Kota Florence di provinsi Tuscany, Italia.
Tersohor di seluruh dunia karena kota ini adalah penghasil gelato atau es krim khas Italia. Di setiap sudut kota selalu ada kedai â kedai kecil yang menjajakan aneka gelato dalam berbagai rasa sehingga anda yang kebetulan mampir ke kota ini wajib mencicipi salah satu diantaranya. Slurp !
Bayangkan saja jika pada waktu musim kemarau dan cuaca sangat panas, dihadapan anda terpajang sangat rapi gerai - gerai unik dari es krim warna - warni di dalam etalase berpendingin. Aneka garnis yang bertengger di atasnya merupakan ciri khas dari setiap rasa terhadap es krim yang dijula : stroberi, kiwi, alpukat, blueberry, pistachio, pir, jeruk, pisang, teh hijau, hingga labu kuning. Gelato memiliki rasa buah - buahan segar atau kacang - kacangan yang menyengat. Oleh karenanya, gelato adalah camilan ringan yang selalu mampu menggoda penikmatnya apalagi disajikan dalam warna - warni yang menggoda dan bertekstur sangat lembut. Beberapa nama yang dikenal oleh para turis mancanegara adalah Vivoli, Grom, Gelateria de' Neri, Gelateria Santa Croce, dan Cavini. Masing - masing toko, kafe, kedai - kedai kecil hingga restoran mewah menyediakan gelato dalam belasan hingga puluhan rasa yang berlainan, anda bisa mencicipi rasa stroberi, vanila, atau cokelat yang menjadi simbol rasa es krim secara umum, namun yang suka berpetualang wajib mencicipi es krim dengan rasa pistachio, cheesecake, zabaione, coffee granita, mint and cherry, affogato with chocolate dan chocolate ginger.
Para pembuat gelato berhati - hati dalam memilih bahan - bahan tambahan yang akan digunakan untuk mengkombinasikan bahan utama. Cokelat diimpor langsung dari Kolombia dan Venezuela, sedangkan kacang pistachio dibeli dari Sisilia dan Suriah. Pada beberapa toko makanan terkenal seperti Grom, rasa gelato selalu diperbaharui setiap bulan sehingga para pengunjung dapat mencicipi rasa - rasa terbaru dan tidak merasa bosan.
Nah, bayangkan jika pada suatu hari anda sedang berlibur ke Italia dan sedang berjalan - jalan menyusuri pinggir pantai yang sangat indah dan mempesona, lalu salah satu tangan anda menggenggam satu cone penuh gelato, nikmati kesegarannya sambil berkeliling kota Florence yang menawan hati. Terdapat museum - museum berdesain cantik seperti Galleria degli Uffizi dan Bargello. Beberapa bangunan bersejarah seperti Giotto's Tower dan Palazzo Vecchio yang merangkap City Hall dan tempat - tempat wisata lainnya sambil lidah tak kenal lelah menjilat dinginnya pasta gelato terlezat di dunia.
***
Pada jaman dahulu kala di tahun 1930 - an, ada sebuah kisah sederhana tapi menarik yang sangat menginspirasi dunia, yaitu cerita tentang seorang anak perempuan berumur 10 tahun bernama Xilia yang sangat berhasrat, ingin membeli ice cream untuk dirinya. Xilia berhasil mendapatkan beberapa lempeng koin dari sang bunda lalu siang hari itu juga dengan mengendarai sepeda mini, ia mendatangi sebuah kedai minuman yang tidak jauh dari kompleks rumah dimana ia tinggal dan langsung duduk di salah satu kursi di dalam kedai, berdekatan dengan sebuah jendela besar.
Seorang pelayan tua, wanita berkebangsaan Belanda bernama nyonya Aleen menghampirinya dan meletakkan segelas air minum di depan si anak. Hari itu si anak ingin sekali makan ice cream favoritnya yaitu ice cream sundae berasa cokelat yang sangat kental dengan butir - butir buah blueberry segar di atasnya. Hmmmmm, Ia bertanya kepada nyonya Aleen, Ibu, berapakah harga satu porsi ice cream sundae rasa cokelat ? Nyonya Aleen dengan cepat menjawab. Harganya adalah 50 sen. Xilia kemudian mulai merogoh kantung celananya dan mengeluarkan semua uang koin yang ada di dalamnya dengan perlahan - lahan, ia mulai menghitung uangnya dengan sangat hati - hati. Sepertinya si anak menyadari bahwa uangnya tidak cukup untuk membeli satu porsi ice cream sundae rasa cokelat dibalur saos blueberry segar, oleh karenanya dia bertanya lagi pada si pelayan. Kalau ice cream yang biasa saja harganya berapa, ibu ?
Sementara hari beranjak siang dan kedai mulai dipenuhi oleh banyak pengunjung, dari anak - anak hingga orang dewasa dan kakek - nenek, mereka rela antri untuk mendapatkan sebuah pelayanan dari si pemilik kedai. Nyonya Aleen menjadi tidak sabar dan menjawab dengan agak kasar pada anak perempuan itu. Kalau begitu bayarlah dengan harga 35 sen saja ! sambil menunjukkan sikap seperti orang yang sedang jengkel dan ingin segera meninggalkan si anak karena tidak sabar.
Dengan perlahan, si anak mulai menghitung uang koinnya dengan lebih hati - hati, kemudian berkata pada si pelayan, " Ya sudah, saya pesan ice cream yang biasa saja, ibu, karena koin - koin ini jumlahnya kurang ? Tolonglah saya ? " lalu si pelayan pergi meninggalkan si anak untuk mengambilkan pesanannya tersebut. Tidak lama kemudian si pelayan datang sambil membawakan sekotak kecil ice cream rasa vanilla pesanan si anak tadi dan meninggalkan bon di meja tepat di depan kedua mata anak kecil tersebut, " Terimakasih, ibu. " Ia memulai santapan kecil dengan minum seteguk air putih dari gelas yang diberikan secara gratis oleh si pelayan tua lalu mulai menikmati ice cream yang dia pesan.
Setelah si anak perempuan itu menghabiskan ice cream yang dia beli tanpa sisa, dia beranjak dari kursi dan menuju ke meja kasir untuk membayarnya. Ia pun bergegas pergi dari kedai itu. Saat si pelayan tua akan membersihkan meja yang sebelumnya dipakai duduk oleh anak tadi, dia melihat dua koin senilai 5 sen dan lima koin senilai satu sen yang sengaja diletakkan oleh si anak di samping mangkuk bekas tempat ice creamnya. Inilah alasan kenapa anak itu tadi tidak jadi membeli ice cream sundae rasa cokelat seharga 50 sen, karena ia ingin memberikan uang tip yang layak kepada si pelayan tua (senilai 15 sen). Si pelayan pun kaget atas kemuliaan hati si anak tadi dan mulai menangis karena terharu, ia merasa bersalah telah berlaku kasar kepadaanya.
***
Dalam hidup, anda pasti pernah berlaku tidak berkenan di hati orang lain seperti yang dilakukan oleh si pelayan tua pada kedai minuman terhadap beberapa pelanggannya. Sangat sering kita cepat mengambil sebuah kesimpulan dan menghakimi orang lain karena kita melihat sebuah kejadian hanya dari satu sisi sudut saja yaitu yang menguntungkan diri anda sendiri. Sesuatu yang terlihat tidak baik pada sisi yang lain namun belum tentu tidak baik pada kedua sisi dalam waktu bersamaan. Apa yang dilakukan si anak tadi, menghitung uang koinnya dengan sangat hati - hati membuat kesabaran si pelayan tua habis dan mulai merasa jengkel, ternyata berujung pada niat baik si anak yang ingin memberikan tips pada si pelayan tua. Tapi sayang sekali si pelayan tua terlalu cepat menghakimi dan terlambat menyadari betapa hati si anak tersebut sangat mulia.
Sebelum anda mengalami hal yang sama seperti cerita di atas, marilah kita belajar untuk merenung sejenak dan berusaha memahami suatu peristiwa yang sudah menimpa anda dari seseorang terhadap berbagai sudut pandang, supaya anda dapat mengambil sebuah tindakan dan mengeluarkan perkataan yang santun, hingga tidak akan menyebabkan anda menyesal di masa yang akan datang.
Semoga cerita ini selalu menginspirasi anda untuk tetap tersenyum dan memberikan sebuah pelayanan yang tulus kepada orang lain, dalam kondisi apa pun.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.