Di Perancis, orang sangat suka menyantap keju setelah atau sebelum menyantap sajian utama pada makan malam mereka, dimana keju kerap dijadikan sebagai bahan utama membuat hidangan penutup atau campuran membuat soas untuk salad segar sebagai sarapan pagi atau kudapan ringan. Sedangkan di Amerika dan Inggris, keju disuguhkan setelah makan besar yaitu sebagai hidangan penutup.
Pada umumnya, setelah dibuka, keju sebaiknya disimpan di dalam wadah tertutup / kedap udara supaya tidak mudah kering dan mengeras, atau di dalam lemari pendingin dalam wadah tertutup rapat. Khusus untuk cream cheese, karena sifatnya sangat mudah terkontaminasi jamur, maka sebaiknya gunakan alat pemotong atau sendok yang dipakai untuk mengambilnya, terlebih dahulu harus disterilkan (dengan cara membilasnya memakai air panas).
Berdasarkan teksturnya, diketahui ada 3 jenis keju yaitu soft cheese, firm cheese dan hard cheese. Masing – masing dari 3 jenis keju ini terbagi lagi menjadi keju sesuai dengan kelompoknya. Di bawah ini kami berikan 3 jenis keju secara umum (dapat dimasukkan ke dalam 3 jenis keju tersebut) berdasarkan manfaatnya buat bahan penyedap membuat cake dan saos salad atau steak dan masakan lainnya, simak ulasan singkat dari kami sekedar berbagi info buat anda yang berminat mengetahuinya.
Keju jenis ini termasuk keju tua yang strukturnya keras dan berwarna kuning kecokelatan.
Banyak beredar di pasaran, keju ini memiliki bentuk yang bulat seperti bola yang dilapisi semacam pelapis lilin berwarna merah. Keju ini sudah mempunyai sertifikasi halal. Keju asal negeri Belanda ini termasuk ke dalam jenis hard cheese dengan kandungan lemak di dalamnya sekitar 40%. Pada umumnya keju ini dijual dalam bentuk bola – bola yang dikemas cantik dan menarik dengan menggunakan lapisan lilin berwarna merah cerah. Teksturnya cukup elastis / kenyal meskipun agak keras dan aromanya cukup tajam. Sering digunakan utk membuat campuran adonan kaastengels (kue kering keju) pada perayaan Natal dan tahun baru di luar negeri.
Contoh merk cream cheese yang ada di pasaran saat ini dan menjadi favorit adalah Anchor dan kraft. Merk yang lain adalah Yummy atau Philadelphia. Keju jenis ini harus disimpan di chiller. Keluarkan cream cheese saat akan anda pakai, dan biarkan pada suhu ruang hingga agak lunak. Cream cheese sangat mudah berjamur dan basi, maka dari itu belilah secukupnya saja sesuai dengan kebutuhan anda untuk memasak. Bila ada sisa, masukkan segera ke dalam wadah steril, simpan dalam kulkas dan gunakan secepatnya untuk jenis masakan yang lainnya. Keju jenis ini bersifat soft cheese dan terbuat dari kepala susu. Mengandung lemak sekitar 45 %, bila lebih dari itu maka disebut dengan Double Cream Cheese. Biasanya dikemas dalam wadah gelas, cup atau dibungkus aluminium foil. Banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan cheese cake.
Nah, keju yang satu ini namanya keju mascarpone. Pada umumnya keju ini berbentuk cream. Salah satu contohnya yang populer di Indonesia adalah merk Yummy atau Kapittitrus yang kerap dimanfaatkan sebagai pencampur adonan cake tiramisu kesukaan remaja putri sedunia. Dikemas dalam wadah cantik berupa pembungkus plastik. Anda bisa mencarinya di supermarket – supermarket besar dibagian frozen food, diary food atau di tempat yang dingin. Soft cheese khas Italia ini terbuat dari krim segar, berwarna putih seperti dadih kental. Biasa dipakai sebagai hidangan pencuci mulut, seperti cake tiramisu. Dijual dalam kemasan plastik atau mangkuk – mangkuk plastik pada pasar swalayan tertentu di kota – kota besar di mancanegara.
Demikian ulasan singkat dari kami, semoga bermanfaat !
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.