mengatakan “Hai†dan “Bye†dengan mereka. Semua berjalan seperti biasa, tanpa ada momen istimewa. Dan hanya dalam hitungan 5 bulan, tiba – tiba semua terbalik !
Aku merasa, kedua orang tuanya mulai menampakkan kesan tidak menyukai aku, namun ia tidak begitu menggubris setiap cerita yang aku sampaikan kepadanya tentang kedua orang tuanya. Aku masih bisa menerima, dilain hari dia tidak mengijinkan aku sama sekali untuk bertemu dengan teman – teman dekatku dulu. Dia seakan – akan mencipta suasana yang membuat aku justru semakin menjauh dari segala sesuatu dan semua orang yang sebelumnya dekat. Tapi perasaan bahwa memang mencintainya, dan kupikir Tuhan memberkati hubugan ini, jadi aku tidak berani untuk melawan dia. Aku kehilangan karakter, selalu setuju dengan segala sesuatu, duduk tenang dan diam. Dia melakukan apa pun yang ia inginkan!
Suatu hari, aku bertemu seorang teman lama dan secara tidak sengaja dia juga mengenal baik Christ. Sebenarnya aku sudah mengetahui mereka saling mengenal karena hampir 2 tahun kami sudah hidup bersama, dan keluarga kami tinggal di kompleks perumahan yang sama juga. Karena dia antusias sekali bercerita tentang Christ, aku sedikit bosan mendengarkan. Dia mengatakan bahwa Christ banyak bercerita tentang pacar barunya yang serius, dimana sudah hampir 2 tahun mereka jalan bersama, itu sebabnya dia akhir – akhir ini jarang berkumpul dengan teman – teman lamanya. Dia juga mengatakan pacarnya tinggal dekat dengannya dan mereka saling mencintai. Semua orang menghormatinya tetapi dia hanya bersenang - senang dengan Anna, dan pastinya mereka sering bertemu. Anna tidak tahu kalau yang diceritakan Christ adalah aku ! Wajah ku hanya bersemu merah sedikit saat Anna menceritakan sisi positif dari hubungan kami, tetapi aku berharap dia tidak tahu banyak tentang keadaan kami yang sebenarnya.
Waktu berlalu dengan cepat.
Terasa mulai sulit, tapi aku tidak bisa membuat diriku bertanya lebih banyak lagi padanya tentang dirinya sendiri. Aku masih ketakutan untuk kehilangan dia, jika mulai terlalu banyak bertanya tentang dia. Jadi aku hanya bisa melihat saja, berharap dia akan memberikan satu keputusan terbaik karena kami sudah mulai untuk jarang bertemu dan sepertinya waktu telah memisahkan. Satu tahun penuh dia mengajak aku hidup dalam kepura – puraan, terus mengulang, mengatakan dia mencintaiku dan aku berarti segalanya baginya.
Aku diam - diam berharap bahwa ia lebih baik melupakan, setelah semua yang terjadi dan memang akhirnya dia pergi. Sampai suatu hari, sepucuk surat ada dalam kotak suratku, kali ini menggunakan kertas biasa, tidak seperti pertama kali aku mendapatkan surat cinta dari dia, menggunakan kertas dan amplop wangi, dia hanya bilang kita tidak bisa bersama lagi, karena dia sudah punya pacar, dia mencintai dan dia tidak bisa meninggalkannya apalagi ia akan berencana untuk tinggal bersamanya, selamanya.
Aku pikir dia bercanda, tapi ternyata tidak, dalam seminggu ia benar – benar pergi meninggalkan aku dan tak bisa ditemukan. Seperti dia telah mengolok - olok aku, dan bukan hanya dia, orang tua dan teman - teman juga. Sekarang aku punya satu alibi yang kuat, dia tidak mencintaiku, dia hanya memanfaatkan aku untuk bersenang - senang, ia hanya berpura - pura untuk menjaga perasaan semua orang agar tidak pergi, karena mereka semua menyukainya dan tidak ada yang bisa berdiri di belakang aku.
Aku mengerti semua kebohongannya, dia akan bilang dia memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan di luar kota dan akan pergi selama dua sampai tiga minggu. Tidak, ia hanya bersamanya, bukan untuk bekerja, mereka pergi berlibur, mereka berdua saja. Jadi dia terus berbohong kepadaku, sepanjang waktu hubungan yang telah kami bina hampir 3 tahun lamanya. Bagaimana aku bisa begitu buta ? Sekarang mereka bersama - sama, mereka hidup bersama dan bahkan mempertimbangkan akan segera menikah.
Aku pergi menangis, berpikir mungkin kedua orang tuanya dapat membantu atau bahkan akan melemparkan aku begitu saja dan mengatakan kepada aku untuk melupakan dia ! Aku kehilangan segalanya. Aku tahu dia tidak dengan gadis baru itu untuk uangnya, karena dia adalah keluarga yang cukup mapan. Cinta yang besar, membuat ia mengambil keputusan untuk menjadikan gadis itu pendamping hidupnya. Mereka saling mencintai !
Aku sendirian sekarang, mungkin menjadi bahan tertawaan bagi semua orang. Aku mencintainya dan aku tidak bisa melupakan dia tapi dia tidak peduli, seolah - olah aku tidak pernah ada. Baru aku dapat merasakan rasa sakit.
Lalu aku putuskan untuk pergi ke gunung, berlari di padang rumput bunga, bermain air di sungai sepuas hati seperti seorang anak kecil dan ke hutan di belakang rumah, aku berharap menemukan pohon Purple Berries yang sedang berbuah lebat, warna kuning dan ungu buah ini biasanya mampu mengusir kegalauan hatiku saat mengalami waktu – waktu terburuk dalam hidup.
Buru – buru aku berkemas, kumasukkan beberapa stel pakaian sehari – hari dan juga dua pasang baju pesta untuk berjaga – jaga jika disana nanti ada undangan pesta dari teman. Aku akan mengisi hari – hari pertama dalam kesendirian ini ke kota indah Nagoya. Berlibur di musim bunga Sakura, pastilah sangat menyenangkan, aku berharap dapat sedikit menghibur kesunyian dalam hati ini.
Bunga Sakura adalah magnet musim semi di Jepang. Bukan satu - satunya memang, tapi tetap merupakan jenis bunga unik yang paling kuat daya tariknya. Masih tetap sebagai primadona. Ada sekian banyak tempat khusus dimana orang bisa berhanami, menikmati keindahan bunga Sakura sampai sepuas - puasnya, siang atau malam. Apakah itu berupa taman - taman, atau kawasan hutan yang dikhususkan, yang seperti biasa ditata indah, nyaman dan menyenangkan, tanpa kehilangan keasliannya yang alami.
Sambil merenung, aku berjalan – jalan sendirian menikmati indahnya pemandangan dan aroma harum musim semi disepanjang trotoar kampus Nanzan, Nagoya. Aroma sebuah musim yang dengan sengaja dan secara khusus dinikmati pada senja ini, hingga mentari perlahan hilang di balik pegunungan di kejauhan. Kesempatan indah untuk dapat melihat kembang - kembang putih dan merah muda itu berguguran, dan sebelum waktu, akan segera habis oleh jadwal yang tak bisa ditinggalkan. Ketika tiba saatnya, ketika datang musimnya kembali, bunga Sakura seakan tak pilih - pilih tempat untuk bisa menghibur, menggembirakan dan membahagiakan manusia. Di hutan, di taman - taman, di pelataran kuil dan kastil, gereja dan wihara, diantara beton - beton kota, di kampus - kampus, disepanjang tepi sungai ..…. di mana saja.
Tiba – tiba lamunanku disadarkan oleh seseorang yang dengan kasar menabrak punggungku dari belakang. Aku terjatuh, dan menoleh …… seorang pemuda seusiaku, kupikir orang Jepang, berdiri dengan perasaan bersalah karena membuat aku terjatuh. Dia dengan sopan mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri, dan aku menerimanya dengan senang hati. Kami berkenalan, aku Khaty dan dia Mitzuyana. Mitzuyana adalah seorang photographer muda disalah satu majalah remaja terkenal di kota ini. Dia pemuda yang sopan, ramah dan cukup tampan membuat aku senang berkenalan dan menjadi temannya.
Dan sore ini kami lalui bersama – sama menikmati senja musim semi di kota Nagoya.
Maka, tanpa mengurangi dan menghalangi siapa pun untuk tetap menikmati keindahan anugerah alam yang sangat khas dari negeri matahari terbit ini, hingga dijuluki pula negeri Sakura, secara spontan suatu kesepakatan umum pun diambil, dan secara sukarela dilaksanakan. Polos, apa adanya, segar, memikat, mengaduk - aduk rasa setiap orang yang memandangnya … sebelum akhirnya berguguran, pergi dengan janji tak terucap untuk kembali setahun lagi.
Saat senja turun, ketika memeriksa kembali gambar - gambar musim semi hasil bidikan tangan dingin Mitzuyana, aku yakin sepenuhnya dilubuk hati terdalam, bahwa cahaya keindahan klasik bunga Sakura pasti akan menggugah semangat hidup untuk menghargai hasil karya terbaik dari dia.
1 bulan telah berlalu, liburanku usai dan aku harus kembali ke kota Paris. Namun, karena hubunganku yang telah pecah dengan Christopher, aku memilih untuk transit saja disini, untuk kemudian meneruskan perjalanan ke Carcassonne, dimana kedua kakek dan nenek kutinggal. Carcassonne adalah sebuah kota yang sangat menarik terletak di Perancis juga. Daerahnya sangat indah dengan salah satu Basilika Saint Nazairedan Comtal adalah bangunan paling spektakuler seperti sebuah benteng dalam cerita dongeng di negeri fantasi. Carcassonne tidak jauh dari laut Mediterania. Disini aku berencana untuk memulai lagi kehidupanku yang baru.
6 bulan berlalu, sepucuk surat datang dari kedua orang tuaku di Paris, mengabarkan bahwa aku mendapat sepucuk surat dan beberapa photo – photo cantik bunga Sakura dari seorang teman di Nagoya, Mitzuyana. Aku sangat terkejut tetapi senang sekali, melihat – lihat kembali photo kami berdua saat liburan yang lalu di kota Nagoya yang indah. Romantis untuk selalu dikenang. Kubuka laptop dan mulai dengan facebook, kucari nama Mitzuyana, mengabarkan kepadanya bahwa aku telah menerima bingkisan dari dia.
Awal hubungan kami yang sangat indah dan sederhana. Tetapi aku berharap semoga hubungan awal ini akan menjadi hubungan istimewa dan terindah di masa mendatang.
Selamat datang musim semi ! Betapa bermakna kedatanganmu kali ini, dan karena itu betapa indah kehadiranmu ! Bersemilah kembali semua yang telah gugur berjatuhan di negeri ini, akibat peristiwa alam yang dahsyat. Ya, kupanjatkan dengan rendah hati dalam doa kepada Sang Pencipta Semesta Alam dan Perancang Segala Musim. Berkenanlah agar semuanya bersemi kembali, dalam citra dan rupa yang telah Kau rancang sempurna sedari awal … dan dalam keindahan abadi. Amin.
                                                                                                                                       Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.