Pasar global yang biasanya memusatkan perhatian kepada data tenaga kerja AS seperti data non-farm payroll, average hourly earning dan unemployment rate yang biasanya mempunyai dampak yang cukup besar terhadapa pergerakan pasar keuangan global, khususnya sebagai salah satu indicator kuatnya perekomian di AS, namun pada awal minggu di tahun 2016 ini perhatian investor mulai tersedot kepada pergolakan geopolitik yang sedang terjadi di Negara bagian timur tengah dimana memanasnya hubungan antara Arab Saudi dengan Iran paska terjadinya eksekusi mati salah satu ulama Syiah yakni Nimr al-Nimr hingga pembalasan dengan penyerangan dan pembakaran kantor kedutaan besar Arab Saudi di Taheran. Bahkan Negara sekutu Arab Saudi seperti Bahrain dan Sudan ikut memutuskan hubungan diplomatiknya dengan menarik diplomatnya yang berada di Taheran.
Belakangan juga menyusul ketegangan di Asia Timur yang meningkat akibat Korea Utara melakukan uji coba bom hydrogen beberapa waktu lalu yang berdampak gempa bumi dahsyat yang berkekuatan 5,1 Skala richer yang dapat dirasakan sampai ke Korea Selatan dan Jepang, sehingga membuat kemarahan terhadap Negara-negera tersebut termasuk AS.
Dengan banyaknya pergolakan terjadi memicu permintaan investor untuk mulai mengalihkan dananya kepada asset aman resiko (safe haven) dan saat ini yang menjadi sasaran investor untuk mengalihkan investasinya adalah kepada Yen Jepang dan Emas, keduanya dipilih karena investasi ini dikenal sebagai nilai lindung resiko yang baik disaat kondisi financial serta ketegangan politik sedang terjadi seperti saat ini.
Selain Yen Jepang dan Emas, mata uang Frank Swiss belakangan juga menjadi salah satu safe haven para investor sebab Swiss memiliki kebijakan ekonomi yang baik dan mulai berhati-hati dalam kebijakan yang dibuat selain itu produktifitas warga Jerman yang terpuji menjadi salah satu alasan Frank Swiss sebagai safe haven serta di dukung dengan posisi hutang yang aman dan ekspor yang kuat.
Lalu apakah yang disebut dengan safe haven?
Goncangan pasar saham global yang biasanya akan terkena dampak pertama kali adalah pada sektor non riil atau disebut dengan derivative seperti pasar modal, pasar keuangan, obligasi, reksadana dan sejenisnya, saat seperti ini investor akan beralih kepada safe haven
Istilah safe haven atau asset yang aman akan muncul ketika dianggap pasar tidak aman atau kacau balau untuk berinvestasi sehingga merujuk investor untuk menyerbu instrument investasi yang lebih aman dan terlindung. Safe haven dapat diartikan sebagai tempat aman atau tempat berlindung dan tersembunyi disaat keadaan darurat. Jenis investasi safe haven mempunyai tingkat resiko yang rendah pada saat perekonomian global sedang tidak menentu, safe haven juga diminati pada sebuah Negara yang memiliki basis perekonomian yang kuat.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.