Kue bibingka merupakan kue populer yang khusus dihidangkan dalam acara - acara spesial di negara Filipina. Kue ini terbuat dari tepung beras dan santan yang dicampur dengan bahan - bahan lain, dan dimasak dengan tiga cara yaitu secara gourmet, modern dan secara tradisional yaitu dimasak di dalam daun pisang.
Kue bibingka merupakan kue basah yang disajikan untuk menyambut hari Natal dan tahun baru di Filipin. Bibingka adalah sejenis kue beras yang dibuat dengan cara merendam beras semalam, lalu menggilasnya dengan batu hingga menjadi tepung dan mencampurnya ke dalam santan kental dan gula. Adonan dituang ke dalam pot - pot tanah liat yang dialasi daun pisang, lalu ditutup dan diberi batubara di atas dan di bawahnya. Hidangan ini lebih nikmat dihiasi dengan sebutir telur asin, parutan kesong puti ( keju putih yang terbuat dari susu ) dan diolesi dengan mentega, gula, dan taburan parutan kelapa.
Di bawah ini kami berikan cara membuat kue Natal bibingka ala koki beberapa resto Filipina yang ada di Jakarta menurut versi tradisional, silahkan simak caranya di bawah ini :
Versi tradisional membuat kue Natal bibingka, menghasilkan 4 porsi adalah :
- 2 cangkir (500 ml) tepung beras
- 1 sdm (15 ml) baking powder
- 1 sdt (5 ml) garam
- 3 butir telur ayam kampung
- 3/4 cangkir (185 ml) gula pasir
- 1 - 1/2 cangkir (375 ml) santan
- 1/3 cangkir (80 ml) mentega, dicairkan
- 4 helai daun pisang, dipotong menjadi lingkaran - lingkaran berdiameter 20,3 cm
- Taburan opsional : 1 telur asin, diiris setebal sekitar 0,6 cm, 2 sdm (30 ml) kelapa parut, 2 sdm (30 ml) keju parut adam, gula halus dan keju cheddar parut secukupnya
Cara membuat kue bibingka versi tradisional adalah :
1). Panaskan oven dengan suhu sekitar 180 derajat Celsius. Siapkan empat loyang keramik atau dari tanah liat dan lapisi masing - masing dengan daun pisang yang sudah dipotong.
Bila anda ingin kuenya terlihat setradisional mungkin ala negeri aslinya, panggang kue dalam loyang keramik atau dari tanah liat yang berdiameter 15,25 cm. Anda bisa menggunakan loyang keramik berdiameter 10 cm, tetapi kuenya akan berukuran lebih tebal dari biasanya dan akan lebih lama dimasak. Bila dipanggang dalam loyang pie, kue akan lebih dangkal dari biasanya dan akan mudah matang.
Anda juga bisa menggunakan loyang bulat berdiameter 20,3 cm dengan dalam 7,6 cm bila anda tidak memiliki loyang pai, loyang keramik, atau loyang seperti loyang keramik. Daun pisang adalah bagian terpenting dalam resep ini bila anda ingin resep yang setradisional mungkin. Daun pisang akan memberikan tambahan tersendiri pada tampilan dan aroma dari kue yang sudah jadi.
2). Gabungkan semua bahan - bahan kering. Campur tepung beras, baking powder, dan garam hingga rata. Kebanyakan resep tradisional hanya menggunakan tepung beras standar saja dan tidak menggunakan tepung beras yang manis atau lengket. Siapkan adonan telur. Dalam mangkuk terpisah, kocok telur pelan - pelan dengan pengocok. Masukkan gula dan kocok lagi hingga mengembang. Masukkan mentega cair dan kocok lagi. Gula pasir digunakan dalam kebanyakan resep tradisional bibingka, tetapi untuk rasa yang sedikit berbeda, anda bisa menggunakan gula palem. Masukkan tepung dan santan bergantian ke dalam larutan telur, aduk dengan pengocok tiap penambahannya. Aduk sampai dirasa adonan tercampur rata, jangan mengocok adonan dengan berlebihan.
3). Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan satu per satu. Bagi rata adonan ke dalam empat loyang yang sudah disiapkan, tuang langsung ke atas daun pisang. Secara tradisional, sebaiknya anda meletakkan irisan telur asin di atas adonan sebelum dipanggang. Telur bebek yang paling tradisional, namun telur ayam asin juga bisa digunakan.
4). Panggang kue. Letakkan kue di rak oven paling atas dan panggang selama 20 hingga 25 menit, atau hingga kue matang sampai ke dalam. Periksa kematangan kue dengan menusukkan tusuk gigi ke dalam bagian tengah tiap kue. Bila tusuk gigi keluar bersih, berarti kue sudah matang sempurna. Cokelatkan puncak kue. Pindahkan pengaturan pemanggang menjadi rendah dan panggang kue 2 hingga 3 menit lagi, atau hingga puncak tiap kue berubah cokelat. Awasi kue dengan hati - hati agar tidak gosong.
Langkah tersebut di atas adalah opsional. Hal ini tidak akan terlalu mempengaruhi rasa kue, tetapi akan menghasilkan kue dengan tampilan yang lebih menarik.
Selesai dan hidangkan kue. Keluarkan kue satu per satu dari oven dan biarkan dingin selama beberapa menit. Kemudian sapukan mentega cair, dan bila diinginkan, taburkan gula halus, kelapa parut, dan keju parut sebagai topping. Hidangkan selagi hangat. Anda bisa memakan kue bibingka secara langsung dari loyang keramik yang anda gunakan untuk memanggang, namun untuk tampilan hidangan yang lebih cantik, anda bisa keluarkan kue dari loyang sebelum mengoleskan mentega, gula halus, parutan kelapa dan taburan parutan keju. Balik tiap loyang keramik ke samping dengan hati - hati, dan perlahan keluarkan kue dan daun pisang. Letakkan tiap kue di atas piring saji untuk satu porsi dan nikmatilah.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.