Memilih ponsel Android dengan dana pas-pasan bisa dibilang gampang-gampang susah. Gampangnya karena dipasaran kita bisa dapat banyak pilihan. Tapi susahnya, tidak banyak yang mampu menjawab kebutuhan kita akan sebuah produk yang apik, awet serta didukung oleh layanan purna jual yang mumpuni. Meski tidak pantas dibeda-bedakan antara merek lokal dengan merek global, pasar cenderung memilih dengan merek terkenal. Diangka begitu? Well, jatuh-jatuhnya kita mungkin harus memilih salah satu dari produk ini, Lenovo A800 atau ZTE Grand X. Keduanya dibanderol dengan harga sejuta lebih, keduanya Android dan keduanya merupakan prduk dari perusahaan multinasional yang berasal dari Cina (Meskipun Lenovo memiliki markas di Amerika). Pastinya kedua ponsel ini dibuat oleh perusahaan dengan reputasi yang tidak jauh berbeda, positif tentunya.
Desain
ZTE Grand X memang mirip dengan produk Nexus S dengan bodi sederhana tanpa banyak tombol dan bagian bezel metalik yang lebih menjorok ke arah layar. Ibarat kue wafer, ZTE ini hanya memiliki dua lapisan. Sementara Lenovo A800 pun akan mengingatkan kita pada produk Android lain dengan lapisan ponsel terlihat lebih banyak, menempatkan bagian glossy di tengah bezel yang memisahkan antara bagian layar dan backcover sehingga tampak seperti memiliki 3 lapisan berbeda. Dugaan sementara, hal ini pulalah yang membuat Lenovo sedikit lebih berat ketimbang ZTE.
Sejumlah ornamen di bagian back cover sama-sama dihadirkan oleh kedua ponsel ini. Tentu saja kehadirannya memiliki arti penting, yakni membuat kedua ponsel ini sama-sama terasa kesat saat diletakkan di atas permukaan meja kaca sekalipun. Dalam hal ini Lenovo punya keunggulan. Selain bobotnya yang lebih besar sehingga akrab dengan gravitasi, pola beludru di bagian back cover juga terasa lebih ekstrim ketimbang ZTE. Namun secara umum keduanya mampu memenuhi kebutuhan sebuah desain ponsel sejutaan. Kualitas material memang layak dikurangi demi menghasilkan produk mumpuni di kisaran harga mereka. Sedangkan masalah bobot akan sangat subyektif. Ada yang suka berat, ada juga yang suka ringan.jadi, keduanya bisa dibilang setara.
Display
Tak ada infomasi jelas mengenai jenis LCD yang digunakan oleh ZTE Grand X. Namun yang pasti ponsel ini membawa layar dengan kebentangan 4.3 inci. Kalah lebar dibanding Lenovo A800 yang mencapai 4.5 inci. Meskipun secara jujur, di sisi ukuran diagonal ini rasanya tidak terlalu jauh berbeda. Sementara Lenovo secara tegas menyatakan bahwa teknologi layar IPS yang banyak digunakan pada produk LG baik di ponsel maupun televisi. Apakah bagus? Masih harus dikaji lebih dalam lagi. Karena bagaimana pun teknologi ini memiliki kelebihan dan kekurangan, terutama Bagi Anda yang kerap menggunakan ponsel untuk bermain game. Apa yang membuatnya berbeda di mata kita adalah kerapatan piksel diantara kedua ponsel ini.
Di satu sisi, Lenovo membawa layar yang lebih lebar dengan resolusi yang lebih kecil dari ZTE. Hal ini mengakibatkan gambar yang tertampil oleh Lenovo tidak sesolid ZTE. Hal ini memang akan terlihat ketika kita menyandingkan kedua ponsel ini. Artinya, ketika kita menggunakannya, perbedaan 38 ppi tidak akan terlalu mengganggu. Keduanya memiliki panel kapasitif dan support multitouch. Dua hal yang dibutuhkan ketika Anda ingin menikmati fitur-fitur ponsel Android secara penuh.
OS dan UI
Kalau Anda ditawari dua produk setara, manakan yang Anda pilih, ICS atau Jelly Bean? Jawaban yang paling rasional adalah Jelly Bean. Jika kita bisa mendapatkan produk yang disokong oleh OS terkini (terupdate), kenapa kita harus memilih yang lain. Alasan lainnya mungkin Anda lebih tahu. Di antaranya adalah Jelly Bean dibuat sedemikian rupa untuk memperbaiki kinerja ICS yang kerap mengalami masalah dalam kinerjanya. Lalu ada Google Now yang bisa kita manfaatkan sebagai asisten pribadi untuk mengatur segalanya. Hal-hal baik tentunya.
Dengan dukungan display yang menarik, rasanya Jelly Bean dan ZTE Grand X merupakan pasangan yang serasi. Lenovo A800 sendiri tidak bisa dibilang jelek. UI-nya menarik, khas ICS. Beberapa orang bahkan menyatakan tidak jauh berbeda dengan Jelly Bean. Tapi sejumlah masalah pada kinerja membuat Anda harus sedikit bersabar. Kedua produk ini memilih ikon-ikon yang menarik. Bagi sebagian orang akan membantu membuatnya ampil lebih baik, tapi bagi sebagian yang lain justru menyulitkan.
Performa
Sokongan koneksi untuk kedua perangkat ini sebanding. Anda tidak akan menemukan perbedaan yang berarti. Baik tertulis maupun saat digunakan sehari-hari. Pada intinya, layaknya Android lain, kedua ponsel ini punya sarana untuk terhubung ke internet. Perbedaan yang cukup signifikan hanya terdapat pada fitur browser. Dimana sebagai salah satu anggota Jelly Bean, ZTE Grand X membawa browser kebanggaan Google, Chrome. Sementara Lenovo A800 mengAndalkan browser UCBrowser 8.5. Dari sisi popularitas, Chrome tentu lebih unggul, demikian pula dari sisi kinerja, lebih banyak yang suka Chrome dan fitur-fitur yang dibawanya.
Di sisi hardware, kedua ponsel ini setara. Maka tidak salah jika Anda sampai menduga jangan-jangan cetakan 'jeroannya' sama. Bagaimanapun dengan spesifikasi seperti ini, Anda bisa mendapatkan hasil benchmark yang setara. Jika Anda termasuk yang mendewa-dewakan hasil benchmark, maka keduannya tidak akan mengecewakan. Meskipun saran kami, jangan gunakan benchmark sebagai satu-satunya acuan untuk membandingkan produk-produk ponsel pintar apapun OS-nya. Kaitannya dengan OS yang dibawa, Jelly Bean yang lebih efektif memanfaatkan spek hardware tentu akan membuat kinerjannya ponsel lebih stabil. Itu akan tergambar dari hasil benchmark. Namun ketika digunakan unutk bermain game, keduannya akan menyajikan kualitas yang setara.
Kamera
Untuk membandingakan kamera, cara yang mudah adalah dengan menghitung fitur yang disediakan, dan membandingkan hasil foto kedua kamera ponsel ini. Untuk fitur keduannya bisa dibilang setara. Kalaupun ada perbedaan, itu tidak terlalu signifikan. Bagaimana dengan kualitasnya? Dilihat dari hasil foto outdoor dan indoor keduannya, kamera ponsel ini menghasilkan foto dengan tone dan karakter yang sama. Pemotretan jarak dekat di luar ruangan memperlihatkan saturasi yang baik dan ketajaman gambar yang mumpuni. Demikian juga untuk jarak cukup jauh. Sementara untuk objek yang terlalu jauh akan sama-sama memudar. Di sisi lain, pemotretan dalam ruangan dengan cahaya remang akan menghasilkan gambar yang noisy. Warna yang dihasilkan mendekati warna asli, namun di sana sini, terutama di bagian tepi foto akan terlihat bertekstur akibat noise.
Kesimpulan
Apapun pilihan Anda, kedua ponsel ini akan memberikan kinerja yang tidak mengecewakan, sebagai ponsel Android dengan harga 1 juta lebih, keduanya berada di harga di kisaran 1.7 juta rupiah. Pada dasarnya Lenovo A800 dan ZTE Grand X merupakan prosduk yang serupa, namun sejmlah fitur ternyata jelas-jelas membedakannya. Kalaupun ada perbedaan harga yang tidak terlalu signifikan, maka hal itu adalah wajar. Apakah Anda akan memilih produk ICS yang lebih murah, atau Jelly Bean yang sedikit mahal namun dengan kinerjannya lebih tinggi. [IRW]
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.