review

Printer 3D Afinia H-Series H479, Printer 3D yang Powerful

Printer 3D Afinia H-Series H479, Printer 3D yang Powerful

Printer 3D Afinia H-Series H479 bisa dibilang lebih fleksibel daripada printer 3D System Cube dan lebih mudah digunakan daripada Replicator Makerbot generasi pertama. Tingginya harga printer ini tetap menjadi masalah bagi banyak konsumen. Pembersihan pasca-cetak dengan bahan tertentu juga dapat menjadi hal yang rumit. Anda bisa mendapatkan hasil cetak dengan mudah dan begitu cepat, inilah yang membuat H479 sangat direkomendasikan. Jika anda bersedia menghabiskan uang lebih dari Rp10 juta pada printer 3D, maka Afinia H479 seharusnya berada dalam daftar anda.

Jika H479 tampak akra, ini karena Afinia mendapat lisensi dari produsen Cina yaitu Delta Micro Factory, yang juga membuat printer UP! 3D. Versi Afinia ini terlihat mirip dengan printer Up, namun H479 dikemas sebagai produk yang dirakit secara lengkap, dan menurut Afinia, telah meningkatkan pemasangan kawat untuk meminimalkan guncangan statis.

Dalam tampilan luarnya, H479 memiliki kemiripan antara bingkai berlapis Makerbot Replicator dan chassis ijeksi plastik yang ada pada 3D System Cube. Tampaknya sebagian besar produk ini dibuat dengan profesional, dengan tubuh baja yang dilapisi cat merah gelap. Sebuah pita kabel mengarah dari elektronik internal ke kepala extruder, yang tampak sedikit belum selesai.

Bagian cetakan 3D terlihat agak kasar, namun semuanya fungsional. Anda akan melihat gulungan gulungan dari materian cetakan di sisi printer ini, juga empat buah klip untuk menahan permukaan nampan cetakan.

Selain printer, di dalam kemasan H479 anda akan menemukan 1,5 pon gulungan filamen plastik ABS untuk dicetak, dan sebuah kotak aksesoris. Afinia menyediakan hampir semua alat yang mungkin akan anda butuhkan untuk printer dan hasil cetakan anda. Ini termasuk pisau X-Acto dan bermacam-macam pisau, alat pengerik, sepasang pinset, kunci pas soket kecil, sepasang tang potong, tiga kunci pas hex, tabung plastik, dan sepasang sarung tangan kerja, bersama dengan power brick, kabel listrik dan kabel USB.

Mengapa anda membutuhkan semua alat tersebut? Untuk setup awal, anda hanya memerlukan kunci hex, yang anda gunakan untuk memasang lengan plastik yang memegang gulungan filamen. Alat yang tersisa juga akan dibutuhkan nanti.

Sisa dari proses setup kurang lebih sama dengan printer 3D lainnya, dengan beberapa pengecualian. Sebuah lembar panduan ringkas, akan memberikan beberapa pengaturan dasar. Ada juga petunjuk yang terdapat dalam kotak peralatan.

Tidak seperti printer MakerBot dan 3D System, H479 tidak memiliki kontrol built-in, juga tidak dapat membaca file dari USB atau kartu SD. H479 memiliki memory built-in, yang berarti bahwa ketika anda membutuhkan PC atau Mac untuk setup dan mengirim file, anda dapat melepaskan sambungan PC ketika proses pencetakan sedang berlangsung.

Ketika dihubungkan ke PC Windows 7, printer dan software ini bekerja seperti yang diharapkan. Software Afinia memberikan kemudahan penggunaan dan kekuatan untuk menyesuaikan opsi pencetakan. Kalibrasi dan pilihan bahan yang didukung akan susah dimengerti tanpa membaca petunjuk yang ada. Pengguna yang ahli mungkin juga menginginkan kontrol yang lebih granular, seperti pilihan untuk menonaktifkan dukungan material, atau untuk memuat pengaturan profil printer.

Satu fitur yang berguna dari softwarenya adalah melacak pemakaian bahan. Jika anda memasukkan berapa berat gulungan material anda ketika pertama kali dimuat, maka software ini akan mencatat berapa banyak material yang telah anda gunakan dari gulungan tersebut.

Secara keseluruhan, software Afinia lebih baik daripada 3D System, namun ini tampaknya tidak sehebat yang dimiliki MakerWare Makerbot. Afinia melakukan banyak hal yang tidak dapat dilakukan oleh 3D System pada software Cube generasi pertamanya. Afinia memungkinkan anda untuk menyesuaikan kepadatan objek, resolusi cetak, dan karakteristik dari bahan pendukung.

Software PC yang bagus sangat penting untuk printer Afinia, karena ini mendorong semua interaksi anda dengan printer, mulai dari memuat filamen pencetakan, hingga berurusan dengan extruder untuk meratakan platform. Lembar konfigurasi menuntuk anda melalui semua langkah-langkah. Dua yang terakhir adalah satu-satunya yang memakan banyak waktu, dan mereka mirip seperti proses yang kita jumpai pada Replicator, yang membutuhkan anda untuk menyesuaikan serangkaian sekrup bawah platform secara manual, kemudian mengukur ruang antara nosel dan platform dengan selembar kertas.

Kesimpulan

Kelebihan: Printer Afinia H-Series H479 memiliki keseimbangan antara kemudahan penggunaan dan konfigurasi. Perangkat ini juga akan bekerja lebih cepat daripada printer 3D lainnya.

Kekurangan: H479 memiliki platform yang lebih kecil dibandingkan pesaingnya, beberapa elemen software yang membingungkan, dan hasil cetakan anda harus benar-benar dipastikan agar anda mendapatkan hasil yang sesuai keinginan anda.

Tidak ada printer 3D yang sempurna, namun printer 3D Afinia H-Series H479 adalah model yang paling mendekati, dan ini sangat direkomendasikan untuk siapapun yang ingin memulai pencetakan 3D. [RIC]

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads